International Student Organization (ISO) Pesantren Mahasiswa KH Mas Mansur sukses menyelenggarakan pleno 2. Dengan mengangkat tema, “Pentingnya Evaluasi Guna Meningkatkan Kinrja Organisasi”, kegiatan ini terlaksana di ruang sidang pesma KH Mas Mansur dihadiri oleh seluruh pengurus ISO dan juga para MT (26/11).

Pleno ini berlangsung kurang lebih 13 jam, mulai pukul 9 pagi sampai 10 malam. Petugas acara pada pleno kali ini berasal dari angkatan 23, baik sebagai MC, tilawah dan juga do’a. Acara dibuka dengan lantunan ayat suci al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, Mars ISO dan dilanjutkan sambutan-sambutan. Ketua panitia dan ketua umum ISO periode 2023, Khoirul Lathif Rikha dan Moza Apriliano menyampaikan sambutannya terkait harapan untuk ISO periode 2023 dan juga periode yang akan datang.

Setelah sambutan yang disampaikan oleh keduanya, rapat pleno diambil alih oleh Muhammad Fadhil Manfa selaku pimpinan sidang 1 dan Prima Maulana Ihsan sebagai pimpinan sidang 2. Sidang dimulai dengan pembacaan draft pleno 2 dan tata tertib yang nantinya ditawarkan pada musyawirin.


Penyampaian LPJ Departemen dimulai dari Departemen Bahasa, Departemen Ketakmiran, Departemen Keamanan, Departemen OSK, Departemen Maintanance, Departemen Pengajaran, Departemen IT Doklit, dan terakhir LPJ dari Pimpinan Umum. Acara berjalan cukup kondusif dengan 3 kali skorsing untuk ISHOMA. Seluruh musyawirin berpartisipasi aktif demi terwujudnya kinerja yang lebih baik untuk ISO periode selanjutnya. Tepat pukul 10 malam, LPJ ditutup sempurna oleh penyampaian LPJ PU sekaligus ucapan terimakasih dan permohonan maaf untuk satu periode yang telah diemban. Meski dalam perjalanannya terdapat banyak lika-liku, tetapi cukup maksimal dalam menjalankan kepengurusannya. Presented by : Tim IT Doklit ISO

Pesma.ums.ac.id – Dalam mengembangkan kapasitas dan keterampilan Musrif/Musrifah, Direktur Pesantren Mahasiswa (Pesma) Internasional KH. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS, Dra. Muamaroh, M.Hum., P.h.D., menyampaikan materi penyegaran Musrif/Musrifah Pesma ITS PKU Muhammadiyah.

Dra. Muamaroh, M.Hum., P.h.D., membahas communication skill, teknik konseling, dan diskusi pembentukan struktur organisasi sekaligus penguatan program Pesantren mahasiswa (Pesma).

“5 tips dalam mengembangkan komunikasi, pertama aktif mendengarkan,  menanyakan pertanyaan, mengklasifikasi dan meringkas, fokus pada lawan bicara,  dan berbicara dengan jelas dan ringkas,” ungkap Direktur Pesma UMS Selasa, (21/11). 

Direktur Pesma juga menyampaikan ciri-ciri orang percaya diri, yaitu saat berbicara tersenyum, tenang tidak tergesa-gesa, suaranya lantang tapi pasti, tidak tegang wajahnya, tidak malu dan tidak gugup.

“Dalam Teknik konseling, terdapat sasaran, konseling individu dan konseling kelompok,” tambahnya.

Kemudian, Muamaroh juga menjelaskan pembentukan struktur organisasi Pesma dan penguatan program Pesma yang sudah dilakukan di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

“Dalam mengelola Pesma atau asrama, harus dijadikan sebagai lahan dakwah, beramal jariah, beramal sholeh, berlatih dan belajar,” tegas Dosen UMS itu. (Fika)

Pesma.ums.ac.id – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) KH Mas Mansur, Pondok Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Darul Arqom Dasar (DAD) dengan tema Internalisasi nilai-nilai Trikoda wujudkan kader unggul dan berkemajuan.

