Pesma KH Mas Mansur Laksanakan Halal Bi Halal Rekatkan Kembali Ikatan, Dukung Lingkungan kerja yang Positif

PESMA – Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH. Mas Mansur UMS Kembali adakan Halal bi halal untuk seluruh keluarga besar pesma kh mas mansur, mulai dari dewan Pembina, dewan pengasuh, staff, karyawan, pengurus harian beserta keluarga masing-masing. Halal bi halal dilakasanakan pada Minggu tanggal 20 April 2025, bertepat di kediaman direktur pesma ibu Muamaroh, P.hD.  Acara dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 11.30 WIB dengan rangkaian acara, sambutan direktur pesma dan tuan rumah, kemudian disambung dengan ramah tamah, ceramah dari Ustadz Mujazin dan terakhir adalah makan bersama. Dalam sambutannya, ibu Muamaroh selaku direktur pesma KH Mas Mansur sekaligus tuan rumah pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh pesma untuk ajang silaturahmi dan juga mempertahankan nilai-nilai kekeluargaan yang sudah terbentuk, acara ini diperuntukan bagi seluruh unsur pengurus dan keluarganya. Selain masih dalam momentum idul fitri, halal bi halal ini juga diharapkan mampu merefresh kembali semangat kerja dengan lingkungan yang positif setelah libur panjang.

Kegiatan ramah tamah di isi dengan pembagian kado untuk seluruh peserta yang hadir pada kegiatan ini, sesi ini dipandu langsung oleh ustadz Dodi Afianto. Sebelum kegiatan ini berlangsung peserta halal bi halal diminta untuk menyediakan kado atau hadiah yang akan ditukarkan dan dibagi-bagikan kepada seluruh peserta halah bi halal. Ustadz Mujazin, sebagai pemateri dalam acara tersebut, menyampaikan tausiyah dengan mengambil contoh keteladanan Nabi Ibrahim AS. Dalam ceramahnya, beliau mengajak hadirin untuk mengambil pelajaran dari perjalanan hidup Nabi Ibrahim AS, yang penuh ujian namun tetap kokoh dalam keimanan.

“Nabi Ibrahim adalah simbol ketundukan total kepada Allah. Mulai dari ujian meninggalkan kaumnya yang musyrik, menghadapi pembakaran oleh Raja Namrud, hingga perintah menyembelih putra tercintanya, Ismail AS. Semua itu beliau lakukan dengan penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang bertawakal,” papar Ustadz Mujazin.Beliau juga menekankan relevansi kisah Nabi Ibrahim dalam konteks kehidupan modern, termasuk dalam lingkungan kerja. “Sebagai seorang muslim, kita harus meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim. Dalam bekerja, kadang ada tantangan dan konflik, tetapi jika dilandasi keikhlasan dan prinsip ‘Lillahi Ta’ala’, semua akan bernilai ibadah,” tambahnya. Ceramah ini mengingatkan pentingnya menjadikan kerja sebagai bentuk penghambaan kepada Allah, bukan sekadar mencari materi. Pesan tentang kesabaran, kejujuran, dan konsistensi dalam beramal shaleh menjadi penekanan utama.

Setelah sesi ceramah, seluruh peserta menikmati hidangan makan bersama yang telah disiapkan oleh panitia. Suasana akrab terasa sepanjang acara, diiringi

canda tawa dan obrolan santai antaranggota Pesma. Sebelum acara ditutup, Bagas Ali Mukti mahasantri pesma semester 6   memimpin doa bersama untuk keberkahan dan kelancaran kegiatan Pesma ke depannya.

