SURAKARTA – Pesantren Mahasiswa (Pesma) Internasional KH. Mas Mansyur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mrlakukan silaturahim sekaligus evaluasi dan koordinasi setelah melaksanakan Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48 yang dilaksanakan di Ruang Sidang Pesma pada Sabtu, (26/11).

Direktur Pesma, Muamaroh, Ph.D menyampaikan rasa syukurnya karena telah menyelesaikan perhelatan akbar Muktamar dimana UMS sebagai tuan rumahnya.

“Alhamdulillah berhasil dengan baik, dengan terpilh ketua umum pimpinan pusat Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Setelah 2 tahun persiapannya,” ungkap Direktur pesma itu.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada tim pomondakan, yang telah melakukan plotingan hotel dan plotingan sekolah bagi peserta dan penggembira. Karena seluruh tim pemondokan bekerjanya paling awal dan paling akhir selesai.

“Namun kita harus bersyukur dapat terlibat, perhelatan terbesar di Muhammadiyah,” tegasnya.

Ia tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen yang mendukung kesuksesan muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah, dengan bantuan dukungan dan support yang luar biasa.

“Alhamdulillah sudah ada Pesma Mart, menjual pesma harus mulai mandiri,” papar Muamaroh.

Pada akhir pertemuan, Direktur Pesma menyampaikan bantuan dan dukungan karena UMS sudah mulai masuk ke Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2023/2024, per 1 November.

“Sehingga Pesma juga merespon hal tersebut, dengan mempersiapan mekanisme untuk penerimaan mahasantri baru yang akan dibuka bulan Januari 2023 mendatang Insyaa Allah,” pungkasnya. (Fika/Humas)

PABELAN – Mahasantri Pesantren Mahasiswa (Pesma) Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Khoirunnisa’ Ramadhan Maghfiroh menjadi salah satu tim dari Fakultas Ilmu Kesehatan yang berhasil mendapatkan silver medal 34TH International Invention, Innovation, & Technologi Exhibition, Malaysia kategori Agriculture pada event World Young Inventors Exhibition 2023.

Khoirunnisa menyampaikan ketertarikan mengikuti perlombaan semacam karya tulis ilmiah ini sudah sejak semester dua.

“Saya ingat betul, dulu ketika mendapatkan tugas dari dosen apabila mengikuti LKTI, maka akan diberi nilai A. Sejak saat itu tekad untuk mengikuti lomba menjadi tinggi,” ungkapnya pada Senin, 22 Mei 2023.

Sebelum memperoleh silver medal, lanjutnya, pada event WYIE 2023 ini saya juga pernah mendapatkan juara 3 pada LKTI Nasional yang diadakan di Universitas Riau tahun 2022 lalu.

“Sebenarnya dari dulu saya ingin sekali mendapatkan juara saat mengikuti perlombaan, suka mengikuti lomba desain poster, puisi namun ternyata lewat karya tulis ilmiah inilah saya bisa mendapatkan penghargaan,” tambah Mahasantri Pesma itu.

Ia sedikit menceritakan pengalaman lomba WYIE yang dilaksanakan pada 11-13 Mei 2023 di Kuala lumpur, Malaysia lalu.

“Karya tulis ilmiah ini sebenarnya banyak bentuk temanya, mulai dari sains, teknologi, keimuan dan lain sebagainya. Nah topik ini masuk dalam sains, dimana kami mengambil kategori agriculture dengan membuat permen jelly dari lidah buaya, estrak daun jambang dan daun stevia untuk mencegah diabetes pada anak,” paparnya.

Kemudian, tambahnya, dilanjutkan mempelajari pengolahan bahan – bahan alami yang dipelajari saat mata kuliah ilmu bahan pangan dan diterapkan pada pembuatan permen jelly ini. Dari permen ini, menjadi alternatif bagi anak – anak guna mencegah diabetes anak yang akhir-akhir ini angkanya terus meningkat.

“Setelah ini, tentu bukan akhir dari perjuangan saya, justru menjadi awal. Saya ingin mengembangkan potensi saya sambal menikmati dalam mengenyam di bangku kuliah ini. Saat ini saya dan tim berniat untuk menyempurnakan produk kami dan melombakanya di event selanjutnya. Besar harapan kami bahwa produk ini dapat di pasarkan dan bermanfaat bagi banyak orang khususnya sebagai tujuan awal kita untuk menurunkan prevalensi diabetes pada anak,” ungkapnya.

