SURAKARTA
 – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Pesantren Mahasiswa Internasional KH. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (Pesma UMS) baru-baru ini menggelar kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) pada 14 – 17 November 2024. Acara ini diikuti oleh sekitar 105 peserta mahasantri angkatan 2024, baik ikhwan maupun akhwat yang diselenggarakan di Asrama Putra serta Masjid Pesma KH. Mas Mansur.

Dengan tema “Cultivating IMM Ideology to Build Young Leaders”, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman ideologi IMM dalam membentuk pemimpin masa depan yang berkarakter dan berkompeten.

Kegiatan ini dimulai dengan Studium Generale pada Kamis, 14 November 2024, yang menghadirkan Muh. Taufiq Ulinnuha, Instruktur Madya IMM Jawa Tengah dan eks-Trainer DAP IMM Sulsel 2022.

Dalam pemaparannya, Taufiq menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai IMM, serta pemahaman mendalam mengenai Tri Kompetensi Dasar (Trikoda) IMM yang terdiri dari Keislaman, Kemuhammadiyahan, dan Ke-IMM-an. Dia mengatakan, Trikoda IMM adalah fondasi yang kuat dalam membentuk karakter kader dan pergerakan yang berkesinambungan.

“Sebagai kader IMM, kita harus bisa memahami dan menginternalisasi nilai-nilai dasar tersebut, karena mereka akan menjadi kekuatan dalam setiap langkah pergerakan kita,” tambahnya.

Direktur Pesma KH. Mas Mansur UMS, Dr. Muamaroh, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkaderan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dalam setiap organisasi sebagai langkah untuk memastikan kelangsungan kepemimpinan di masa depan.

“Setiap kader IMM harus siap untuk menjadi pemimpin yang memimpin dengan hati, penuh tanggung jawab, dan memiliki visi yang jelas untuk umat,” tegasnya.

Setelah pengukuhan, acara ditutup dengan kegiatan fisik seperti senam dan outbound yang bertujuan mempererat kekompakan dan semangat kebersamaan antar peserta.

Dr. Muamaroh berharap melalui DAD ini, para peserta tidak hanya memahami nilai-nilai IMM secara teoritis, tetapi juga dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai kader Muhammadiyah yang berkemajuan.

“Kader yang lahir dari IMM harus mampu menjadi pemimpin yang dapat membawa perubahan positif bagi umat dan bangsa,” tambahnya.

Selain itu, Ketua Umum PK IMM Pesma UMS 2024, IMMawan Tanwir Raif, dan Ketua Umum PC IMM Sukoharjo, IMMawan Izzul Khaq, turut memberikan sambutan dan motivasi kepada seluruh peserta, mengingatkan pentingnya semangat dalam menggelorakan pergerakan IMM di lingkungan masing-masing.

Selama empat hari, DAD IMM dilaksanakan di enam ruang yang telah disiapkan, termasuk ruang kelas, ruang panitia, ruang instruktur, dan ruang khusus akhwat. Setiap hari diawali dengan aktivitas rohani seperti shalat tahajud berjamaah dan kajian, dilanjutkan dengan materi tentang Keislaman, Kemuhammadiyahan, Ke-IMM-an, serta Filsafat Dasar.

“Setiap materi yang diberikan diakhiri dengan diskusi kelompok untuk memperdalam pemahaman dan menjalin komunikasi yang lebih baik antar sesama kader,” jelas IMMawan Roy Krisna, Instruktur Master of Training, Jumat (22/11).

Pada hari kedua, peserta mengikuti rangkaian aktivitas yang mendalam, seperti sholat subuh berjamaah dan setoran ayat-ayat perkaderan. Materi yang disampaikan pada hari itu lebih berfokus pada kepemimpinan dan gerakan mahasiswa, di mana para peserta melakukan simulasi demonstrasi untuk memperkenalkan dan mengasah pemahaman mereka tentang pergerakan mahasiswa.

“Gerakan mahasiswa adalah gerakan yang penuh dengan tantangan, oleh karena itu penting bagi kita untuk memahami setiap aspek kepemimpinan dan kemampuan bergerak dalam kolektif yang solid,” ujar IMMawan Tanwir Raif.

Hari ketiga menjadi puncak kegiatan dengan prosesi pengukuhan peserta di depan Masjid KH. Mas Mansur. Sebelum pengukuhan, peserta melaksanakan sesi refleksi dan berkeliling ke beberapa pos untuk menilai sejauh mana pemahaman mereka tentang materi yang telah dipelajari selama kegiatan.

“Proses refleksi ini penting untuk memastikan setiap peserta dapat mengevaluasi sejauh mana mereka telah menyerap dan memahami nilai-nilai yang telah diajarkan,” kata IMMawan Roy Krisna.

Dengan demikian, DAD IMM 2024 diharapkan dapat mencetak pemimpin muda yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam masyarakat. (Fika/Humas)

Surakarta – Pondok Pesantren Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta sukses menggelar acara Dauroh Tahsin yang ditujukan bagi mahasantri Pesma untuk lebih dekat lagi dengan Al-Qur’an dengan memperdalam dan menyempurnakan bacaan AlQur’an. Rangkaian acara dikemas dalam dua hari tanggal 23-24 November 2024, diawali dengan kegiatan kajian Dauroh Tahsin, bertempat di masjid KH Mas Mansur yang disampaikan oleh Ust. Edi Sumianto, S.Pd.I seorang trainer nasional dan penulis buku. Beliau mengajarkan tentang penulisan dan bacaan angka arab maupun huruf arab, serta praktek membaca huruf hijaiyah yang benar. Dilanjutkan dengan parade tasmi 10 juz Al-Qur’an yang dilantunkan oleh teman-teman zona tahfidz Pesma, dimulai dari ba’da zuhur hingga menjelang sore. Tasmi akhwat dilaksanakan di Komisariat IMM Pesma, sedangkan tasmi ikhwan di masjid KH Mas Mansur.

