SURAKARTA – Pesantren Mahasiswa KH. Mas Mansyur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai pesantren bertaraf Internasional, masih membuka Penerimaan Mahasantri Baru (PMB) Gelombang 3 Tahun 2024.

Mahasiswa yang telah mendaftar dan dinyatakan diterima di UMS dan berminat untuk tinggal di Pondok Internasional KH. Mas Mansur UMS, dapat langsung mengunjungi stand yang ada di depan kantor One Day Service Lt.3 Gedung Induk Siti Walidah UMS.

“Saat ini sudah ada lebih dari 100 mahasantri yang sudah terdaftar dari berbagai jurusan yang terdapat di UMS,” papar Direktur Pondok Internasional KH. Mas Mansur UMS, Dra. Muamaroh, M.Hum., Ph.D., saat ditemui pada Jumat, (16/8).

Ia juga mengatakan bahwa masa PMB Pesma Gelombang 3 Tahun 2024 itu dilakukan secara online mulai dari 7 Juli – 22 Agustus 2024. Setelah itu dilakukan 2 jenis ujian untuk seluruh mahasantri baru pada 24 Agustus 2024, yaitu Ujian Wawancara dan Ujian Baca Al-Qur’an. Materi yang diuji pun mengenai wawasan keislaman dengan menggunakan bahasa Inggris, sekaligus untuk mengasah kemampuan pengucapan dari calon mahasantri. Lalu, pada 25 Agustus 2024 akan diadakan daftar ulang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan wali maha santri.

Setelah itu mahasantri mengikuti ospek yang bernama Khutbatul Arsy, di mana nanti

mahasantri dikenalkan dengan aturan-aturan yang terdapat di Pesma, serta kegiatan-kegiatan yang ada di Pesma, juga organisasinya. Pesma sendiri mempunyai beberapa organisasi dianntaranya : Internasional Student Organisation (ISO), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyahan (IMM) Komisariat, Konsultan, dan Cutting club.

“Pesantren yang paling ideal itu waktu masih menjadi mahasiswa, kenapa? Karena setelah anda masuk dengan kesadaran penuh, yakinlah bahwa setelah lulus dari pesantren, anda sudah langsung siap terjun di masyarakat,” papar Muamaroh.

Pesma UMS menjadi tempat di mana mahasiswa berlatih berkehidupan, sehingga Pesma UMS mempunyai outcome dengan target menjadi mahasantri yang berakhlak, berattitude, dan berprestasi menjadi indikator dalam pendidikannya. Tertarik untuk mendaftar dan menjadi mahasantri Pesantren bertaraf Internasional? Informasi lebih lanjut kunjungi laman pmb.pesma.ums.ac.id. (Habibah/Yusuf/Humas)

PABELAN – Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar acara pembagian yudisium yang dihadiri oleh seluruh mahasantri, termasuk mahasantri senior. Acara ini dipimpin oleh Ahmad Arfian Hafis S.Ag., yang bertujuan untuk memberikan arahan terkait pembinaan karakter serta tata tertib baru bagi seluruh mahasantri, dengan penekanan khusus pada mahasantri senior.

Dalam sambutannya, Arfian menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab, terutama bagi mahasantri yang telah direkomendasikan untuk melanjutkan program Pesma setelah akhirussanah.

“Kami berharap para mahasantri dapat lebih konsisten dalam mengikuti kegiatan Pesma seperti kelas pagi dan malam, sholat berjamaah, serta pengembangan softskill. Selain itu dalam perpindahan kamar, mengingatkan semua pihak untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kerapihan kamar serta saling mengingatkan dalam kebaikan untuk ketentraman anggota kamar,” paparnya Minggu, (21/7).

Acara dilanjutkan dengan bimbingan khusus dari departemen pengasuhan yang dilakukan secara terpisah untuk akhwat dan ikhwan. Setiap departemen memberikan arahan dan dukungan sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok.