Kegiatan Halal bi Halal ini tidak hanya menjadi momen untuk saling memaafkan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya sinergi antar seluruh elemen di Pesma KH Mas Mansur. Dengan semangat baru pasca-Lebaran, diharapkan seluruh keluarga besar Pesma dapat kembali bekerja dengan lebih bersemangat dan produktif, didukung oleh lingkungan yang kolaboratif dan penuh kekeluargaan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai tradisi baik yang memperkuat ikatan antaranggota Pesma,” pungkas Ibu Muamaroh menutup acara. (Liz)

 

 

 

  Audiensi Persiapan Jamboree Relawan Muhammadiyah-Aisyiyah Ke-3 Bahas Rencana Kegiatan dan Kolaborasi

 

Universitas Muhammadiyah Surakarta– Rabu, 23 April 2025 bertepat di gedung Siti Walidah telah Berlangsung audiensi antara Lembaga Perlindungan dan Penanggulangan Bencana (LLPBH) Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA), Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di Ruang Sidang BPH Lantai 6 Gedung Induk Siti Walidah menjadi momentum penting dalam mematangkan persiapan kegiatan Jambore Relawan Muhammadiyah-Aisyiyah Ke-3. Kegiatan yang direncanakan digelar dalam kurun 64 hari mendatang ini mengusung tema “Memperkuat Ketangguhan Menuju Indonesia yang Berkemakmuran” dengan slogan “TUMBUH-TANGGUH-UTUH”. Ketua Panitia Jamboree, Nabiul Umam, memaparkan bahwa lokasi pelaksanaan telah ditetapkan di Wonderpack, Tawangmangu, dengan kapasitas sekitar 1.500–2.500 peserta. Seluruh kegiatan akan menggunakan tenda darurat (tenda DUM) dan beberapa tenda lainnya, “Launching logo Jamboree akan segera dilaksanakan. Kami masih terbuka untuk masukan atau revisi karena belum dicetak” ujar Nabiul. Logo tersebut diharapkan menjadi simbol semangat kolaborasi relawan dalam menghadapi tantangan kebencanaan dan pemberdayaan masyarakat.  Agenda utama Jamboree meliputi, Pengajian Akbar dengan Ustadz Adi Hidayat sebagai pemateri,  Seminar Nasional dengan tema “Peran Dunia Usaha dalam Menciptakan Ketangguhan”, Pentas Seni dan Hiburan, pemutaran film dokumenter, serta pameran UMKM.  Selain itu akan dilaksanakan Gala Dinner untuk seluruh peserta dan tamu undangan. Pada pelaksanaannya upacara pembukaan jambore ini akan dibuka langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah.  Selain agenda utama tersebut, Nabiul juga menyampaikan bahwa akan dilaksanakan juga kegiatan khusus (Sharing Session) dan lomba. Kegiatan Khusus yang direncanakan antara lain adalah manajemen kampus aman bencana, rumah sakit tanggap bencana (RSAB), fundraising, serta pengurangan sampah. Lomba yang akan dilaksanakan seperti : SAR Excellent, Medical First Responder (MFR), layanan dukungan psikososial, cerdas cermat MDMC & LLHPB, lomba foto/video pendek, hingga lomba memasak menu sehat balita dan lansia saat bencana.

Perwakilan Pimpinan Aisyiyah Wilayah menyampaikan permohonan dukungan promosi melalui pemasangan baliho dan iklan di sekitar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Sementara itu, Dokter PKU Karanganyar berkomitmen menindaklanjuti hasil rapat sebelumnya, termasuk penyediaan layanan kesehatan selama acara.  Prof. Anif Sofyan, selaku Bendahara, menyampaikan pentingnya koordinasi dengan banyak pihak terutama dengan Rektor UMS yang baru untuk fasilitas pendukung yang bisa disediakan. “Silakan diskusikan kebutuhan fasilitas. Kami akan berkoordinasi dengan mempertimbangkan kesediaan dan kemampuan yang bisa kami berikan” jelasnya.  Ayahanda Tafsir selaku ketum Pimpian Wilayah Muhammadiyah menyampaikan untuk bisa mengajukan strategi sponsorship dengan melibatkan bank-bank afiliasi Muhammadiyah. Tim Media Jamboree meminta dukungan teknis dan maintenance peralatan selama acara. “*Kami membutuhkan penguatan di bidang dokumentasi, siaran langsung, dan publikasi daring,*” jelas salah satu perwakilan.  Audiensi ditutup dengan penyusunan daftar kebutuhan konkret, termasuk Koordinasi dengan pihak keamanan dan Kesehatan, Penyiapan tenda, logistik, dan transportasi, Penggalangan dana melalui fundraising dan sponsor, Optimalisasi media untuk publikasi luas. Dengan semangat kolaborasi, Jamboree Relawan Muhammadiyah-Aisyiyah Ke-3 diharapkan menjadi wadah penguatan kapasitas relawan sekaligus kontribusi nyata bagi ketangguhan bangsa. (Liz)