Malam hari ba’da magrib terdapat sesi “Sharing With Qur’an – Bahagianya Bersahabat Dengan Al-Qur’an”, bersama dr. Nabil Nawal Syarif. Beliau merupakan alumni Pesma yang sudah tahfidz Qur’an dan sekarang berprofesi sebagai dokter, sekaligus mengabdikan dirinya disalah satu pondok pesantren karena beliau sadar penuh bahwa apa yang beliau dapatkan bukan lain dan bukan hal karena Allah SWT. Pengalaman beliau pernah mengajar Al-Qur’an kepada beberapa Ibu kesehatan saat dalam proses pendidikan S1. “Kita harus selalu menekankan untuk meluangkan waktu berinteraksi dengan Al-Qur’an, bukan mencari waktu luang untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an, dan disetiap episode kita harus melibatkan Allah SWT”, tegas dr. Nabil Nawal Syarif, Sabtu (23/11/24).

Suatu hal yang menarik pada pembeda acara Dauroh Tahsin tahun ini, yaitu terdapat sesi Sharing With Qur’an yang bertujuan untuk memotivasi mahasantri Pesma dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, karena jika hanya diajarkan tentang ilmu tahsin saja belum cukup. Terpilihnya dr. Nabil Nawal Syarif sebagai pemateri sesi Sharing With Qur’an karena diharapkan beliau dapat menjadi teladan bagi mahasantri Pesma, dengan kesibukan dr. Nabil yang menumpuh pendidikan di prodi kedokteran dan aktif organisasi tetapi beliau bisa menjaga hafalan Al-Qur’an. Pemilihan pemateri kajian Dauroh Tahsin, Ust. Edi Sumianto, S.Pd.I dilatarbelakangi karena beliau merupakan penulis buku Smart Tahsin yang dipakai mahasantri Pesma dalam belajar tahsin,sekaligus beliau bisa mengajarkan secara langsung sehingga mahasantri Pesma terbantu dalam proses belajar tahsin.

Persiapan sebelum acara Dauroh Tahsin tentunya seperti pembagian jobdesk kepantian pada umumnya. Parade tasmi 10 juz Al-Qur’an menekankan mahasantri Pesma yang tergabung dalam program zona tahfidz harus mempersipakan muroja’ah hafalan Al-Quran, karena tasmi mengusahakan untuk tanpa melihat Al-Qur’an dan diharapkan dapat berjalan dengan lancar. Tantangan tersendiri dalam menggelar acara Dauroh Tahsin ini dilatarbelakangi dari kesibukan mahasantri Pesma yang berbeda dan untuk menggerakkan hati supaya lebih dekat dengan AlQur’an itu tidak mudah karena perlu niat dari masing-masing individu.

Menurut Jabran Ilham Sari, mahasantri Pesma yang tergabung dalam program zona tahfidz, mengungkapkan bahwa “Secara keseluruhan, acara ini menyenangkan dan pasti bermanfaat karena dapat belajar tahsin bersama penulis bukunya langsung dengan penyampaian yang mudah dipahami. Pemateri juga banyak berinteraksi dengan peserta sehingga tidak monoton. Ada juga sesi sharing bersama dr. Nabil yang ga kalah seru. Benefit yang ditawarkan sangat banyak. Rasanya seharian itu menjadi lebih dekat dengan Al-Qur’an, karena sejak pagi kegiatan dimulai dengan belajar tahsin, kemudian menyimak teman yang tasmi’ dari siang-sore, dan dilanjut dengan sharing Al-Qur’an setelah maghrib. Semua materi tentunya bermanfaat ya, tapi aku lebih enjoy ketika sesi sharing bersama dr. Nabil karena sesuai banget dari cerita beliau sebagai mahasiswa dan mahasantri yang sibuk tapi juga tetap memiliki waktu tersendiri untuk muroja’ah. Harapan saya tentunya lebih semangat lagi dalam belajar tahsin, memperbaiki bacaan yang mungkin selama ini kurang tepat. Lebih termotivasi lagi untuk terus memuroja’ah atau menjaga hafalan karena itu menjadi tanggung jawab dan kewajiban sebagai penghafal AlQur’an”, Senin (25/11/24).

Serangkaian Acara Dauroh Tahsin ini ditutup dengan tahajud jam’i pada tanggal 24 November
2024 dini hari.
Penulis : Siti Nurul Hidayati

Penulis : Nauval Aldilano A. Arwa Kananta (Kabid Riset Pengembangan Keilmuan periode 2024)

Kenapa sih dengan subuh? Kenapa kita terlalu mempermasalahkan nya? Toh kalau pun tidak bisa bangun subuh tepat waktu dan berjamaah minimal penting kita tetap melaksanakan nya kan? Dan juga penting sholat 5 waktu yang lain tetap terlaksana syukur syukur bisa ke masjid, jadi kenapa hanya mempermasalahkan sholat subuh?