“Diadakannya pertemuan ini diharapkan menjadi momen refleksi dan motivasi bagi seluruh mahasantri untuk terus meningkatkan kualitas diri dan menjalankan tata tertib Pesma dengan lebih baik. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat dan memotivasi seluruh peserta untuk meraih kesuksesan dalam setiap aspek kehidupan mereka di Pesma,” tegasnya.

Dengan terlaksananya acara pembagian yudisium dan pembinaan karakter pada Jumat, (19/7) lalu, lanjutnya, diharapkan seluruh mahasantri dapat menjalani aktivitas di Pesma dengan semangat baru, komitmen yang tinggi, dan sikap disiplin yang lebih baik. Semoga setiap arahan dan bimbingan yang diberikan dapat diimplementasikan dengan baik demi mencapai tujuan bersama. (Fika/Anisa/Humas)

KONTROVERSI AI DALAM KETERBATASAN KREATIVITAS

Aulia Sofia Nur Fadilah

Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

email: [email protected]

Pesantren Mahasiswa KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta

website: https://pesma.ums.ac.id

AI tanpa emosi dan motivasi mampu meniru proses kognitif kreatif manusia termasuk mahasiswa dan mahasantri dalam pembelajaran sehingga dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan perlindungan hak cipta. Padahal pembelajaran pada umumnya dan bahasa Indonesia pada khususnya diberikan dengan tujuan untuk mengembangkan keterampilan berbahasa agar mampu mengungkapkan ideologi mereka secara kritis dan kreatif (Syamsuri et al., 2020). Analisis tersebut menunjukkan bahwa kesamaan antara kreativitas manusia dan AI, khususnya dalam struktur kognitif dapat menjadikan karya tersebut “asli” menurut standar yurisdiksi dan interpretasi undang-undang hak cipta yang berbeda (Mazzi & Fasciana, 2024).

Penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam konteks keterbatasan kreativitas telah menciptakan sejumlah kontroversi. Meskipun AI telah dianggap sebagai alat yang luar biasa dalam menghasilkan karya-karya kreatif, beberapa orang berpendapat bahwa kehadirannya dapat membatasi ekspresi sehingga muncul pertanyaan mengenai implikasinya terhadap manusia. Salah satu isu yang muncul adalah penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam mengatasi keterbatasan kreativitas manusia pada mahasiswa dan mahasantri. Namun, kontroversi pun semakin klimaks seiring dengan penerapan teknologi ini dalam berbagai bidang termasuk seni, teknologi, dan pendidikan. Pendidikan tidak hanya sekadar produk, tetapi merupakan suatu proses di mana belajar mengajar menjadi cara untuk mendapatkan pengetahuan (Montenegro-Rueda et al., 2023).

Penerapan kecerdasan buatan dalam pendidikan telah menjadi topik hangat khususnya terkait potensi implikasi terhadap kreativitas. Meskipun AI telah mendapatkan banyak pujian karena kemampuannya dalam meningkatkan pembelajaran dan hasil pendidikan. Akan tetapi, beberapa pihak berpendapat bahwa AI juga dapat menghambat kreativitas dan membatasi kemampuan siswa/mahasiswa/mahasantri untuk berpikir kritis dan mengembangkan ide-ide mereka sendiri. Kreativitas telah lama dianggap sebagai kekuatan inti yang membedakan antara manusia dengan kecerdasan mesin. Namun, seiring perkembangan zaman kecerdasan buatan mampu diinstruksikan untuk menciptakan karya-karya kreatif. Penerapan kecerdasan buatan dalam kreativitas menawarkan sejumlah manfaat. Pertama, AI dapat membantu mengatasi keterbatasan fisik, mental, dan pikiran manusia. Kedua, AI juga dapat membantu mengatasi keterbatasan waktu. AI dapat bekerja secara cepat, efisien, dan menghasilkan prototipe atau karya final dalam waktu yang lebih singkat.