Khoirunnisa berharap, setelah memperoleh prestasi ini harus bisa menjadi lebi hbaik lahi, tidak gampang puas dengan apa yang di dapatkan dan selalu belajar karena sejatinya orang yang beruntung itu adalah orang yang selalu belajar menjadi lebih baik lagi dan lagi.

Menurutnya, dalam keberhasilan ini tidak lepas dari apa yang telah di dapatkan di Pesma KH. Mas Mansur UMS.

“Banyak hal yang saya dapatkan di pesma, bagaimana cara memanajemen waktu, bersosialisasi dengan orang lain dan tentunya bagaimana cara lebih dekat dengan Allah SWT,” tambahnya.

Di Pesma sangat mendukung dari segi rohani dan mentalitas dalam keberhasilan yang diperoleh, salah satu program pesma yang sangat mendukung yaitu adanya english class yang menjadi bekal dalam berkomunikasi di luar negeri.

“Saya berharap semoga pesma menyediakan wadah bagi para mahasantri yang memiliki potensi dalam karya tulis ilmiah agar mahasantri dapat lebih berkembang lagi,” kata Khoirunnisa. (Fika/Humas)

PABELAN – Pesantren mahasiswa (Pesma) Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan penyembelihan hewan qurban pada Senin, (28/6) yang dilaksanakan di sekitar Masjid KH Mas Mansur UMS.

Koordinator pelatihan, Khoirul Latif Rikha Maulana, menyampaikan acara ini dilakukan 2 tahap, yang pertama pada Senin (26/6) lalu dan  tahap ke dua dilaksanakan setelah sholat Idul Adha 1444 H.

“Jadi tahap pertama mahasantri Pesma mendapatkan pelatihan secara teori, dan pelatihan ke dua langsung praktik penyembelihan,” jelas Khoirul.

Poin materi yang disampaikan, lanjutnya, yaitu seputar fiqih penyembelihan, hewan qurban, kesalahan yang dilakukan saat menyembelih, perlengkapan yang dibutuhkan dan persiapan sebelum menyembelih.

Khoirul berharap, pelatihan hewan qurban ini dapat memberi pengetahuan dan wawasan terkait fiqih qurban dan bisa dipraktikan ketika pulang ke kampung halaman masinng-masing.

Pembina penyembelihan qurban Pesma KH Mas Mansur UMS, Dodi Afianto M.Pd., menyampaikan terkait penyembelihan hewan qurban ini penting agar mahasantri Pesma ketika balik ke tempat masing-masing dapat menerapkan ilmunya.

“Selain itu penyembelihan hewan qurban adalah suatu ibadah, maka pelaksanaanya harus sesuai tuntunan,” tegasnya.

Dan ini akan terus di sosialisasikan, karena banyak tamir masjid yang belum mengetahui penyembelihan halal.

“Maka di Pesma kamu datangkan Juru Sembelih halal atau dikenal sebagai JULEHA. Insyaa allah setiap tajun kita akan mengambil narasumber dan pendamping penyembelihan hewan qurban dari JULEHA,” papar Kepala Urusan Kaderisasi dan Dakwah Pesma KH Mas Mansur UMS itu.

Menurtnya, dari ribuan mahasiswa UMS, tidak semua mendapat kesempatan untuk mengikuti patihan penyembelihan hewan qurban secara teori maupun praktik langsung.

“Alhamdulillah Pesma Mas Mansur UMS tahun ini dipercaya menyembelih 13 hewan qurban,” pungkasnya (Fika/Humas)

PABELAN – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) selaku tuan rumah pelaksanaan Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch ke V Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pada Sabtu, (18/02) yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Adhiwangsa Surakarta. Kegiatan monev sebelumnya dilakukan pada bulan Januari lalu.

Tujuan dari kegiatan Monev ini adalah untuk memantau perkembangan peserta MSPP, sekaligus sebagai sarana diskusi antara peserta dengan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, LBIPU UMS dan Pesma UMS.

Pengurus MSPP Diktilitbang PP Muhammadiyah, Nurhadi,Ph.D., menekankan Kembali tujutan dari program MSPP ini adalah untuk membantu peserta MSPP dalam meningkatkan nilai IELTS.