 

 

 

 

 

BIRO ASET UNIVERSITAS (BAU) UMS BERIKAN PELATIHAN CARA PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA YANG ADA DI PESMA KH MAS MANSUR

SUKOHARJO – Sabtu 15 Maret 2025 Pesantren Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (Pesma UMS) mengadakan pelatihan maintenance yang dipandu oleh tim BAU UMS. BAU adalah singkatan dari Biro Aset Universitas. BAU merupakan unit yang bergerak pada bidang perawatan aset, sarana dan prasarana milik Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu pagi ini dihadiri oleh Dewan Pengasuhan Pesma UMS, dan beberapa staf serta perwakilan dari tim maintenance. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai sistem penyaluran air dan kelistrikan yang ada di lingkungan Pesma UMS. Tim BAU UMS menjelaskan cara kerja aliran air dari Ground Water Tank (GWT) hingga dapat disalurkan ke kamar mandi masing-masing mahasantri. Dalam sesi tersebut, dijelaskan bahwa air dari GWT disedot menuju Water Tank dan apabila Water Tank sudah penuh, mesin akan berhenti secara otomatis selanjutnya,  air di distribusikan ke kamar mandi di setiap lantai. Selama pelatihan, tim BAU UMS juga membahas beberapa masalah yang sering terjadi terkait dengan sistem penyaluran air, seperti sensor yang kotor, kendala pemompaan, dan pentingnya memeriksa kondisi Water Tank dan sensor secara berkala. Misalnya, jika Water Tank di rooftop penuh tetapi air tidak mengalir ke kamar mandi, langkah pertama yang harus diambil adalah memeriksa sensor.

Di sisi lain, tim BAU UMS juga menjelaskan mengenai masalah kelistrikan yang kerap terjadi. Dalam penjelasannya, mereka mengungkapkan bahwa adanya panel listrik milik PLN yang tidak dapat dieksplorasi oleh pihak internal Pesma, menyebabkan terjadinya gangguan listrik, terutama pada saat cuaca buruk. Pentingnya menjaga ketersediaan bahan bakar untuk genset juga ditekankan untuk menghindari kerusakan mesin. Jilan Alhafizh, salah satu perwakilan dari departemen maintenance menyatakan, “Dengan adanya pelatihan oleh BAU, kami dari DP, staff, dan dep maintenance berharap dapat mengatasi segala permasalahan air maupun listrik yang ada di Pesma KH Mas Mansur sendiri tanpa harus sering melibatkan tim BAU.” Pungkasnya dalam wawancara.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tim internal dalam mengelola dan merawat fasilitas penting di Pesma UMS, serta memastikan kenyamanan para mahasantri dalam menjalani aktivitas sehari-hari. (liz, zyl)

Kontrol Kualitas dan Eratkan Ukhuwah, Pesma KH Mas Mansur Laksanakan Pembinaan Staff

SUKOHARJO – Pesma KH Mas Mansur laksanakan agenda rutinan untuk kontrol kualitas serta memperkuat ukhuwah yang diikuti oleh seluruh staff Pesma KH Mas Mansur antara lain dihadiri oleh berbagai elemen staff Pesma, termasuk Direktur Pesma KH Mas Mansur, Ibu Muammarah, P.hD, staff administrasi, ibu kantin, cleaning team, satpam, air dan listrik team, Team Media, serta Dewan Pengasuhan. Kegiatan dilaksanakan di ruang sidang Pesma KH Mas Mansur. Pembinaan berlangsung dari pukul 09.00 – 11.00 WIB. Kegiatan pembinaan ini dilaksanakan rutin satu kali dalam satu semester tiap tahunnya. 