Mungkin hal itu ada benarnya dan mungkin ya memang begitu adanya, kenapa kita hanya mempermasalahkan sholat subuh nya saja, tidak dengan sholat yang lainnya, apakah ada suatu keistimewaan di dalam sholat dan waktu subuh itu dibanding dengan sholat dan waktu lainnya? Yukk simak pembahasan ini sampai selesai
Memahami sholat subuh bukan hanya sebagai sholat yang dilakukan di pagi buta, akan tetapi coba kita maknai sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada sang pencipta atas kesempatan yang diberikan untuk dapat hidup kembali setelah sebelummnya kita tertidur dan ruh kita berada di genggaman Allah SWT, yang mana bukankah itu berarti kita bisa bangun atau tidak nya sholat subuh juga bergantung kepada Allah? Memang benar, karena hakikat nyawa kita berada di tangan Allah SWT, lantas berarti tidak salah dan berdosa dong kalau kita tidak bisa bangun untuk melaksanakan sholat subuh tepat waktu? Gimana ya menjawab nya, memang nyawa kita berada di tangan Allah akan tetapi kita sebagai manusia diberikan hak oleh Allah untuk dapat memilih dan berusaha, jadi kalau kita di malam hari bermain HP sampai pukul 3 pagi dan baru tidur pukul 4 pagi nya lantas tidak bisa bangun sholat subuh berjamaah, so? Coba pikir dan renungkan.
Kembali ke topik pembahasan kita mengenai keistimewaan dan dahsyatnya melaksanakan sholat subuh tepat waktu dan secara berjamaah di masjid, mungkin kita akan coba lihat dari dua macam perspektif, yaitu dari perspektif agama dan kesehatan, baik langsung saja disimak baik baik yaa.
Aspek Agama, kalau sudah berkaitan dengan agama jangan di tanya lagi seperti apa penting nya sholat subuh ini, sholat subuh itu sendiri termasuk ke dalam sholat wajib yang harus di lakukan tiap hari nya oleh setiap orang yang mengaku dirinya muslim serta sudah baligh, dan yang nama nya sholat wajib maka jika di tinggalkan hukum nya adalah dosa, selain itu, waktu subuh merupakan waktu di mana para malaikat sedang melakukan pergantian shift jaga, sehingga salah satu keutamaan lainnya adalah sholat ini di saksikan oleh para malaikat seperti yang tertera dalam surah Al-Isra ayat 78 yang berbunyi, “ Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra’: 78).
Selain itu, sholat subuh ini menjadi pembeda antara seorang muslim yang sebenar-benar nya dengan orang yang munafik, seperti di jelaskan dalam sebuah hadits yang berbunyi, ”Tidak ada Sholat yang lebih berat (dilakukan) bagi orang munafik daripada sholat Subuh dan juga sholat Isya. Seandainya mereka mengetahui (keutamaan) yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan melakukannya kendati dengan merangkak. Sungguh aku telah hendak memerintahkan kepada petugas azan untuk iqamat (Shalat) kemudian aku mengambil bara api dan kemudian membakar (rumah) orang yang belum tidak keluar melaksanakan Shalat (di masjid).” (HR. Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah).
Gimana setelah mengetahui keistimewaan sholat subuh berjamaah dari segi agama nya, ya meskipun itu baru beberapa saja, mulai bersemangat untuk berusaha melaksanakan sholat subuh secara berjamaah? Jika masih belum, mari simak ke pembahasan dari aspek kesehatan.
Aspek Kesehatan, melaksanakan sholat subuh berjamaah erat kaitannya dengan bangun pagi, dan bangun pagi sendiri memiliki banyak sekali manfaat di dalam nya, baik bagi kesehatan fisik maupun kesehatan mental kita. Coba bayangkan ketika kita mendengar adzan subuh, lantas mengambil air wudhu, dan berjalan menuju masjid, menurut kalian apakah perilaku yang terkesan sederhana tersebut memang sesederhana kelihatan nya? Mari kita bahas satu per satu bagaimana dampak nya bagi kesehatan fisik dan mental kita.
Ketika kita bangun di waktu adzan subuh atau bahkan sebelum itu, mungkin kita merasa masih mengantuk dan rasanya ingin tidur kembali, akan tetapi di situlah tantangan nya, ketika kita bergelut dengan batin kita untuk menentukan siapa raja sebenanrnya dari diri ini, tatkala kita mampu menguasai diri kita dan tersadar untuk segera melaksanakan sholat subuh, disitulah otak akan merespon dengan cepat apa tindakan yang harus dilakukan setelah nya, dan dari tindakan sederhana itu saja dampak untuk diri kita sudah begitu luar biasa, utamanya terhadap kognitif dan konsentrasi kita, setelahnya kita ambil air wudhu dan mempersiapkan diri dengan pakaian terbaik yang kita miliki, dari hal ini melatih kita kaitannya dengan motorik kasar dan halus secara tidak sadar, selain itu air dingin di pagi hari membantu untuk memperlancar sirkulasi darah kita, sehingga dapat membantu membuat kulit kita lebih cerah, glowing, dan tampak segar, siapa coba yang tidak mau?, gratisss dan hanya bermodalkan air wudhu di pagi hari saja. Menarikk bukan? Oke setelah itu kita berangkat ke masjid dengan berjalan kaki sembari menikmati udara segar di pagi hari, apakah terdapat sesuatu yang istimewa? Tentu, mari simak pembahasan berikut nya.
Ketika kita berjalan menuju masjid di pagi buta dengan berjalan kaki, secara tidak langsung itu membantu melancarkan metabolisme di dalam tubuh kita, karena aliran darah mengalir dengan lebih lacar ketika kita berjalan kati, selain itu, kondisi udara di pagi hari yang masih fresh dan sedikit polusi akan membantu meningkatkan mood kita di pagi hari, dan puncak nya ketika kita sampai di masjid dan melaksanakan sholat subuh berjamaah kita dalam kondisi segar dan bugar, sehingga kita dapat melaksanakan sholat subuh secara lebih khusyuk dan penuh kekhidmatan sebagai ungakpan rasa syukur kita kepada Tuhan Semesta Alam, Allah SWT.
Gimana? Mulai tertarik dan bersemangat untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah? Semoga hidayah dan rahmat selalu menyertai kita, sehingga kita dimudahkan agar dapat selalu melaksanakan sholat subuh berjamaah di rumah-Nya, karena bangun subuh ini menjadi kunci keberkahan waktu kita dalam satu hari tersebut, jika sholat subuh kita masih sering terlambat, maka banyak hal yang mungkin terlewat bagi kita, seperti yang pepatah jawa katakan, “Wis isuk, wayahe tangi. Jagone wis kluruk. Nek ora tangi mengko rejekimu dicucuk pithik.”. Jadi mari berusaha untuk selalu dapat bangun pagi dan melaksanakan sholat subuh secara berjamaah, agar dipermudah dan dilancarkan segala urusan, serta rezeki kita tidak di maka ayam.
Daftar Pustaka
Fadli, R. (2024, Januari 19). 12 Manfaat Mandi Pagi dengan Air Dingin untuk Kesehatan. Halodoc. https://www.halodoc.com/artikel/12-manfaat-mandi-pagi-dengan-air-dingin-untuk-kesehatan?srsltid=AfmBOooC8bR1R4HRTRTJqkk7Hrr8FpD5wUW3ZmyQixeVhqSfPt-dEJIh
Makarim, F. R. (2022, Juli 06). Catat, Ini 6 Manfaat Bangun Pagi bagi Mental dan Fisik. Halodoc. https://www.halodoc.com/artikel/catat-ini-6-manfaat-bangun-pagi-bagi-mental-dan-fisik?srsltid=AfmBOorB_wmwKfC50Rlb6p4Bo5XaBXMgmC3l3MetWn-oM3s0UbfthyuK
Tim Medis Siloam Hospitals. (2024, Agustus 22). 7 Manfaat Bangun Pagi untuk Fisik dan Mental, Wajib Tahu!. Siloam Hospitals. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/manfaat-bangun-pagi
Nurul Hayat. Keutamaan Sholat Subuh yang Wajib Diketahui Umat Muslim. Yayasan Nurul Hayat. https://nurulhayat.org/keutamaan-sholat-subuh/#:~:text=Disaksikan%20Oleh%20Para%20Malaikat&text=Karena%20ketika%20waktu%20subuh%20tiba,siang%20hari%20turun%20ke%20bumi.