Kegiatan DAD berlangsung dengan beberapa rangkaian kegiatan, yang pertama adalah kegiatan screening disusul kegiatan Pra-DAD dan technical meeting, kemudian kegiatan pembukaan stadium general (23/11).

Kegiatan ini dibuka oleh Ust dodi selaku bidang kaderisasi Pondok Pesma KH. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta.

“Belajar tidak hanya ada dibangku sekolahan saja, masuk organisasi juga merupakan salah satu ladang belajar bagi kamu. Jangan sampai hidup dipesma namun minim pengalaman,” pesan Ust dodi dalam sambutannya.

Kegiatan DAD berlangsung selama 4 hari dimulai dari tanggal 23-26 November 2023. Kegiatan bertempat di gedung pestra pesma KH Mas Mansur.

Ketua Umum PC IMM Sukoharjo, Immawati Hani menyampaikan harapannya untuk kader IMM Pesma untuk terus berproses karena kader IMM Pesma merupakan salah satu komisariat yang berpotensi di cabang Sukoharjo. Komisariat IMM Pesma menjadi salah satu modal Internasionalisasi IMM menuju kancah yang lebih luas.

Ketua Panitia Kegiatan DAD pesma, Muhammad Ammar Nashirudin mengungkapkan bahwa DAD merupakan salah agenda besar IMM dan merupakan agenda tahunan di pesma, dibanding dengan komisariat lain, anggota IMM Pesma selalu mendapatkan kader atau anggota yang banyak.

Ammar berharap, semoga dengan diadakan DAD ini, kader-kader IMM pesma memiliki dasar keilmuan yang memadai dan mampuu menyebarkan ilmunya kepada yang lain. (Salis)

PABELAN – Pesantren Mahasiswa KH. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surkarta (UMS) mengadakan Tasyukuran Wisudawan yang dilaksanakan pada Jumat, (22/9) di Masjid KH. Mas Mansur Kampus IV UMS.

Kasubid Kaderisasi, Ust. Dodi Afianto, S.Ag., M.Pd., mengucapkan selamat kepada wisudawan wisudawati yang telah menyelesaikan studi di UMS.

“Malam hari ini, saya mewakili pimpinan KH. Mas Mansur UMS, semoga apa yang sudah dicapai ini bisa menjadi pegangan ketika kembali ke Masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, pendidikan itu akan selalu dibutuhkan sampai kapanpun. Semoga apa yang dipelajari di Pesma ini dapat dijadikan bekal ketika kembali ke masyarakat.

“Selama berproses disini, semoga akan menjadi kenangan yang indah,” tambahnya.

Sekali lagi, selamat kepada wisudawan dan wisudawati, mudah-mudahan sukses dunia dan akhirat.

Dalam kesempatan itu, salah satu wisudawan, Faizal Erlangga mengungkapkan syukur karena telah meraih gelar sarjana.

“Tetaplah belajar, karena nomor satu tugas kita adalah membanggakan orang tua. Selain itu, jangan lupa sholat itu penting,” ujar Faizal.

Wisudawati, Asih Wijayanti menyampaikan kesan selama di Pesma adalah tempat yg tepat utk menjaga sholat dan tilawah kita, sekaligus tempat yang mendukung untuk berbuat kebaikan.

“Niatkanlah segala sesuatu karena alloh, jangan lupa meminta ridho alloh dan ridho orang tua,” pungkasnya.

Selain itu, mahasantri Nuha dari Prodi Akuntansi mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dan semua pihak yang telah membantu dari awal hingga akhir perjalanan ini. (Fika)

PABELAN –Pesantren mahasiswa (Pesma) Internasional KH Mas Mansur, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar serangkaian ‘Khutbatul ‘Arsy, yang merupakan pekan pengakraban mahasantri baru Tahun 2023, terkait kegiatan Pesma.

Kegiatan tersebut diawali dengan Grand Opening (GO) yang dilaksanakan pada Minggu, (10/9) yang bertempat di Community Building, Pesma KH Mas Mansur UMS, Kampus IV.

Direktur Pesma KH Mas Mansur UMS, Muamaroh, Ph.D., memberikan bekal kecakapan mahasiswa abad-21.