Dalam sambutannya, Ibu Muammarah menekankan pentingnya budaya bersedekah sebagai persiapan menyambut bulan Ramadhan. “Mari kita biasakan diri untuk selalu bersedekah dan menyisihkan sebagian harta kita untuk orang-orang yang membutuhkan. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga berpengaruh positif bagi kehidupan kita,” ujarnya. Selain itu, Ibu Muammarah juga mengajak seluruh staff untuk aktif mempromosikan Pesma KH Mas Mansur. “Siapapun bisa menjadi jubir Pesma. Mari sebarluaskan informasi tentang Pesma agar lebih dikenal masyarakat. Pesma ini adalah tempat yang aman dan nyaman untuk mendidik generasi muda,” tambahnya.

Pada kesempatan ini, beberapa poin penting juga disampaikan kepada masing-masing divisi. Untuk team ibu kantin, diharapkan dapat berkonsultasi dengan ahli gizi guna menyusun menu yang sehat dan bergizi bagi mahasantri. “Kesehatan mahasantri adalah prioritas, dan menu makanan yang seimbang akan sangat membantu,” jelas Ibu Muammarah, beliau juga meyampaikan agar team kantin bisa berkonsultasi dengan ahli gizi dalam menyiapkan menu makan untuk mahasantri. Bagi satpam, ditekankan pentingnya menjaga keamanan lingkungan Pesma, terutama menjelang acara pengajian Ahad pagi. “Mohon bantuannya untuk meningkatkan keamanan dan mengembalikan komitmen jam malam,” pesannya. Sementara itu, cleaning team dan team taman diminta untuk terus menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan Pesma. Team air dan listrik juga tidak luput dari perhatian. Mereka diharapkan dapat memastikan ketersediaan air dan listrik yang lancar demi kenyamanan seluruh penghuni Pesma. 

Terakhir, Ibu Muammarah juga menyampaikan evaluasi dan pesannya untuk Dewan Pengasuhan, menurutnya Dewan Pengasuhan merupakan salah satu elemen yang penting untuk membantu program pesma agar dapat berjalan secara optimal. Selain itu menurutnya Dewan Pengasuhan merupakan ujung tombak dalam mendidik mahasantri, diharapkan dapat menjadi role model yang baik. “Kalian adalah orang-orang hebat yang dididik menjadi leader dan manager. Mari ajak, ngayomi, dan didik mahasantri dengan penuh tanggung jawab. Meski berat, hal ini akan sangat bermanfaat untuk masa depan mereka,” tutup Ibu Muammarah. Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas dan kinerja seluruh staff Pesma KH Mas Mansur, sehingga Pesma semakin maju dan menjadi tempat yang ideal bagi pendidikan generasi muda. (Liz)

 

Kembali Hadir, Semarak Ramadan Pesma Usung Suasana Baru

Pesma KH Mas Mansur, 28 Februari 2025 – Bulan suci Ramadan telah tiba, Pesma KH Mas Mansur Kembali menyambutnya dengan kegiatan yang penuh makna dan inspirasi. Pesma KH Mas Mansur kembali hadirkan kegiatan Semarak Ramadan Pesma untuk menyambut dan mengisi ramadan tahun 1446 Hijriyah atau akrab disingkat dengan nama SRP.  Muhammad Bilal Al Afaf selaku ketua panita pelaksana kegiatan semarak Ramadan pesma, menyatakan, “Ramadhan di Pesma semakin berkesan, menginspirasi, dan bisa menjadi wadah bagi kita untuk tumbuh bersama dalam semangat keislaman dan kebersamaan.” Kegiatan Semarak Ramadan Pesma kali ini mengusung tema “Empowering the Spirit of Ramadan: Strengthening Faith and Compassion”. Rangkaian acara akan berlangsung dari tanggal 28 Februari hingga 18 Maret 2025, dengan berbagai aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan ibadah dan kebersamaan di antara para mahasantri.