Zalia Fatikha Rahma (Sekbid Riset Pengembangan Keilmuan periode 2024)

Hipertensi sering disebut dengan istilah penyakit Silent Killer atau dapat dikatakan sebagai penyakit yang diam-diam mematikan, sebab penyakit ini sering muncul tanpa adanya gejala. Dan kebanyakan orang baru menyadari ketika sudah dalam kondisi yang parah atau komplikasi.
Tingginya angka morbiditas dan mortalitas menjadikan hipertensi sebagai kondisi medis yang berbahaya. World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 29% populasi global akan menderita hipertensi pada tahun 2025 (Suprayitno, 2019).
Menurut data kesehatan tahun 2018, sekitar sepertiga (34,1%) penduduk berusia dewasa di Indonesia menderita tekanan darah tinggi. Provinsi Kalimantan Selatan memiliki angka penderita tertinggi, sedangkan Papua memiliki angka terendah. Sayangnya, banyak penderita hipertensi yang tidak mengetahui kondisi mereka. Bahkan dari mereka yang sudah tahu, masih banyak yang tidak rutin minum obat (Lukitaningtyas & Cahyono, 2023).

Apa Itu Hipertensi?
Hipertensi atau darah tinggi adalah suatu kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah di atas nilai normal. Kondisi ini dapat disebabkan karena beberapa faktor yang tidak bekerja dengan baik sehingga tekanan darah tidak bisa terjaga normal.Berdasarkan beberapa standar pemeriksaan, hipertensi terdiagnosis ketika tekanan darah saat jantung berkontraksi (sistolik) mencapai 140 mmHg atau lebih tinggi, atau ketika tekanan darah saat jantung berelaksasi (diastolik) mencapai 90 mmHg atau lebih tinggi (Unger et al., 2020). Meskipun demikian, tekanan darah sistolik umumnya dianggap sebagai indikator utama dalam mendiagnosis hipertensi.

Penyebab Hipertensi
Berdasarkan etiologinya, hipertensi dapat diklasifikasikan menjadi hipertensi primer dan sekunder. Sebagian besar kasus hipertensi (sekitar 95%) termasuk dalam kategori primer, di mana penyebab pastinya belum diketahui. Sementara hipertensi sekunder adalah manifestasi dari penyakit utama, seperti gangguan ginjal atau adrenal (Tika, 2021).

Faktor Risiko Hipertensi
Faktor penyebab tekanan darah tinggi dibedakan menjadi dua kelompok. Pertama, faktor yang bisa kita ubah, seperti berat badan berlebih (obesits), merokok, konsumsi alkohol dan garam yang berlebih, kurangnya aktivitas fisik, kurang tidur, dan stres. Kedua, faktor yang tidak bisa kita ubah, seperti jenis kelamin, genetik, dan usia.
Faktor Risiko yang dapat Diubah
1. Obesitas
Ketika seseorang mengalami kegemukan, tubuh berusaha untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat. Hal ini menyebabkan pembuluh darah membesar untuk menampung aliran darah yang lebih banyak. Namun, pembesaran pembuluh darah yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan tekanan darah dan menyebabkan hipertensi (Zhang et al., 2019).
2. Merokok
Penelitian menunjukkan bahwa merokok sangat berkaitan dengan penyakit darah tinggi. Semakin banyak rokok yang dihisap, risiko terkena darah tinggi semakin besar. Rokok mengandung zat (nikotin) yang membuat tubuh menghasilkan hormon adrenalin. Hormon ini lah yang membuat pembuluh darah menjadi lebih sempit, sehingga tekanan darah naik (Al, 2020).
3. Stress
Ketika kita stres, tubuh melepaskan hormon adrenalin yang mempersiapkan tubuh untuk menghadapi situasi berbahaya. Akibatnya, jantung kita jadi berdenyut lebih kencang dan terjadi penyempitan pembuluh darah, oleh karena itu tekanan darah menjadi meningkat. Jika stres berkepanjangan, tubuh tidak dapat beradaptasi dan dapat menyebabkan hipertensi (Kartika et al., 2021).
4. Konsumsi Alkohol dan Garam berlebihan
Minum alkohol terlalu banyak dapat memicu hipertensi. Alkohol membuat darah menjadi lebih asam dan kental, sehingga jantung harus bekerja ekstra keras. Selain itu, alkohol juga meningkatkan hormon stres yang membuat tekanan darah naik. (Mega et al., 2019).
Konsumsi garam berlebih adalah salah satu penyebab utama hipertensi. Garam mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh, sehingga volume darah meningkat dan tekanan pada pembuluh darah ikut naik. Penelitian menunjukkan bahwa mengurangi asupan garam sangat efektif dalam mencegah hipertensi (Ariyani, 2020).
5. Aktivitas Fisik Rendah
Aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga tekanan darah. Aktivitas fisik yang rendah dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan kuat, sehingga meningkatkan tekanan pada pembuluh darah dan memicu hipertensi. Selain itu, kurang gerak juga bisa menyebabkan obesitas dan penyempitan pembuluh darah, yang dapat berpengaruh terhadap hipertensi (Harahap et al., 2018).
6. Kualitas Tidur
Kurang tidur dapat mengubah sistem saraf otonom, menyebabkan penurunan aktivasi parasimpatis dan peningkatan aktivasi simpatis, sehingga meningkatkan tekanan darah (Shaumi & Achmad, 2019).