“Mahasiswa di masa depan, butuh kecapakapan abad-21: karakter, kewarganegaraan, berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, dan komunikasi,” tegas Direktur Pesma itu.

Menurutnya, mahasantri harus membuat sejarah, bukan hanya menunggalkan cerita dan selalu melakukan yang terbaik.

Ketua Panitia, Muhammad Farhan mengungkapkan kegiatan ini merupakan serangkaian acara yang dimulai dengan adanya Grand Opening Khutbatul ‘Arsy, Pengenalan Organisasi di Pesma, yaitu ISO dan IMM. Kemudian ditutup dengan Grand Closing dengan pertunjukan dari masing-masing konsulat.

“Konsep kegiatan pada hari pertama yaitu, pengenalan secara dasar terkait kegiatan dan peraturan di Pesma. Pada agenda selanjutnya, mahasantri akan dikenalkan dengan organisasi Pesma yaitu International Student Organization (ISO), PK IMM KH Mas Mansur, dan ada pengenalan konsulat dari setiap daerah juga,” papar Ketua Panitia itu.

Farhan juga menyampaikan, mahasantri perdaerah nanti dikumpulkan berdasarkan wilayahnya, kemudian pada saat Minggu ke-3 akan ada pertunjukan dari masing-masing konsulat, yang menjadi ciri khas daerah masing-masing.

“Pada akhir serangkaian kegiatan ini akan di adakan kegiatan outbound, atau games, serta pengumuman bagi konsulat yang masuk kategori paling menarik, yang aktif dan sebagainya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, mahasantri juga dikenalkan kultur pembelajaran akademik yang dapat diperoleh mahasantri di Pesma, salah satunya adanya wadah Pesma Research Center (PRC).

Penanggung jawab PRC Pesma, Luqman Saiful, ST., MT., mengungkapkan, Pesma Research Center ini merupakan wadah sharing, konsultasi dan belajar dalam tugas perkuliahan. Mulai dari diskusi dan konsultasi terkait proposal magang, penelitian dan lain sebagainya.

“Terdapat tiga program PRC yaitu kelas bersama setiap Rabu setelah magrib, konsultasi kelas Senin-Jumat di masjid atau di Pesma Mart dan mahasantri bisa melakukan konsultasi secara online (fleksibel) via whatsapp, maupun email,” paparnya.

Sejauh ini, lanjutnya, Pesma Research Center hampir 75% lebih banyak menangani konsultasi tugas akhir mahasantri.

“Mahasantri Pesma dapat berkonsultasi dengan saya sendiri, maupun Umar El Izzuddin K, S.Si., M.P.W.K., di PRC ketika membutuhkan bantuan. Hal ini dikarenakan, mahasantri lebih banyak waktu yang dihabiskan di Pesma, daripada di kampus, sehingga PRC ini dapat menjadi alternatif, atau penunjang untuk persiapan konsultasi ke dosen pembimbing. ,” tegasnya.

Menurutnya, walaupun di kampus sudah ada dosen pembimbing, akan tetapi waktu bertemu dengan dosen pembimbing sangat terbatas, sehingga ini dapat menjadi solusi alternatif mahasantri semester akhir dalam menyiapkan tugas akhirnya.

Pada Grand Opening Khutbatul ‘Arsy, mahasantri Pesma mendapatkan berbagai materi menarik lainnya seperti materi ke-Pesma-an oleh Dr., Mujazin, S.Pd., M.A., materi administrasi oleh Kurniawan Andika, S. Kom & Rifky Adhin Azhari, S. Pd., Gr, materi tahfidz dan pembelajran Pesma oleh Ahmad Arfian Hafis, S. Ag, materi Implementasi Panca Jiwa Pesma oleh Dodi Afianto, S.Ag., M.Pd., dan terakhir materi IT Pesma disampaikan oleh Agus Riyanto, S.Kom. (Fika/Humas)

Sambutan Prof. Sofyan Anif, M.Si. (Rektor UMS)

PABELAN – Dalam menyambut mahasantri baru 2023, Pesantren Mahasiswa (Pesma) Internasional KH. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan Pertemuan Wali Santri , Minggu,(27/8) di Masjid KH. Mas Mansur UMS.