Acara diawali dengan sambutan dari Ibu Muamarah, Ph.D, Direktur Pesma KH Mas Mansur, yang mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah tersebut. Dalam sambutannya, Ibu Muamarah menyampaikan, “Seperti yang telah kita ketahui, kita sudah mendekati bulan yang penuh keberkahan, penuh ampunan, dan kemurahan, yaitu Bulan Ramadhan. Sudah berbagai macam ayat dan hadits yang membicarakan tentang keutamaan bulan ini. Oleh karena itu, perlunya menumbuhkan niat baik dan semangat dalam menempuh dan menjalankan amalan-amalan baik di bulan penuh berkah ini.”

Prof. Em Sutrisna, M.Kes., Wakil Rektor IV Bidang SDM, AIK & Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Surakarta dijadwalkan untuk memberikan penguatan melalui kajian yang  dilaksanakan pada Grand Opening Semarak Ramadan Pesma. Grand Opening Semarak Ramadan Pesma dilaksanakan pada hari jumat, 28 Februari 2025 

bertepatan dengan tawarih pertama dibulan Ramadan 1446 H ini. Beberapa program menarik yang akan dilaksanakan antara lain Kajian Bersama, Tilawah Bersama, Tarawih, dan Kultum. Kegiatan ini didukung oleh International Student Organization (ISO) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pesma KH Mas Mansur, yang berkolaborasi untuk memfasilitasi mahasantri dalam melaksanakan ibadah.”Tujuan kegiatan ini adalah agar seluruh mahasantri PESMA senantiasa turut bergabung dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Internasional Student dan IMM PESMA, sehingga dapat menjadi sarana mahasantri untuk mendekatkan diri kepada Allah selama Ramadan,” tambah Bilal.

Selain itu, program SRP (Semarak Ramadhan Pesma) memiliki rangkaian kegiatan menarik seperti kajian keislaman bertajuk #KABURDULUAJA yang diadakan setiap Senin dan Kamis. Kegiatan menarik lainnya adalah Duta Pesma. Duta pesma merupakan kegiatan tahunan yang adakan pesma guna menyiapkan mahasantrinya terjun langsung di lingkungan Masyarakat, duta pesma juga akan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan masyarakat, seperti mengajar di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dan berperan sebagai imam di masjid sekitar. Dengan semangat kebersamaan dan penguatan iman dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini, Pesma KH Mas Mansur siap menyambut Ramadan dengan penuh harapan dan keinginan untuk tumbuh bersama dalam kebajikan. (liz)

KOMITEMEN JALANKAN PROGRAM KERJA UNTUK SATU PERIODE KEDEPAN, ISO MAS MANSUR LAKSANAKAN MUSYAWARAH KERJA  

Setelah dilantik dan diresmikannya pengurus International Student Organization (ISO) KH Mas Mansur 2025 pada tanggal 19 Januari 2025. Pengurus International Student Organization melanjutkan langkahnya dengan menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Musyker) ISO 2025 yang dilaksanakan pada Sabtu, 15 Februari 2025. Musyker ISO 2025 kali ini mengusung tema “Membangun Habit dengan Kepengurusan yang Aktif, Berintegritas Disiplin, Komitmen dan Tanggung Jawab” dengan harapan pengurus ISO pada periode ini dapat mengembalikan marwah yang sempat hilang di beberapa periode belakang sebelumnya. 