“Saya berharap, setelah selesai mengikuti program MSPP ini, setiap peserta sudah apply atau mendaftar beasiswa ke Universitas yang diinginkan dan meninggu hasilnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bendahara Diktilitbang PP Muhammadiyah, Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan pesan kepada peserta MSPP.

“Semoga apa yang di cita-citakan oleh Bapak dan Ibu terwujud, segera mendapatkan kampus impian, bisa selesai belajar dengan tepat waktu, pulang dengan selamat, serta kembali mengabdi di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” ungkap Kepala Biro Kerjasama Urusan Internasional UMS.

Ketua LBIPU UMS, Dr. M. Thoyibi, M.S., juga memberikan pesan agar peserta MSPP Batch V ini mampu memaksimalkan kegiatan, baik kegiatan akademik di kampus maupun kegiatan Al-Islam Kemuhammadiyahan di Pesma.

Kegiatan ini selain di ikuti dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, juga dihadiri pihak dari Lembaga Bahasa dan Ilmu Pengetahuan Umum (LBIPU) UMS, dan Pesantren Mahasiswa (Pesma) Internasional KH Mas Mansur UMS.

Dalam kegiatan Monev ini, peserta MSPP terbagi menjadi 5 kelompok diskusi dengan masing-masing didampingi dari Diktilitbang dan LBIPU. Selanjutnya, setiap kelompok kemudian menyampaikan hasil diskusi berupa saran terkait proses pembelajaran, persiapan dalam mendaftar beasiswa, maupun logistik penunjang dalam pembelajaran, yang kemudian ditanggapi oleh Diktilibang, LBIPU UMS, maupun PESMA UMS. (Fika/Humas)

Audit internal ISO Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan audit terhadap Pesantren mahasiswa (Pesma) Internasional KH. Mas Mansur UMS yang dilaksanakan pada Senin, (10/7) di Ruang Sidang Pesma UMS. Audit internal UMS dilakukan oleh Dr., Drs., Moechammad Nasir, M.M., dan Dr. Senja Rum Harnaeni, S.T., M.T.

Moechammad Nasir mengungkapkan, audit ISO untuk Pesma KH. Mas Mansur UMS dilakukan dengan pengecekan sesuai standar Internasional ISO yang dibutuhkan.

“Hal ini menunjukkan bahwa Pesma akan memiliki standar Internasional, jadi pelaksanaan kegiatan akan diakui secara Internasional,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah itu penting karena dipilihnya Pesma sebagai salah satu dari sekian unit yang dimiliki UMS. Hal ini juga menunjukkan bahwa Pesma memiliki trust atau kepercayaan sehingga layak untuk diajukan secara Internasional, sehingga diikutkan dalam audit Internasional.

“Nanti audit utamanya itu pada Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ke depan setelah terakui dan mendapatkan sertifikat Internasional dari ISO itu, Pesma harus meningkatkan kualitas maupun kuantitas pelayanan pada Mahasantri,” tegasnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, peningkatan dalam konteks pelaksanaan, proses, maupun pelayanan menjadi aspek penting. Dilihat pada input, proses, output dan outcome menjadi cerminan bahwa Pesma itu betul-betul memiliki kualitas yang baik. Sehingga ini menjadi kekuatan dan daya tarik baik untuk mahasiswa dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pesma UMS, Muamaroh, P.hD., menyiapkan untuk audit ISO ini cukup panjang, mulai dari sosialisasi, pelatihan, dan pembinaan oleh Lembaga Jaminan Mutu (LJM) UMS.

“Pada kesempatan ini Pesma menghadapi auditor dalam upaya lolos sertifikasi ISO secara Internasional. Dalam persiapan ini melibatkan staff dan dewan pengasuh berkenaan bukti fisik, agar semua data bisa terverifikasi dengan baik,” terang Direktur Pesma itu.

Muamaroh berharap, dengan sertifikasi ISO ini Pesma dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan. Selain itu mudah-mudahan Pesma KH. Mas Mansur UMS, menjadi tempat  terbaik serta mampu mencetak generasi muda yang membangun Indonesia, bahkan dunia. (Fika/Humas)

PABELAN – Pesantren Mahasiswa Internasional KH Mas Mansyur UMS kembali mengadakan Akhirussanah Mahasantri yang dilaksanakan di Pesma KH Mas Mansur pada Sabtu, 18 November 2022.