Rektor UMS, Prof., Sofyan Anif, M.Si., bersyukur karena kegiatan ini dapat menjadi momentum silaturahmi dalam rangka penyatuan visi, antara UMS/ Pesma KH. Mas Mansur UMS dan harapan bapak/ibu wali mahasantri.

“Saya menyambut baik dan apresiasi Direktur Pesma, semangatnya Insya Allah melebihi bapak-bapak. Perkembangan Pondok Mas Mansur semakin berkembang pesat,” ujar Rektor UMS itu.

UMS punya tagline, yang tertulis di gapura pintu masuk kampus 1 yaitu ‘Wacana Keilmuan dan Keislaman’. Dalam kampus bahasa Indonesia wacana adalah impian yang harus diwujudkan.

“Salah satu visinya, Pengembangan IPTEKs Islami, sekaligus memberi arah perubahan. Visi ini sudah diturunkan ke visi Pesma KH Mas Mansur UMS,” jelasnya.

Menurutnya, kekuatan mahasiswa UMS terletak pada IPTEKS sesuai prodi, dan kekuatan spiritual. Pondok pesma ini lebih khusus lagi, dari sekian ribu, seleksinya cukup ketat. Mahasantri yang di Pesma ini menjadi kader inti, yang nantinya akan menjadi kader utama diharapkan Persyarikatan, Umat dan Bangsa. Baik dari aspek bahasa, maupun aspek keagamaan. Tentu ilmu keagamaan bertambah.

“Selain Pesma UMS, juga terdapat Pondok Shobron dan Ma’had Abu Bakar dalam melakukan perkaderan. Strategi yang menjadi persoalan pesantren saat ini yaitu kurangnya ustadz dan ustadzah. Maka kami mencoba menjalin jaringan dengan kader yang sedang kuliah di Timur Tengah untuk membantu persoalan tersebut” ungkapnya.

Setelah dipertemukan di ruang ini, lanjutnya, di satu sisi bu Direktur punya perencanaan pengembangan pembelajaran anak-anak persma, bapak ibu setelah ini aktif menanyakan kepada putra/putri, persoalan apa yang dihadapi.

Sambutan Muamaroh. P.hD (Direktur Pesma)

Dalam kesempatan itu, Direktur Pesma UMS, Muamaroh, Ph.D., mengucapkan selamat datang kepada mahasantri baru Pesma KH. Mas Mansur.

“Hari ini resmi jadi mahasantri KH. Mas Mansyur, semoga Allah memudahkan, terima kasih atas kepercayaannya. Kita sepakat, mengkuliahkan tidak hanya lulus menjadi sarjana, tetapi pemahaman agama juga. Selain itu yang paling utama adalah bahagia di dunia dan akhirat,” ungkap Direktur Pesma UMS itu.

Direktur Pesma juga menyampaikan Panca Jiwa Pesma, yaitu: (1) Keikhlasan (Sincerity); (2) Kejujuran (Honesty); (3) Kerja keras (Hard Work); (4) Tanggung jawab (Responsibility); dan (5) Persaudaraan (Brotherhood).

 

 

“Dalam melakukan pembayaran Pesma, dapat dilakukan secara offline dan online,” tambahnya.

Wakil Wali Mahasantri, Slamet Wiyono,S.Pd., M.Si., menyerahkan dengan ikhlas putra putrinya sebagai mahasantri Pesma KH Mas Mansur, mudah-mudahan diterima dan dibimbing dengan baik.

“Pada hari ini, saya menyerahkan kembali anak saya yang kedua kalinya, setelah anak saya yang pertama masuk tahun 2021 lalu. Alhamdulillah putri saya, yang awalnya takut-takuti sekarang sudah menjadi pemberani dan semakin berprestasi,” paparnya.

 

Dia berpesan untuk mahasiswa, harus aktif di berbagai kegiatan maupun aktif dalam bidang akademik dan mencetak prestasi.

“Harus berani bersusah payah dalam belajar, apabila tidak maka akan menanggung kebodohan sepanjang hayat,” tegasnya. (Fika/Humas)

PABELAN – Pesantren Mahasiswa Internasional (Pesma) KH. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan Rapat Kerja Tahun Ajaran 2023-2024 pada Rabu, (9/8) yang dilaksanakan di Hotel Ramadha.