Al dapat digunakan untuk mengotomatisasi tugas-tugas dan memberikan solusi terprogram yang dapat menyebabkan pendegradasian keterampilan pemecahan masalah kreatif di kalangan siswa/mahasiswa/mahasantri. Ketergantungan pada AI dalam mendapatkan jawaban dan solusi dapat menimbulkan penurunan keterampilan berpikir kritis, mandiri, dan mengembangkan ide-ide sehingga berpotensi membatasi kreativitas. Penggunaan AI dalam pendidikan juga dapat menyebabkan homogenisasi pemikiran dan kurangnya keragaman ide karena sistem AI dirancang untuk memberikan jawaban dan solusi standar. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya kreativitas dan inovasi karena siswa/mahasiswa/mahasantri tidak didorong untuk berpikir keras di luar kebiasaan dan mengembangkan perspektif unik mereka sendiri.

Selain itu, keterlibatan manusia dalam proses kreatif secara langsung menghasilkan koneksi emosional dan kebermaknaan dalam berkarya. Penulis sering menggunakan proses artistik untuk berbagi pengalaman hidup, berbicara tentang isu-isu secara pribadi, dan mengekspresikan diri melalui karya. Meskipun AI dapat menciptakan karya-karya yang meniru gaya manusia, ia mungkin kesulitan dalam mencapai tingkat kedalaman emosi dan keintiman yang muncul dari pengalaman secara apa adanya.

Meskipun terdapat dampak positif atas penggunaan kecerdasan buatan, penerapan Al dalam kreativitas juga menimbulkan sejumlah kontroversi dan tantangan. Salah satunya adalah masalah orisinalitas. Karya-karya yang dihasilkan oleh AI sering kali menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya menjadi “pencipta”nya? Apakah yang dihasilkan masih dapat disebut kreativitas manusia/produk teknologi/kolaborasi?

Selain itu, muncul juga kekhawatiran tentang pengaruhnya terhadap profesi manusia karena akan banyak pekerjaan yang berpotensi tergantikan oleh AI sehingga menimbulkan kekhawatiran eskalasi angka pengangguran di Indonesia. Bagaimana masyarakat dan pemerintah dapat mengakomodasi transformasi teknologi ini tanpa meninggalkan jutaan pekerja?

Tantangan lainnya termasuk keamanan dan privasi data. Penggunaan AI dalam kreativitas seringkali memerlukan akses terhadap data pribadi yang dapat menimbulkan risiko penyalahgunaan atau pelanggaran privasi. Selain itu, terdapat perdebatan etis tentang penggunaan AI dalam kreativitas. Misalnya, apakah kita harus memberikan kredit kepada pencipta asli ketika karya tersebut dihasilkan dengan bantuan AI? Bagaimana kita menangani konten yang dihasilkan oleh AI yang mungkin melanggar nilai-nilai atau norma-norma sosial tertentu?

Mengatasi kontroversi penerapan AI dalam kreativitas akan memerlukan pendekatan yang holistik. Ada beberapa pendekatan yang dapat diimplementasikan untuk menilai kreativitas. Pendekatan penilaian kreativitas yang dapat diaplikasikan meliputi tes/tugas berpikir kreatif/berpikir divergen, kuesioner laporan diri, produk kreatif dan pendekatan CAT, skala penilaian, nominasi guru, dan pendekatan kualitatif (Long et al., 2022). Selain itu, diperlukan dialog yang lebih mendalam antara para ahli dan pemangku kepentingan lainnya untuk memahami implikasi jangka panjang dari teknologi ini. Selanjutnya, perlu adanya regulasi yang sesuai untuk memastikan bahwa penggunaan AI dalam kreativitas tidak melanggar hak kekayaan intelektual atau mengancam keberlangsungan profesi manusia.

Pendidikan juga akan memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan ini. Perlunya upaya untuk melatih generasi masa depan tentang etika, implikasi penggunaan AI dalam kreativitas, dan memberikan keterampilan yang diperlukan untuk berkolaborasi dengan teknologi tersebut secara bijak. Kesadaran masyarakat tentang potensi dan risiko penerapan AI dalam kreativitas perlu ditingkatkan. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat akan lebih mampu mengadvokasi kebijakan dalam mempromosikan penggunaan AI.