Faktor Risiko yang tidak dapat Diubah
1. Usia
Usia yang semakin tua menyebabkan pembuluh darah menjadi kurang elastis. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga tekanan darah meningkat. Inilah salah satu faktor utama penyebab hipertensi pada lansia (Wulandari et al., 2023).
2. Jenis Kelamin
Pria dan wanita punya risiko darah tinggi yang berbeda. Pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hipertensi pada usia muda dan paruh baya. Sebaliknya, pada wanita, risiko hipertensi meningkat secara signifikan setelah menopause, yang diduga terkait dengan perubahan hormonal (Lukitaningtyas & Cahyono, 2023).
3. Genetik
Sebuah gen tunggal (monogenik) yang mengubah protein ginjal dan mengganggu regulasi natrium mungkin menjadi sumber faktor genetik yang menyebabkan hipertensi, atau sejumlah besar gen (poligenik) yang mempengaruhi berbagai sistem tubuh, termasuk renin-angiotensin-aldosteron, sistem kekebalan tubuh, peradangan, dan jalur sinyal sel, dapat meningkatkan risiko hipertensi (Shaumi & Achmad, 2019).

Gejala Hipertensi
Hipertensi seringkali bersifat asimtomatik, artinya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Ketika muncul gejala, biasanya berupa keluhan umum seperti sakit kepala, pusing, atau kelelahan. Namun, gejala-gejala ini tidak khas untuk hipertensi sehingga seringkali terlambat didiagnosis. Komplikasi hipertensi baru muncul ketika kerusakan organ sudah cukup parah (Tika, 2021).

Apa yang terjadi jika darah tinggi dibiarkan begitu saja?
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Beberapa di antaranya adalah:
1. Stroke: Pembuluh darah di otak yang terkena tekanan darah tinggi dalam jangka panjang bisa melemah dan pecah, atau tersumbat oleh gumpalan darah. Akibatnya, sel-sel otak tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi, sehingga menyebabkan stroke. Gejala stroke meliputi: tiba-tiba merasa pusing, kesulitan berbicara, kelemahan pada satu sisi tubuh, dan kehilangan kesadaran.
2. Serangan Jantung: Darah tinggi yang terus-menerus bisa merusak pembuluh darah jantung, menyebabkan penyumbatan dan pembentukan bekuan darah. Akibatnya, aliran darah ke jantung terganggu, sel-sel jantung kekurangan oksigen, dan terjadi serangan jantung.
3. Gagal Ginjal: Tekanan darah tinggi yang berkepanjangan dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal. Kerusakan ini dapat menyebabkan protein bocor ke dalam urine dan mengganggu fungsi ginjal secara keseluruhan. Jika tidak segera diatasi, kerusakan ginjal akibat hipertensi dapat menyebabkan gagal ginjal kronis (Krisma Prihatini & Ns. Ainnur Rahmanti, 2021).

Pencegahan Hipertensi
Untuk mencegah hipertensi, kita bisa menerapkan gaya hidup CERDIK yang dianjurkan Kemenkes:
1. Cek kesehatan secara rutin
2. Enyahkan asap rokok
3. Rajin aktivitas fisik
4. Diet seimbang
5. Istirahat cukup
6. Kelola stres

DAFTAR PUSTAKA
Al, S. et. (2020). Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia. Jppkmi, 1(186), 2.
Ariyani, A. R. (2020). Kejadian Hipertensi pada Usia 45-65 Tahun. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 4(3), 506–518.

Harahap, R. A., Rochadi, R. K., & Sarumpae, S. (2018). Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Laki-Laki Dewasa Awal (18-40 Tahun) Di Wilayah Puskesmas Bromo Medan Tahun 2017. Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan, 1(2), 68–73. https://doi.org/10.24912/jmstkik.v1i2.951

Kartika, M., Subakir, S., & Mirsiyanto, E. (2021). Faktor-Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Hipertensi. Jurnal Kesmas Jambi, 5(1), 1–9.

Krisma Prihatini, & Ns. Ainnur Rahmanti. (2021). Penerapan Terapi Relaksasi Autogenic Terhadap Penurunan Insomnia Pada Pasien Hipertensi Di Kota Semarang. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 1(3), 45–54. https://doi.org/10.55606/jrik.v1i3.39

Lukitaningtyas, D., & Cahyono, E. A. (2023). HIPERTENSI; ARTIKEL REVIEW. Pengembangan Ilmu Dan Praktik Kesehatan, 2(2), 100–117. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.56586/pipk.v2i2.272

Mega, A., Riwu, Y. R., & Regaletha, T. A. L. (2019). Hubungan Konsumsi Laru dengan Kejadian Hipertensi di Desa Penfui Timur. Media Kesehatan Masyarakat, 1(2), 39–48. https://doi.org/10.35508/mkm.v1i2.1937

Shaumi, N. R. F., & Achmad, E. K. (2019). Kajian Literatur: Faktor Risiko Hipertensi pada Remaja di Indonesia. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 29(2), 115–122. https://doi.org/10.22435/mpk.v29i2.1106