Dalam kesempatan ini, Direktur Pesma, Muamaroh, Ph.D., mengungkapkan rapat kerja ini membahas seluruh rancangan program kerja Pesma KH. Mas Mansur UMS yang akan dayang dan melakukan evaluasi kegiatan yang telah lalu.

“Satu hal yang membedakan dari Raker sebelumnya yaitu pembahasan fokusan pada bidang media dan bisnis. Pesma akan fokus pada program Pesma Bisnis Center (PBC) dan Pesma Media Center (PMC),” ungkap Muamaroh.

Menurutnya, program tersebut dapat menjadi pusat dalam menggembleng mahasantri, terutama yang memiliki kemampuan dan ketertarikan pada bidang media dan bisnis.

“Mahasantri yang tertarik di media, mereka bisa belajar langsung dengan PMC terkait kepenulisan, fotografer, dan ngonten. Ketika tertarik di bisnis, bisa belajar mangatur Pesma Inn, Pesma Mart dan lain sebagainya,” paparnya.

Dengan demikian, program yang ada di Pesma dapat membekali mahasantri dan ketika lulus bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Kegiatan ini di ikuti oleh pimpinan Pesma, staff Pesma dan Dewan Pengasuhan (DP) Pesma KH. Mas Mansur UMS. (Fika/Humas)

YOGYAKARTA – Tim Pesantren Mahasiswa (Pesma) Internasional KH. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan Rihlah ke Yogyakarta pada Ahad, (05/03).

Kegiatan ini di ikuti oleh pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), International Student Organization (ISO), Dewan Pengasuh (DP), dan staff Pesma.

Sebelum pemberangkatan, Direktur Pesma, Muamaroh, Ph.D., memberikan prakata kepada peserta rihlah untuk bisa menikmati perjalanan ini.

 “Ini merupakan program tahunan, dan rihlah pertama setelah pandemi Covid-19 baru bisa terlaksana kembali,” ungkapnya.

Ini merupakan bentuk apresiasi dari Pesma, lanjutnya, kepada teman-teman yang sudah berkontribusi.

“Organisasi ISO dan IMM ini, seperti kaki kanan dan kaki kiri jadi saling menyeimbangkan dan menopang,” papar Direktur Pesma itu.

Menurutnya, keikhlasan dan totalitas menjadi poin utama dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

“Jangan lupa bahagia, dan nikmati perjalanan,” pesan Muamaroh.

Sebelum pemberangkatan, tidak lupa untuk membaca doa terlebih dahulu yang di pimpin oleh Ustd. Drs. Dodi Afianto, M.Si.

Dalam kesemapatan itu, Ketua Panitia Rihlah, Mega Mauliza menyampaikan bahwa kegiatan ini memang menjadi program kerja ISO dan IMM.

“Pada Rihlah kali ini, mengambil destinasi Yogyakarta karena dirasa lokasinya strategis,” jelas Ketua Panitia itu.

Mega berharap, dengan adanya kegiatan ini mampu merekatkan ukhuwah antar ISO dan IMM sehingga dapat berkolaborasi dengan lebih baik lagi. [Fika/ Huma]

PABELAN – Pesantren Mahasiswa (Pesma) Internasional KH. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima study banding dari Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung secara virtual melalui Zoom Meeting pada Selasa, (07/02).

Direktur Pesma Unisa Bandung, Nur Rohmah S.Ag., M.HSc., menyampaikan sangat berbahagia karena dapat bersilaturahim ke Pesma UMS walaupun secara daring.

“Kegiatan kali ini kami harapkan dapat melakukan sharing terkait bagaimana pengelolaan Pesma KH Mas Mansur,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini selain sharing juga mempererat tali persaudaraan antara UMS dan Unisa Bandung. Sehingga harus banyak belajar dari Pesma UMS, mengingat Pesma Unisa menjadi pesma baru berjalan 3 tahun.