Penerapan kecerdasan buatan dalam kreativitas telah membawa perubahan mendalam dalam berbagai bidang, membuka pintu untuk inovasi yang lebih cepat, solusi yang lebih efisien, tetapi tetap dapat diimplementasikan dengan tepat. Penting untuk mengenali keterbatasan kecerdasan buatan dalam kreativitas dan mengintegrasikannya dengan peran manusia dalam proses kreatif. Penggunaan AI dapat memperkaya proses kreatif dengan memberikan inspirasi dan dijadikan sebagai kecerdasan berbantuan, tetapi kehadiran manusia tetaplah penting dalam mengekspresikan makna, emosi, dan keunikan. Sebab hanya akal, hati, dan kecerdasan manusia yang memiliki ketiga hal tersebut. Namun, penting untuk mempertimbangkan dengan cermat implikasi penggunaan Al dalam keterbatasan kreativitas.

DAFTAR PUSTAKA

Long, H., Kerr, B. A., Emler, T. E., & Birdnow, M. (2022). A Critical Review of Assessments of Creativity in Education. Review of Research in Education, 46(1), 288–323. https://doi.org/10.3102/0091732X221084326

Mazzi, F., & Fasciana, S. (2024). Video kills the radio star: Copyright and the human versus artificial creativity war. The Journal of World Intellectual Property, 1–25. https://doi.org/10.1111/jwip.12304

Montenegro-Rueda, M., Fernández-Cerero, J., Fernández-Batanero, J. M., & López-Meneses, E. (2023). Impact of the Implementation of ChatGPT in Education: A Systematic Review. Computers, 12(8), 1–13. https://doi.org/10.3390/computers12080153

Syamsuri, A. S., Ishaq, I., & Chaeruman, U. A. (2020). Teacher certification education: A review competence of indonesian language and literature. Utopia y Praxis Latinoamericana, 25(Extra6), 303–313. https://doi.org/10.5281/zenodo.3987626

 

Surakarta, 30 Juni 2024 — Pesma KH Mas Mansur UMS mengadakan pembubaran kepada seluruh mahasantri yang ikut terlibat dalam kepanitiaan dari beberapa kegiatan Pesma KH Mas Mansur UMS . Berbagai panitia yang bertanggung jawab atas acara-acara besar di kota ini, seperti SRP, Duta Pesma, Qurban, dan Tabligh Akbar, resmi dibubarkan. Keputusan ini diambil setelah serangkaian evaluasi dan pertimbangan dari pihak terkait terkait kinerja dan dampak kegiatan yang telah dilakukan.

Menanggapi pembubaran ini, Muamarah, selaku Direktur Pesma KH Mas Mansur UMS, memberikan pesan penting kepada seluruh anggota panitia yang hadir, “Jika setiap kepanitian harus sampai selesai karena kalau kita terjun ke masyarakat setiap kerja harus tuntas, Selagi orang tua masih ada berusaha untuk berbakti dan bahagiankan mereka, Senior harus berkontribusi ke Pesma, terakhir kalau kamu baik Alloh akan memberikan caranya.”

Muamarah juga menekankan pentingnya kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan yang telah dilakukan oleh panitia, serta mengajak untuk terus mendukung kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi semua pihak. “Kita harus terjun ke masyarakat, memberikan yang terbaik dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.

Pembubaran ini juga memicu refleksi bagi semua anggota panitia terkait dengan pengalaman dan pembelajaran yang didapat selama bertugas. Meskipun berakhirnya sebuah panitia, semangat untuk terlibat dalam kegiatan positif di masa depan tetap menjadi fokus utama.

Kami akan terus mengikuti perkembangan lebih lanjut terkait dampak pembubaran ini terhadap komunitas dan masyarakat luas. Tetap terhubung untuk informasi lebih lanjut.

Surakarta, 14 Juni 2024 — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Biro Kemahasiswaan mengadakan acara Penyerahan Hadiah dan Penghargaan untuk Finalis Pilmapres UMS Tahun 2024 di Kantor Biro Kemahasiswaan UMS. Acara ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap lima besar mahasiswa berprestasi yang telah berhasil menembus tahap akhir seleksi.