Suprayitno1, E. (2019). Gambaran Status Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Desa Karanganyar Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan), 4(2), 20–24. https://doi.org/10.24929/jik.v4i2.799

Tika, T. T. (2021). Pengaruh Pemberian Daun Salam (Syzygium polyanthum) Pada Penyakit Hipertensi. Jurnal Medika, 03(01), 1260–1265. http://www.jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/download/263/177

Unger, T., Borghi, C., Charchar, F., Khan, N. A., Poulter, N. R., Prabhakaran, D., Ramirez, A., Schlaich, M., Stergiou, G. S., Tomaszewski, M., Wainford, R. D., Williams, B., & Schutte, A. E. (2020). 2020 International Society of Hypertension Global Hypertension Practice Guidelines. Hypertension, 75(6), 1334–1357. https://doi.org/10.1161/HYPERTENSIONAHA.120.15026

Wulandari, A., Sari, S. A., & Ludiana. (2023). Penerapan Relaksasi Benson Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Rsud Jendral Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2022. Jurnal Cendikia Muda, 3(2), 163–171.

Zhang, Z., Dong, B., Li, S., Chen, G., Yang, Z., Dong, Y., Wang, Z., Ma, J., & Guo, Y. (2019). Exposure to ambient particulate matter air pollution, blood pressure and hypertension in children and adolescents: A national cross-sectional study in China. Environment International, 128(April), 103–108. https://doi.org/10.1016/j.envint.2019.04.036

 


Sukoharjo, 6 Oktober 2024 — Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH.Mas Mansur UMS. secara resmi membuka acara tahunan Pesma Games dengan tema “Solid Untuk Menang, Bersama Kita Bisa” .Dalam rangka grand opening, acara tahun ini menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) untuk menyelenggarakan kegiatan donor darah yang diikuti oleh mahasantri dan umum. Kegiatan donor darah berlangsung pada tanggal 5 Oktober 2024 di ruang B2 dan B3 gedung Pesma KH Mas Mansur Putra. Pada tanggal 6 Oktober 2024, serangkaian kegiatan ini dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi oleh Direktur Pesma KH Mas Mansur, Ibu Muammarah, Ph.D.

Acara Pesma Games akan berlangsung dari tanggal 5-20 oktober 2024. Cabang Lomba yang akan dilombakan pada kegiatan ini total berjumlah 9 cabang lomba, terdiri dari lomba adzan, kaligrafi, Tahfidz, bulutangkis, tenis meja, estafet lari, tarik tambang, E-Sport, dan yang terakhir adalah futsal. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasantri pesma KH Mas Mansur.

Pada saat membuka acara Pesma Games ini, Direktur Pesma KH Mas Mansur, Ibu Muammarah, Ph.D. menyampaikan pesan bahwa pesma games ini dapat dijadikan sebagai ajang saling berlomba dalam kebaikan dan juga untuk bahan belajar untuk kehidupan di kemudian hari, “bisa jadi hari ini mengurus dan mengikuti pesma games, besok 5 atau 10 tahun lagi mengurus atau mengikuti Sea Games. semua itu dimulai dari langkah-langkah kecil yang kalian buat sekarang, maka dari itu silakan ikuti kegiatan ini secara optimal dan suportif. Mari berlomba-lomba dalam kebaikan”. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga dan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Pesma Games tidak hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wadah berbagi kebaikan, salah satunya melalui donor darah.

Kegiatan donor darah yang diadakan oleh PMI mendapat antusiasme besar dari peserta. Selain mahasantri, banyak juga mahasiswa ums yang ikut berpartisipasi untuk mendonorkan darahnya. Aldila selaku ketua panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu wadah untuk merefresh pikiran dan juga badan dari padatnya kegiatan perkuliah yang sedang dijalani, baik kehidupan di dalam lingkungan pesma maupun universitas. Kegiatan ini akan berakhir pada tanggal 20 Oktober dengan pengumuman juara setiap cabang lomba dan pemberian hadiah. (Liz)

 

Surakarta – Pondok Pesantren Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar acara Khutbatul Arsy pada tanggal 7,8,14,15 September 2024. Acara wajib ini diikuti oleh seluruh mahasantri baru sebagai bentuk orientasi awal dan pengenalan terhadap lingkungan Pesma. Dalam acara ini, para mahasantri mendapatkan sosialisasi mengenai berbagai aspek kehidupan di Pesma, mulai dari administrasi, pembayaran, hingga kultur kegiatan yang ada.

Ketua panitia, Jilan Alhafiz, berharap agar seluruh peserta dapat mengambil banyak pelajaran dari acara ini.

Ustad Najamuddin Zuhdi, M.Ag., dalam sambutannya, menyampaikan bahwa Pesma berkomitmen untuk mencetak ilmuwan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memahami agama Islam secara mendalam. Pesan ini sejalan dengan visi Pesma untuk membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan berkontribusi bagi masyarakat.

Ibunda Muamaroh Ph.D., Direktur Pesma, menegaskan bahwa Pesma tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepribadian mahasiswa. “Kami ingin mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas, kepemimpinan, dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Salah satu upaya Pesma dalam membentuk karakter mahasantri adalah melalui pengenalan berbagai organisasi internal seperti ISO dan IMM. Organisasi-organisasi ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasantri untuk mengembangkan potensi diri dan berkontribusi bagi masyarakat.

Tidak hanya sekedar orientasi, Khutbatul Arsy yang digelar Pesma KH Mas Mansur UMS juga menjadi ajang bagi mahasantri baru untuk mengenal lebih dekat dengan berbagai organisasi internal Pesma. Pada hari kedua acara, para mahasantri diperkenalkan dengan International Student Organization (ISO) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Tanwir Raif, Ketua Umum IMM Pesma, menjelaskan perbedaan antara IMM Pesma dengan IMM tingkat fakultas. Beliau juga menyoroti keberagaman latar belakang anggota IMM yang berasal dari berbagai program studi. ketua ISO, Salis Nazla menambahkan Khutbatul Arsy sebagai tempat mahasantri baru untuk menambah pengalaman baru yang berguna untuk kehidupan di pesma, ia juga berharap agar ISO dan IMM dapat menjadi wadah untuk teman-teman mahasantri upgrade kemampuan dan berkembang pada aspek sosial nya.