Ketua umum ISO 2025, Bagas Ali Mukti menyampaikan pesan dan harapannya kepada seluruh pengurus ISO untuk membangun kebiasaan yang baik sebagai pengurus sehingga dapat menjadi role model  bagi seluruh mahasantri Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Mas Mansur. Selain itu, tujuan dilakukannya Musyker ini untuk menyusun strategi dan program kerja yang lebih teratur, efektif dan realistis guna mencapai visi dan misi ISO 2025. Musyker juga menjadi momen penting untuk semua pengurus dalam menyatukan presepsi, dan menggabungkan semua pikiran supaya ISO kedepannya dapat berjalan selaras dengan tujuan Pesma KH Mas Mansur.

Ibu Muamaroh P.hD, selaku direktur Pesma KH Mas Mansur juga turut hadir pada Musyker ISO 2025. Beliau memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh pengurus ISO KH Mas Mansur 2025 serta menekankan pada periode ini tidak perlu terlalu banyak program kerja (Proker) yang muluk-muluk dalam artian tidak perlu terlalu ambisius dan sulit dicapai, cukup fokus pada hal-hal yang realistis, sederhana, dan sesuai dengan kebutuhan Pesma serta Mahasantri. “Pada periode sekarang tidak usah banyak proker yang muluk-muluk cukup laksanakan yang pesma minta, yang masuk akal. tidak semua orang mau menjadi ISO, jadi terimakasih untuk mas mba semua yang sudah mau dan ikhlas menjadi bagian iso menjadi bagian dari pengurus Pesma,” Ujarnya. 

 

Ibu Muamaroh juga menyampaikan bahwa ISO sebagai tempat pelatihan bukan malah menjadi beban bagi pengurus itu sendiri. “Jadikan ISO itu sebagai training, tempat belajar dan mengembangkan diri, bukan sebagai beban,” pesannya. Beliau juga memberikan arahan khusus kepada setiap departemen yang ada di ISO. “Untuk Departemen Bahasa diharapkan dapat mejalankan bahasa asing sehari-hari nya dimulai dengan setiap memberikan informasi apapun dengan bahasa inggris di 5 menit awal lalu dilanjut dengan bahasa indonesia,” ucapnya kepada Departemen Bahasa. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan serta membiasakan mahasantri berbahasa asing. Selanjutnya untuk Departemen Olahraga Seni dan Kesehatan, beliau menekankan pentingnya melakukan olahraga mulai dari yang kecil terlebih dahulu. “Perbanyak olahraga karana di generasi sekarang cenderung malas berolahraga sehingga pada saat tua nanti akan mudah sakit karena tidak dibiasakan sejak muda,” Ujarnya. Lalu untuk Departemen Keamanan beliau meminta untuk metingkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab, terutama pada saat jam pulang malam, absen malam dan perizinan mahasantri. Untuk Departeman Pengajaran perbaikan sistem pengajarannya supaya lebih efektif dan bermanfaat bagi seluruh mahasantri. Selanjutnya untuk Departemen Media dan Arsip diharapkan perbanyak konten yang baik dan bermanfaat bagi mahasantri pesma dapat berupa dakwah, edukasi, inspirasi, informasi kegiatan, interaktif. Karena dizaman sekarang edukasi dan dakwah dapat dilakukan dimana saja, termasuk melalui media sosial. Pesan beliau pada departemen terkait.