 

Acara dibuka oleh Ir. Muh Alfatih Hendrawan, S.T., M.T., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses seleksi mahasiswa berprestasi tingkat universitas telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun. Seleksi ini diikuti oleh 34 perwakilan dari berbagai fakultas, dan akhirnya terpilih lima finalis terbaik. Beliau juga menegaskan komitmen Biro Kemahasiswaan untuk terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa sehingga dapat berkompetisi di tingkat yang lebih luas.

Berikut adalah lima besar mahasiswa berprestasi UMS tahun 2024:

  1. Muhammad Labib Qotrun Niam dari Fakultas Farmasi (FF)
  2. Achmad Januar Arifin dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
  3. Vito Pratama Yudha dari Fakultas Geografi (F.Geo)
  4. Anisa Az Zahra dari Fakultas Psikologi (F.Psi)
  5. Faqih Jibran Syah Falaifi dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK)

 

Dalam acara tersebut, Bapak MB. Sudinadji, S.Psi, M.Psi., memberikan apresiasi khusus kepada Anisa Az Zahra, mahasiswi Fakultas Psikologi, yang berhasil bertahan sebagai finalis. Anisa adalah mahasantri angkatan 2022 dari Pesma KH Mas Mansur yang aktif dalam kegiatan sehari-hari di Pesma. Prestasi Anisa menunjukkan bahwa lingkungan Pesma tidak hanya mendukung kegiatan akademik, tetapi juga mengembangkan potensi diri dan berprestasi dalam berbagai bidang.

 

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan networking yang memberikan kesempatan bagi para peserta untuk saling berbagi informasi dan memperluas jaringan profesional. Diadakannya kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan bagi para mahasiswa berprestasi, tetapi juga memotivasi seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk terus berkarya dan berinovasi, sehingga ke depan dapat mencetak lebih banyak lagi individu yang mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.(Anisa)

Surakarta, 15 Juni 2024 — Pesma KH Mas Mansur UMS mengadakan pelatihan qurban yang bertempat di Masjid KH Mas Mansur. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasantri Pesma KH Mas Mansur dengan pembicara utama Bapak Muhammad Jamuri, anggota Tim Juleha. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada mahasantri dalam mengaplikasikan penyembelihan hewan qurban sesuai dengan ilmu dan syariat Islam yang benar.

Dalam sambutannya, Bapak Muhammad Jamuri menekankan pentingnya memahami syariat dan teknik penyembelihan qurban yang benar. Beliau menjelaskan bahwa banyak kegiatan qurban yang tidak dilakukan sesuai dengan syariat, seperti penyembelihan yang dilakukan oleh panitia non-muslim. Oleh karena itu, pelatihan ini sangat penting untuk memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam pelaksanaan ibadah qurban.

Pelatihan ini mencakup lima standar personal juru sembelih yang halal, yaitu salimul aqidah (akidah yang lurus), sohihul ibadah (ibadah yang benar), akhlakul karimah (akhlak yang mulia), ilmu syari (pengetahuan syariat), dan penerapan teknik penyembelihan yang ihsan (baik). Bapak Muhammad Jamuri menjelaskan secara rinci tentang urat yang wajib terputus saat penyembelihan, doa yang harus dilafalkan, dan teknik penyembelihan yang benar agar proses penyembelihan dilakukan dengan baik dan sesuai syariat.

Selain itu, Tim Juleha juga memberikan pelatihan qurban di berbagai masjid di berbagai daerah. Tim ini bertujuan untuk memberikan dakwah mengenai pengamalan qurban yang sesuai dengan Al-Quran dan Hadis. Pengalaman yang dibagikan oleh Tim Juleha sangat bermanfaat bagi mahasantri dan masyarakat umum, untuk memastikan pelaksanaan qurban dilakukan dengan benar dan mendapatkan ridha Allah SWT.

Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan praktik penyembelihan, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari. Para peserta tampak antusias dan berharap dapat mengimplementasikan pengetahuan yang didapat dalam pelaksanaan qurban di masa mendatang.(Anisa)

PESMA,- Guna menciptakan profil alumni yang berkualitas, Pesma KH Mas Mansur adakan Baitul Arqom untuk angkatan yang akan di wisuda yakni angkatan 2022. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 9 Juni 2024 di masjid KH Mas Mansur UMS Kampus 4 dengan rangkaian acara pemberian materi, outbond, dan juga menulis essay. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Ibu Muamaroh P.hD selaku direktur pesma KH Mas Mansur, selain membuka dan memberikan sambutannya, Ibu Muamaroh P.hD juga memberikan materi tentang “Life is matter of choice”. Dalam sambutannya, Ibu Muamaroh P.hD

menyampaikan pesan bahwa kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan Akhirussanah yang akan dilaksanakan pada bulan Juli dan wajib dilaksanakan oleh angkatan 2022. Beliau juga menyampaikan bahwa semoga kegiatan ini bisa menjadi ajang refleksi bagi pribadi masing-masing. Apa saja yang perlu ditingkatkan dan dipertahankan dan juga kebiasaan buruk apa yang perlu ditinggalkan agar menjadi pribadi yang lebih baik setelah keluar dari pesma ini, karena di umur yang sedang dijalani sekarang ini adalah penentu dari kehidupan selanjutnya. “kalian ada di masa dimana kalian berada di tengah perjalanan menuju dewasa. Harapannya kehidupan kalian di sini bisa memberikan history dan pelajaran hidup yang berharga untuk kalian. Semoga ini menjadi kesadaran baru, agar menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat untuk orang lain. Terima kasih untuk semua kenangan dan pengalaman yang sudah diberikan” Tutur beliau.

Kegiatan Baitul Arqom ini juga mengundang M. Yoga Oktama untuk menjadi salah satu pemateri, pada kesempatan tersebut mas Yoga, sebutan akrabnya memberikan materi dengan judul “Menjadi Mahasantri yang Bermanfaat”. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan kepada seluruh peserta bahwa menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya tidak membuat kita merugi. “menjadi bermanfaat berarti dapat memberikan kontribusi yang baik dan berguna bagi orang lain dengan peran kita masing-masing dengan tanpa melupakan batas diri sendiri. Menjadi bermanfaat artinya bukan selalu ada untuk orang lain, namun mampu mengusahakan guna kebaikan bersama. Bermanfaat membutuhkan konsistensi dalam menjadi pribadi yang bermanfaat, hal-hal kecil tidak mengubah fakta bahwa kita bisa bermanfaat. Yang terpenting adalah keikhlasan. Keikhlasan berbanding lurus dengan keikhlasan” tutur beliau.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan outbound dan juga sesi pembuatan kisah inspiratif oleh masing-masing peserta Baitul Arqom. Kisah inspiratif ini diambil dari pengalaman atau kesan pesan selama mahasantri tinggal di pesma KH Mas Mansur. Kisah ini akan dikumpulkan menjadi satu dan akan dibukukan, sehingga menjadi kumpulan kisah inspiratif mahasantri angkatan 22 pesma KH Mas Mansur. (Liz)

Sukoharjo, – Panitia Semarak Ramadhan Pesma KH Mas Mansur dengan bangga kembali menggelar kegiatan semarak ramadhan pesma guna menyambut bulan ramadhan 1445 Hijriyah ini. Panitia kegiatan kali ini terdiri dari anggota ISO (International Student Organisation ) dan IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) dan di nahkodai oleh Nada Nabila Fatikha, mahasiswa jurusan hukum. Panitia berhasil menggelar kegiatan Grand Opening Semarak Ramadhan Pesma pada tanggal 9 Maret 2024 bertempat di Masjid KH Mas Mansur UMS, dan dihadiri langsung Direktur Pesma KH Mas Mansur, Ibu Muammarah, Ph.D., dan Wakil Rektor IV Bidang SDM, AIK & Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes. Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Grand Opening Semarak Ramadhan diinisiasi dengan tujuan utama untuk membantu memfasilitasi mahasiswa, terutama yang tinggal di Pesma KH Mas Mansur, agar dapat memanfaatkan bulan Ramadhan secara optimal dalam meraih pahala dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya sebagai kegiatan rutin tahunan, Grand Opening ini juga diharapkan dapat memberikan pengalaman yang berharga bagi seluruh peserta.