Harapan dari dilaksanakannya acara ini mahasantri pesma jadi mengenal pesma lebih mendalam baik itu tentang administrasi, pembayaran, program, organisasi internal maupun lingkungan dan kebiasaan-kebiasaan positif di pesma.

[Pesma Media Center]

Surakarta, 6 September 2024. Pesantren Mahasiswa KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Grand Opening Pesma Class dan Pelantikan MT Management Trainee Oleh International Student Organization (ISO). Kesuksesan acara ini disambut hangat oleh mahasantri baru tahun 2024.

Pelantikan Management Trainee menjadi rangkaian awal acara. Para Management Trainee yang dilantik akan diberikan tugas penting dalam mengelola berbagai aspek kehidupan Pesma, mulai dari mempelajari departemen-departemen di International Student Organization (ISO) hingga menjadi pengurus di setiap lantai.

Bagus Ahmadi selaku Ketua Panitia menyampaikan harapannya agar para Management Trainee dapat menjalankan tugasnya dengan baik. “Tugas utama para Management Trainee adalah mempelajari seluruh aspek Pesma. Mereka akan menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan dan fasilitas terbaik bagi seluruh mahasantri,” ujar Bagus.

Saliz Nazla Asyifa, Ketua Umum ISO, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang ada dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh mahasantri. “Kami berharap seluruh mahasantri dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan Pesma. Kepada para Management Trainee yang baru dilantik, selamat berjuang. Kalian adalah penerus generasi ISO di masa depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ustadz Muzajin, M.A. selaku Dewan Pembina Pesma menekankan pentingnya kegiatan bersama dalam menjalankan aktivitas di Pesma. “Semua kegiatan di Pesma, baik itu kelas pagi, malam, ngaji, maupun sholat berjamaah, harus dilakukan secara bersama-sama. Hal ini akan memperkuat tali silaturahmi dan meningkatkan semangat kebersamaan,” tegasnya.

Ibunda Muamarah, Ph.D selaku direktur Pesma KH Mas Mansur dalam arahannya memberikan dua pesan penting kepada seluruh mahasantri. Pertama, Muamarah mengajak para mahasantri untuk mulai memikirkan tujuan hidup mereka. “Kesuksesan kuliah adalah kunci menuju kesuksesan hidup,” ujarnya. Kedua, Muamarah menekankan pentingnya mengatur waktu dengan baik atau time management.

Lebih lanjut, Muamarah memberikan empat poin penting untuk mencapai kesuksesan hidup, yaitu:

  1. Rajin mengikuti kelas: Baik di Pesma maupun di kampus, kehadiran di kelas sangat penting untuk menyerap ilmu pengetahuan.
  2. Kerjakan tugas tepat waktu: Hindari menunda-nunda tugas agar tidak membebani diri sendiri.
  3. Kerjakan tugas dengan sungguh-sungguh: Hasil yang maksimal akan diperoleh jika tugas dikerjakan dengan serius.
  4. Bergaul dengan orang-orang baik: Pergaulan yang positif akan memberikan pengaruh baik bagi perkembangan diri.

Dewan pengasuhan pengajaran, ustadz Ahmad Arfian H., S.Ag memberikan pengarahan dan pengenalan tentang kewajiban, peraturan dan penilaian yang harus dijalankan sebagai mahasantri Pesma. Di tanah Pesma, setiap mahasantri bukan hanya belajar ilmu agama, tetapi juga belajar hidup dalam kebersamaan, saling mendukung, dan tumbuh sebagai pribadi yang matang dan berkarakter, dengan ukhuwah sebagai fondasinya. Acara diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada mahasantri terbaik Pesma KH Mas Mansur dari seluruh angkatan.

Dengan semangat baru dan arahan yang jelas, para mahasantri Pesma siap menjalani tahun akademik 2024. Diharapkan, melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Pesma, para mahasantri dapat mengembangkan potensi diri dan menjadi generasi muda yang berkualitas.

[Pesma Media Center]

Surakarta, 25 Agustus 2024 – Pesantren Mahasiswa (Pesma) Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar pertemuan wali santri baru. Acara yang berlangsung di Masjid KH Mas Mansur ini menjadi ajang silaturahmi antara pihak pesantren, para wali santri, dan calon mahasantri baru.

Dalam sambutannya, Dr. Hj. Nisa Rachmah NA, M.Si, sebagai dewan pembina Pesma, menyampaikan apresiasinya atas fasilitas dan biaya yang ditawarkan Pesma. “Pesma ini sangat menarik karena menjadi tempat pengembangan diri anak-anak kita. Selain itu, biaya yang dikenakan juga sangat terjangkau dibandingkan dengan kos-kosan,” ungkapnya.

Senada dengan Chusniatun, Prof. Em. Sutrisna, Wakil Rektor IV UMS, juga memberikan apresiasi atas keberadaan Pesma. “Pesma merupakan lingkungan yang sangat kondusif bagi para mahasantri. Kami yakin, para orang tua akan merasa tenang menitipkan putra-putrinya di sini,” ujar Prof. Sutrisna. Beliau juga menekankan pentingnya dukungan orang tua dalam menjaga anak-anak mereka selama menempuh pendidikan di UMS.

Sulistio, wali santri lainnya, berharap agar putra-putrinya dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang diajarkan di Pesma. “Kami berharap anak-anak kami dapat menjadi pribadi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Beliau juga mengajak para wali santri untuk terus mendukung program-program Pesma.

Direktur Pesma, Muamaroh, dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen Pesma dalam mendidik mahasantri tanpa kekerasan. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh mahasantri mendapatkan pendidikan yang berkualitas dalam lingkungan yang aman dan nyaman,” tegasnya. Muamaroh juga menekankan bahwa masa perkuliahan adalah waktu yang tepat bagi seorang mahasiswa untuk memperdalam ilmu agama.