 

Ibu Direktur Pesma juga mengingatkan bahwa menjadi bagian dari pengurus ISO merupakan kesempatan untuk menjalankan amal jariyah. “Rugi jika kalian keluar ISO atau pesma, karna disini kalian bisa menjalankan amal jariyah. In yanshurullaha yanshurkum Jika kamu menolong agama Allah, maka Allah akan menolongmu,” pesannya.Beliau juga menekankan pentingnya kesiapan untuk dipimpin dan memimpin. karena pengurus ISO yang akan memimpin seluruh mahasantri pesma. “Haibah dan marwah ISO itu dari kita yang memulainya, jadilah pemimpin yang bisa menjadi contoh bagi mahasantri,”. Di akhir arahanya, Ibu Muamaroh P.Hd, mengucapkan selamat dan sukses untuk semua pengurus ISO. “Selamat dan Sukses untuk pengurus ISO 2025. Jaga kesehatan, sebentar lagi sudah bulan ramadhan,” tutupnya dengan semangat. Dengan arahan dan motivasi dari Ibu direktur pesma, diharapkan pengurus ISO KH Mas Mansur 2025 dapat menjalankannya dengan ikhlas, integritas, disiplin dan tanggung jawab. (zyl, Liz)

REHAT DARI KEPENATAN, ISO DAN IMM PESMA KH MAS MANSUR LAKSANAKAN RIHLAH BERSAMA KE MALANG.

MALANG- International Student Organization ( ISO) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pesma KH Mas Mansur mengadakan acara Rihlah bersama yang diikuti oleh anggota ISO, IMM, staf, dan Dewan Pengasuhan di Jatim Park 1, Batu pada Sabtu, 25 Januari 2025. Acara ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi ISO dan IMM, dengan tujuan untuk memberikan ruang untuk refreshing dan mempererat hubungan antara anggota serta meningkatkan kebersamaan.Rihlah ini diadakan di taman hiburan Jatim Park 1, yang menyediakan berbagai fasilitas seperti berbagai jenis wahana hiburan, taman, dan fasilitas makanan yang lezat.

Ketua panitia Rihlah bersama, Tanwir Raif, menyatakan bahwa rihlah bersama ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dan kebersamaan seluruh komponen yang sudah terlibat dalam kegiatan pesma sehari-hari. “Rihlah ini adalah salah satu bentuk wadah kita untuk merefresh pikiran kita setelah selama satu periode berkutat dengan beberapa program kerja dan dinamikanya, selain itu harapannya kegiatan ini juga untuk mempererat hubungan dan meningkatkan kebersamaan lapisan penggerak pesma ini. Kami berharap semua orang dapat menikmati hari libur dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat,” ujar Tanwir Raif.

Selain itu, Ustadz Dodi Afianto pada kesempatannya saat memberikan pembinaan mewakili direktur pesma KH Mas Mansur yang berhalangan hadir pada saat itu menyampaikan tentang jati diri mahasantri pesma yang harus dibawa dimana saja dan kapan saja, karena jati diri mahasantri pesma, seperti yang sudah dirumuskan merupakan salah satu pegangan hidup yang sangat berguna untuk segala situasi dan kondisi.

Acara rihlah bersama di Jatim Park 1 ini berlangsung selama dua hari, dimulai dari jumat malam hingga sabtu malam. Kegiatan rihlah berawal pada hari jumat, 24 Januari 2025. Peserta rihlah berangkat pada hari jumat pukul 21.00 WIB dan diberangkatkan dari pesma KH Mas Mansur. Rombongan dari pesma ini kembali lagi di pesma KH Mas Mansur pada Sabtu 25 Januari pukul 02.00 dini hari. (Liz)

RESMI DILANTIK, ISO DAN IMM KH MAS MANSUR SIAP MENYONGSONG ERA BARU

SUKOHARJO – International Student Organization atau dikenal dengan ISO, serta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) KH Mas Mansur melaksanakan kegiatan pelantikan bersama pada Ahad, 19 Januari 2025 bertepatan dengan 19 Rajab 1446 H. Kegiatan ini dilaksanakan di Community Building pesma KH Mas Mansur dengan menghadirkan Direktur Pesma KH Mas Mansur dan Jajaran pimpinan IMM dari tingkat cabang sampai dengan ranting yang ada di Sukoharjo. Pelantikan ini bertujuan mengenalkan anggota organisasi ISO dan IMM yang baru, selain itu pelantikan ini juga bertujuan memfungsikan keanggotan secara administratif. Perlu diketahui bersama bahwa,  kegiatan ini merupakan kegiatan pelantikan bersama pertama kali yang dilakukan oleh 2 organisasi yang ada di pesma. Pada kebiasaannya, kegiatan pelantikan hanya dilaksanakan oleh ISO saja, IMM dilantik bersama dengan komisariat lain yang berada di bawah naungan PC IMM Sukoharjo.