Yang membuat acara Grand Opening Semarak Ramadhan ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah adanya penambahan sub kegiatan yang menarik. Selain kajian-kajian yang mendalam, acara ini juga akan menghadirkan program duta pesma dan juga Ramadhan Berbagi. Dalam program ini, mahasiswa akan terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat seperti mengajar di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dan bahkan menjadi imam di masjid sekitar.

“Kami sangat antusias dengan berbagai inovasi yang kami bawa ke dalam acara ini. Kami yakin bahwa kehadiran program duta pesma akan memberikan pengalaman yang berbeda dan bernilai tinggi bagi para peserta,” ujar Salis Nazla Asyifa, Ketua Umum ISO KH Mas Mansur. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah mengapa Grand Opening Semarak Ramadhan diadakan dan mengapa hal ini penting bagi mahasantri pesma ? Kegiatan ini merupakan momentum untuk menyatukan seluruh anggota komunitas dalam semangat kebersamaan dan spiritualitas menjelang bulan suci Ramadhan. “Ini adalah momen yang selalu ditunggu-tunggu, dan kami berharap setiap kegiatan yang kami lakukan dapat memberikan manfaat yang besar bagi semua,” tambah Tanwir Raif M.Y, Ketua Umum PK IMM KH Mas Mansur.

Tema yang dipilih untuk acara ini, “Ramadhan Reflection : Embracing Spiritual Growth and Community Harmony” diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk menjalani Ramadhan tahun ini dengan penuh keikhlasan dan pengabdian. Proses perencanaan dan persiapan acara Grand Opening Semarak Ramadhan telah berlangsung dengan baik. Mulai dari pembentukan panitia hingga pembuatan proposal dan tindak lanjut kegiatan, semua dilakukan dengan seksama demi memastikan kesuksesan acara ini. Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, Grand Opening Semarak Ramadhan di Masjid Pesma KH Mas Mansur dipastikan akan menjadi momen yang menginspirasi dan membangkitkan semangat kebersamaan serta spiritualitas dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Pada kegiatan ini pula, pesma juga menggelar syukuran wisuda dan pelepasan duta pesma yang dipimpin langsung oleh ibu Muammarah, dan Prof Em Sustrisna. Pesma berhasil mencetak 16 wisudawan dan wisudawati dari berbagai jurusan. (Liz)

SUKOHARJO – Pesantren Mahasiswa KH Mas Mansur atau akrab dikenal dengan Pesma mengadakan kegiatan pelatihan khutbah dan juga publik speaking pada hari Kamis, 7 Maret 2024 di Masjid KH Mas Mansur. Kegiatan berlangsung dengan menggunakan sistem 2 forum. Pelatihan Khutbah untuk mahasantri putra dan pelatihan public speaking untuk mahasantri putri. Pelatihan Khutbah di isi oleh Bapak M. Anis Sumanji, S.Ag., M.Pi sebagai pembicara, sedangkan untuk pelatihan Public Speaking di isi oleh Ibu Ulfah Husniah W., S.Ag., M.Pd.I.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mahasantri untuk berbicara di depan orang lain, dan di depan umum dalam jangkauan lebih luasnya, serta meningkatkan pemahaman mereka tentang prinsip keagamaan yang dapat diterapkan dalam khutbah. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berbasis Islam, Pesma berkomitmen untuk menghasilkan mahasantri yang tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik tetapi juga mampu memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Acara dilaksanakan setelah sholat maghrib berjamaah dan dilanjutkan setelah sholat isya untuk mempraktekkan langsung ilmu yang baru saja mereka dapatkan. Selama pelatihan, para mahasantri diajarkan teknik-teknik dasar dalam menyampaikan khutbah dan public speaking yang efektif, mulai dari memilih tema yang relevan hingga menyampaikan pesan dengan lugas dan meyakinkan. Selain itu, mereka juga diberikan latihan dalam berbicara di depan umum, mulai dari mengatasi ketakutan panggung hingga membangun koneksi dengan audiens.