Wakil Rektor Bidang IV UMS Prof. Dr. dr. EM Sutrisna, M.Kes, menyampaikan ucapan selamat kepada mahasantri yang mengikuti Akhirussanah setelah berada di Pesantren Mahasiswa (Pesma) selama 2 tahun

“Pesan kami untuk mahasantri setelah selesai di pondok Pesma akan kembali ke kehidupan yang nyata. Sedangkan di Pesma ini  ibarat hanya laboratorium kecil kehidupan,” papar Wakil Rektor IV

Prof EM mengingatkan agar setelah menyelesaikan pondok, jangan berhenti berbuat baik. Selalu tebarkan kebaikan, khoirunnas anfauhum linnas, yaitu sebaik baiknya manusia yang bermanfaat untuk sesama.

Dalam sambutannya, Direktur Pesma Muamaroh, PhD menyampaikan semoga dapat secepat mungkin menyelesaikan studinya, menjadi pioner disemua aspek.

“Pesantren Mahasiswa ini digembleng untuk mendapatkan ilmu agama, sehingga selain memiliki kemampuan dalam disiplin ilmu sesuai program studi masing-masing. Mahasiswa juga punya bekal ilmu agama,” ungkap Direktur Pesma itu.

Ia berharap, hafalannya terus ditambah lagi, selain itu di Pesma kita belajar membagi waktu dengan baik.

“UMS masuk dalam akreditasi dengan predikat unggul, dan itu hanya bisa dicapai apabila setengah program studinya ter akreditasi A.  Data – data mahasantri yang berada di Pesma, terlebih yang memiliki banyak prestasi menjadi sumbangan yang besar untuk akreditasi baik tingkat Universitas, Fakultas, maupun progam studi,” tambahnya

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walisantri Hj. Dumaeri  menyampaikan banyak terimakasih kepada penyelenggara.

“Disini saya ditunjuk sebagai perwakilan mahasantri, dan kebetulan ini adalah cucu saya, ayahnya sedang berhalangan hadir. Saya merupakan arsip daripada teman-teman saya terdahulu, saya sudah menginjak usia 86,” katanya.

Menurut dia, prinsip di keluarganya yaitu dapat menyekolahkan anak cucu untuk bersekolah di  Muhammadiyah. Jadi semestinya bangga jika kuliah Muhammadiyah.

“Sebagai keluarga Muhammadiyah, harapannya anak cucu cicitnya dapat disekolah ke Muhammadiyah, Insyaa Allah sekolah-sekolah Muhammadiyah ini akan terus maju.”

Ia juga menyampaikan, alhamdulilah semenjak cucunya mondok di pesma,  mau ngimami sholat tarawih, ngimami sholat menggantikan dirinya. (Fika/UMS)

Pesantren Mahasiswa (Pesma) Internasional KH. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan pelatihan leadership dan karakter building untuk mahasiswa guna mengembangkan potensi mereka dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan pada Kamis, (6/7) di Ruang Sidang Pesma KH Mas Mansur UMS.
Direktur Pesma, Muamaroh Ph.D., memperkenalkan staf ahli serti UKM yang ada di Pesma UMS.

“Pesma UMS memiliki Dewan Pengasuh, IMM, ISO, PBC (Pesma Business Mart), Pesma Media Center, Konsulat, serta IKA (Ikatan Alumni) Pesma,” tambahnya.
Menurutnya, Pesma memiliki akses identitas mahasiswa dari setiap jurusan, termasuk informasi tentang lama tinggal di Pesma, semester yang sedang ditempuh, IPK, dan prestasi mahasantri.
“Harapan untuk Pesma UMS yaitu dapat mengembangkan mahasiswa untuk berprestasi dan memberikan dampak positif, terutama dalam karier mahasiswa,” ungkap Direktur Pesma itu.
Selain itu, lanjut dia, mahasiswa yang tinggal di Pesma dapat memaksimalkan proyek-proyek pemerintah dengan menekankan penilaian yudisium melalui pengembangan panca jiwa. Beberapa aspek yang dinilai antara lain sholat berjamaah dan tepat waktu, aktif mengikuti kelas pembelajaran, serta kedisiplinan dalam absensi kembali ke asrama pada jam malam.

Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor III UMS, Ihwan Susila, Ph.D., memberikan panduan mengenai Pelatihan Leadership (kepemimpinan).
“Pentingnya berbuat baik sebanyak mungkin (fastabiqul khairat), karena kebaikan tersebut akan kembali kepada kita saat menghadapi masa-masa sulit. Untuk menjadi pemimpin masa depan yang sukses, diperlukan mindset, skill set, dan tool set yang baik,” tegas WR III UMS itu.
Dia juga mendorong mahasantri untuk memperbaiki pandangan terhadap tantangan dan kesulitan, serta menerima setiap tantangan sebagai peluang untuk inovasi dan kreativitas. Fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan juga menjadi kunci kesuksesan.
“Sepuluh keterampilan atau kemampuan yang harus dimiliki oleh generasi milenial dalam menghadapi tahun 2025, sebagaimana disebutkan dalam Future of Job Report World Economic Forum 2016. Beberapa di antaranya adalah kemampuan memecahkan masalah kompleks, berpikir kritis, kreativitas, manajemen orang, dan kerjasama dengan orang lain,” paparnya.
Pelatihan leadership dan karakter building yang diadakan oleh PESMA KH., Mas Mansur UMS ini, diharapkan dapat memberikan bekal yang kuat bagi mahasiswa dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Diharapkan, melalui pelatihan ini, mahasiswa PESMA KH., Mas Mansur UMS dapat menjadi pemimpin masa depan yang sukses dengan keunggulan akademik dan soft skill yang tinggi.
Dengan adanya acara ini, PESMA KH., Mas Mansur UMS berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi mahasiswa dan membekali mereka dengan keterampilan kepemimpinan dan karakter yang kuat. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah dalam mempersiapkan generasi muda yang berkualitas dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Kabiro Kemahasiswaan UMS, Ir., Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., juga menyampaikan mengenai program dan layanan Biro Kemahasiswaan UMS yang terintegrasi dengan pemeringkatan kemahasiswaan.
“Sebagai penuntut ilmu di Kampus Unggul, mahasiswa adalah orang-orang terpilih (QS. Ali Imran [3:110]). Keunggulan mahasiswa tidak hanya dilihat dari IPK tinggi, melainkan juga kemampuan daya saing dan soft skill,” jelas Kholid.
Oleh karena itu, UMS memperkenalkan mata kuliah life skill yang menyeimbangkan kegiatan akademik dengan pengembangan soft skill. (Fika/Humas)

Pesantren mahasiswa (Pesma) Internasional KH. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan penyusunan Standart Operasional Prosedur (SOP) Mahasantri Luar Negeri pada Selasa, (18/7/2023) yang dilaksanakan di Ruang Sidang Pesma UMS.

Direktur Pesma, Muamaroh, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan pertemuan ini merupakan salah satu agenda penting berkenaan dengan aturan dan kebijakan mahasantri luar negeri dari berbagai negara.

“Sejak Pesma berdiri Tahun 2008, dan sejak 2012 sudah menerima mahasantri asing. Namun dalam perjalanannya, tidak semua tinggal di Pesma. Maka sejak tahun 2014 kami mencoba untuk menata kembali, tidak hanya mahasantri luar negeri, tetapi dalam negeri,” ungkap Direktur Pesma itu.

Tujuan kami mengundang prodi, dekan dan stake holder, tambahnya, agar bersinergi menjadi salah satu unit yang ikut mempertahankan agar UMS tetap menjadi Kampus Unggul.

“Maka kami yakin, dengan urun rembug pembuatan SOP ini mampu menghasilkan peraturan dan kebijakan mahasantri luar negeri, agar ke depan semakin banyak mahsantri luar negeri yang di Pesma. Selain itu, agar bukan hanya secara kuantitas bertambah tetapi secara kualitas dan dampak akan berpengaruh bagi Pesma, UMS maupun masyarakat umum,” paparnya.

Menurutnya, keberadaan mahasantri asing dapat menjadi salah satu indikator dalam perangkingan Internasional.

Wakil Rektor IV, Prof., Em Sutisna., menyampaikan bahwa kegiatan ini bersama-sama membahas SOP berkaitan Al-Islam Kemuhammadiyahan tetapi untuk mahasiswa asing.

“Dengan adanya SOP ini yang kita sesuaikan dengan AIK, harapannya mahasantri dapat tergerak untuk melakukan amal sholeh,” ungkapnya.

Mudah-mudahan, tambahnya, ini menjadi amal jariah dan apabila SOP ini dilaksanakan terus menerus, menjadi amal jariah yang mengalir. (Edwi)

Scroll to Top