Pesma KH Mas Mansur telah menyiapkan berbagai program unggulan untuk membekali para mahasantri agar siap menghadapi tantangan di masa depan. Dengan dukungan dari para wali santri dan seluruh civitas akademika UMS, diharapkan Pesma dapat terus mencetak generasi muda yang berakhlak, berprestasi, dan bermanfaat.

[Pesma Media Center]

Surakarta, 22 Agustus 2024 – Pondok Pesantren Mahasiswa (PESMA) KH. Mas Mansur baru saja menggelar rapat kerja pada tanggal 22 Agustus di Hotel Megaland. Rapat ini menjadi ajang bagi seluruh departemen untuk menyusun rencana kerja satu tahun ke depan dan membahas berbagai inovasi yang akan diterapkan.
“Rapat kerja ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mewujudkan visi dan misi PESMA dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, cerdas berprestasi, dan bermanfaat. Seluruh departemen berkomitmen untuk menjalankan program kerja yang telah ditetapkan dengan sebaik-baiknya.” ujar Muamarah selaku direktur Pesma KH Mas Mansur. Raker menghadirkan sembilan departemen yang akan memaparkan program kerja selama satu tahun kedepan.

Fokus pada Pengembangan SDM dan Organisasi

Departemen Keorganisasian dan SDM menekankan pada pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh anggota organisasi. Selain itu, departemen ini juga akan fokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan dan program pengembangan diri.

Kurikulum Baru dan ISO untuk Pengajaran

Departemen Pengajaran dan Tahfidz mengumumkan akan menerapkan kurikulum baru yang akan disosialisasikan pada rapat kerja berikutnya. Kurikulum ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan menunjang pencapaian target tahfidz. Selain itu, departemen ini juga akan terus mengikuti perkembangan ISO untuk memastikan kualitas pengajaran sesuai standar internasional.

Peningkatan Kesejahteraan Santri dan Keamanan

Departemen Ketakmiran, Kesantrian, dan Keamanan berencana membentuk ISO Blok untuk meningkatkan kesejahteraan santri. Pembentukan ISO Blok ini akan disesuaikan dengan jumlah mahasantri. Selain itu, departemen ini juga akan membuat parameter keaktifan mahasantri untuk mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan pesantren.

Penguatan IT dan Media untuk Mendukung Operasional Pesantren

Departemen IT, Media, dan Arsip akan terus mengembangkan software IT PESMA untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan data. Selain itu, departemen ini juga akan memperkuat tim media untuk meningkatkan publikasi kegiatan PESMA.

Strategi Baru untuk Mendapatkan Mahasantri Baru

Departemen PMB dan Keuangan Mahasantri akan menyusun strategi baru untuk menarik minat calon mahasantri. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah pendaftar dan memenuhi target penerimaan mahasantri baru.

 

Peningkatan Sarana dan Prasarana untuk Mendukung Kegiatan Pesantren

Departemen Sarana dan Prasarana akan melakukan penambahan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan pesantren. Selain itu, departemen ini juga akan melakukan perawatan secara berkala untuk memastikan semua sarana dan prasarana berfungsi dengan baik.

Pengembangan Kewirausahaan Mahasantri

PESMA Business Center (PBC) akan terus mengembangkan program pelatihan kewirausahaan untuk mahasantri. Selain itu, departemen ini juga akan menyusun strategi marketing untuk mempromosikan produk dan unit-unit usaha yang dikembangkan oleh PBC.

Pengelolaan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel

Departemen Bendahara PESMA akan mengelola keuangan PESMA secara transparan dan akuntabel. Semua pengeluaran akan didokumentasikan dengan baik untuk memastikan penggunaan dana sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.

Peningkatan Kualitas Layanan Kantin

Departemen Kantin akan melakukan perbaikan menu berdasarkan masukan dari mahasantri. Tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan memenuhi kebutuhan gizi mahasantri.

 

Surakarta 15 Agustus 2024– Dalam upaya memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan kegiatan, pengurus AMI Pesma KH Mas Mansur baru saja menggelar rapat audit. Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dan memastikan bahwa segala sesuatu telah berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Audit internal ini memiliki peran yang sangat krusial dalam memastikan bahwa segala sesuatu yang telah dirancang dan direncanakan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui proses audit, pengurus dapat mengidentifikasi berbagai hal penting terkait kegiatan yang telah terlaksana, seperti kelengkapan dokumentasi, laporan pertanggungjawaban, serta materi-materi kegiatan yang telah disampaikan.

Dari hasil audit yang telah dilakukan, pengurus menilai bahwa laporan pertanggungjawaban yang telah disusun telah sangat baik dan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa pengurus telah bekerja secara profesional dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.

Namun demikian, rapat audit juga mengidentifikasi beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan. Salah satu aspek yang menjadi sorotan adalah terkait dengan pengambilan dokumentasi selama kegiatan berlangsung. Dokumentasi yang lengkap dan berkualitas sangat penting untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai pelaksanaan kegiatan. Selain itu, pelampiran materi kegiatan kajian juga perlu lebih diperhatikan agar dapat menjadi bahan referensi yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

“Secara keseluruhan, kami menilai bahwa laporan pertanggungjawaban yang telah disusun sudah sangat baik. Namun, kami juga menyadari bahwa masih ada beberapa hal yang perlu kami perbaiki, terutama terkait dengan dokumentasi dan pelampiran materi kegiatan kajian. Kami akan segera melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan,” ujar Muamaroh selaku Direktur Pesma KH Mas Mansur.

Hasil dari rapat audit ini akan menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi pengurus Pesma KH Mas Mansur dalam menyusun perencanaan kegiatan di masa mendatang. Dengan adanya evaluasi yang komprehensif, diharapkan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan ke depannya dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
[Pesma Media Center]

Scroll to Top