Aldila Susantiningtyastuti, salah satu mahasantri yang mengikuti pelatihan public speaking menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat, kegiatan ini dapat memberikan kita informasi tentang apa saja yang perlu disiapkan dan tantangan yang akan ditemui ketika melakukan kegiatan public speaking , “kegiatan ini tuh, bermanfaat buat kita. Kita jadi tau tentang public speaking, terus kan ada prakteknya, itu juga seru” kata aldila dalam wawancara.

Kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk follow up dan juga fasilitas bagi semua mahasantri pesma guna menyambut bulan suci Ramadhan. Dimana kebanyakan mahasantri pesma sering mendapatkan tawaran untuk mengisi berbagai kegiatan selama Ramadhan oleh masyarakat sekitar, selain itu kegiatan ini juga merupakan pelatihan dasar guna membekali para duta pesma yang tergabung dalam kegiatan Semarak Ramadhan Pesma (SRP). (Liz)

SOLO – Dalam agenda tvMu Goes to Campus, tvMu mengadakan lomba presenter kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), sebagai tempat singgah keempat mereka, Jumat (15/3).

Perlombaan tersebut berlangsung di Gedung Auditorium Mohammad Djazman Kampus I UMS, sesaat setelah diadakannya seminar nasional oleh tvMu.

Arina Nurrohmah, M.I.Kom., yang merupakan news anchor dan juri dari lomba presenter ini memberikan komentar terkait dengan antusias peserta lomba.

“Luar biasanya adalah teman-teman mahasiswa yang ada di UMS ini memiliki kemampuan atau olah vokal suara yang unik-unik yang suaranya cukup enak didengar, yang itu merupakan salah satu kunci atau salah satu bagian yang menjadi penilaian ketika menjadi salah satu penyiar di televisi,” terang Arina.

Selain itu, ekspresi, artikulasi, dan juga pengetahuan serta penguasaan materi juga menjadi konsen dari penilaian para juri.

Arina merasa apa yang dilakukan oleh peserta lomba sangat luar biasa karena meskipun dengan persiapan yang cukup mepet, mereka mampu mengimplementasikan juga mewujudkan bagaimana menjadi seorang presenter dengan waktu yang terbatas.

“Memang kalau di dunia jurnalis, kita harus terbiasa untuk berfikir cepat, memahami sesuatu dengan cepat, kemudian menyampaikannya secara akurat dan juga bagus secara intonasi dan lain-lain,” kata news anchor tvMu itu.

Ada 11 peserta dan diambil 4 terbaik. Skor tertinggi adalah 1.296 yang diraih oleh salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS.

“Penguasaan materinya luar biasa sekali pemenang ini, dan kami sepakat, ada tiga juri termasuk saya sepakat pemenang ini memang penguasaan materinya luar biasa sekali. Bahkan untuk istilah-istilah asing yang susah dihafalkan mungkin butuh waktu yang cukup lama tapi dia bisa melakukannya atau menyampaikannya kepada pemirsa dan juga audiens itu dengan sangat detail juga sangat menguasai,” ujar Arina.

Pengadaan lomba presenter ini juga menjadi peluang para generasi muda yang memiliki minat untuk bekerja di stasiun tv, dan tvMu menjadi ruang kesempatan untuk para peserta lomba untuk menjadi bagian dari tvMu ke depan.

 

Peraih skor tertinggi, Siti Nurul Hidayati dari Ilmu Komunikasi UMS mengaku persiapannya untuk menyusun dan menghafalkan naskahnya adalah sekitar satu minggu. Mahasiswa semester 2 ini memang memiliki minat yang tinggi di bidang broadcasting, dan saat ini juga mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa Radio Komunikasi dari Prodi Ilmu Komunikasi UMS.

“Semoga tahun depan lombanya nambah lagi, menambah podcast. Kan itu berhubungan sama public speaking,” harapnya. (Maysali/Humas)

Scroll to Top