“Ingin berupaya menjadikan pesma yang kami bangun semakin kuat kokoh dan bermanfaat bagi khalayak umat seperti yang sudah dilakukan oleh Pesma UMS,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pesma UMS, Muamaroh Ph.D, menerima dengan senang hati Unisa Bandung untuk bersilaturahim secara online, dan monggo kalau mau ke Solo lagi untuk membawa rombongan.

“Sebelum saya memaparkan beberapa informasi, saya perkenalkan dari Tim Pesma UMS yang membantu dalam mengelola pembelajaran maupun pengelolaan sarana prasarana,” paparnya.

Dalam diskusi tersebut, Direktur Pesma UMS menyampaikan mulai dari kebijakan pengelolaan keuangan, perkaderan asrama, hingga tahapan pencapaian Visi dan Misi Pesma.

“Pesma Internasional juga sudah terdaftar di Kementrian Agama,” tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, berbagai program Pesma KH Mas Mansur juga memiliki berbagai nilai nilai yang ditanamkan kepada sivitas akademika Pesma.

“Seperti panca jiwa (Sincerity, Honesty, Hard Work, Responbility, Brotherhood), 5 budaya pesma (Bangun Pagi & Tidur Malam Cepat, Sholat Jamaah, Baca Al-Qur’an, Belajar dan Olahraga) dan 5B (Bertaqwa, Berakhlaq, Berkontribusi, Berprestasi, dan Berbahagia), terus diinternalisasi agar bukan hanya slogan tetapi di praktikan,” tutur Muamaroh.

Pesma UMS sudah menggunakan digitalisasi dalam sistem yang dijalankan, seperti pada website mypesma.ums.ac.id terkait Sistem Informasi Akademik dan Presensi Online. (Fika/Humas)

Mahasantri Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Akhirussanah ke-6 angkatan 2020 dan 2021, Minggu (18/6) di halaman Kampus IV Fakultas Kedokteran UMS.

Wali santri wisudawan, Muhammad Dzawinnuha, S.Si., menyampaikan alas an menitipkan anaknya di Pesma KH Mas Mansur UMS.

“Kami melihat di Pesma, ditumbuhkan kebiasaan keagamaan seperti tadarus, sholat berjamaah, hafalan dan lain sebagainya. Itu jadi poin tersendiri mengapa kami menitipkan anak-anak kami yang kuliah di UMS, mondok di Pesma UMS,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, kalau dirinya dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), tapi memilih Muhammadiyah.

“Kami yang berasal dari keluarga besar NU mempercayakan Pendidikan di UMS dan memondokkan di Pesma UMS,” paparnya.

Menurutnya, semakin tinggi ilmu dan pengetahuan NU maka semakin dekat dengan Muhammadiyah, begitu pula sebaliknya.

“Semoga orang-orang Muhammadiyah juga Ikhlas memberikan pengajaran kepada kader-kader NU. Besar harapan kami setelah lulus dari Pesma menjadi insan kamil, dapat menebarkan manfaat untuk kejayaan umat, bangsa dan negara,” pungkasnya.

Wakil Rektor IV, Prof. dr. Em Sutrisna, M.Kes. mengungkapkan rasa Syukurnya pada Akhirussanah ke-6 ini memiliki banyak prestasi akademik maupun non akademik.

“setelah keluar dari Pesma inilah tantangan sesungguhnya. Kehidupan di pondok itu ideal, tetapi di luar merupakan kehidupan factual. Semoga tetap memegang teguh nilai-nilai di Pesma,” paparnya.

Direktur Pesma KH Mas Mansur UMS, Muamaroh, Ph.D., mengungkapkan terima kasih kepada wali santri yang telah mempercayakan putra-putri nya untuk dibina di Pesma KH Mas Mansur UMS.

“Saya mewakili pimpinan, juga mengucapkan permohonan maaf apabila dalam mendidik mahasantri masih banyak kurang, tetapi kami sudah melakukan dengan maksimal,” tambahnya.

Direktur Pesma berharap, tetaplah menjadi baik, berkontribusi menerapkan nilai-nilai yang sudah dilakukan di Pesma. Semoga menjadi amal jariah dan menjadi bekal untuk melanjutkan kehidupan berikutnya. (Fika/ Humas)

Scroll to Top