Dalam sambutannya, Ustadz Dodi Afianto menyampaikan bahwa amanah yang telah diberikan agaknya harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab. Selain Ustadz Dodi Afianto, ketua IMM Cabang Sukoharjo IMMawan Izzul Haq menyampaikan bahwa regenerasi pimpinan harus dilaksanakan agar kepemimpinan selalu “segar”. Pesma sebagai ladang perkaderan harus dirawat. Sambutan terakhir diberikan oleh direktur pesma KH Mas Mansur, dalam sambutannya disampaikan bahwa kunci dari kesuksesan sebuah tim adalah koordinasi dan kolaborasi yang baik. Di pesma sebuah organisasi akan menjadi hebat ketika diawali dengan membenahi pribadi menjadi lebih baik terlebih dahulu. Usahakan sholat jamaah, membaca al quran, belajar, dan mengikuti kelas dengan rajin. Selain itu, keikhlasan menjadi pembelajaran yang sangat berarti ketika kita menjalankan roda organisasi. “Ingat janji Allah, barang siapa menolong agama Allah, maka ia akan ditolong. Kalimat itu di pegang betul, bisa jadi kesuksesan kalian di masa  yang akan mendatang itu adalah berkat keikhlasan yang kalian lakukan sekarang dalam rangka menjadi pengurus di pesma ini. Bu Aam punya kutipan silakan ini dipegang dan direnungkan, begini bunyinya “Kalau mau sukses, maka harus kerja keras, ribet, hidup susah agar bisa hidup nyaman”, silakan bisa dicatat.” ujar Bu Aam (red) dalam sambutannya.

Acara pelantikan berlangsung khidmat dengan pembacaan ikrar yang dipandu oleh Ketua Umum PC IMM Sukoharjo, IMMawan Izzul Haq untuk IMM dan ISO dipandu oleh Salis Nazla serta dilantik langsung oleh direktur pesma KH Mas Mansur Ibu Muamarah, P.hD.

Bagas Ali Mukti ketua umum terpilih untuk organisasi ISO menyampaikan dalam sambutannya setelah dilantik bahwa dia akan berusaha menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya dan mengajak seluruh anggota organisasi untuk bersinergi demi kemajuan pesma.

Serupa dengan yang disampaikan oleh Bagas, Azhar Ardiansyah selaku ketua umum terpilih untuk organisasi IMM juga menyampaikan hal yang sama, ia juga sangat membutuhkan bantuan dari banyak pihak untuk menjalankan roda kepemimpinannya kelak.

Dengan dilaksanakannya pelantikan bersama ini, diharapkan anggota organisasi yang ada di Pesma dapat menjalankan program kerja yang bermanfaat, serta meningkatkan partisipasi seluruh mahasantri pesma dalam kegiatan baik kegiatan di dalam pesma maupun luar pesma. Acara ini diakhiri dengan penampilan Drama musikalisasi puisi yang dibawakan oleh anggota IMM. (Liz)

Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas layanan di Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Mas Mansur, sebuah survei telah dilakukan guna mengukur tingkat kepuasan mahasantri terhadap aspek keuangan serta sarana dan prasarana yang tersedia. Survei ini dirancang untuk memperoleh gambaran nyata mengenai pengalaman mahasantri dalam mengakses informasi keuangan serta memanfaatkan fasilitas yang ada di lingkungan Pesma.

Survei ini diselenggarakan pada tahun akademik 2023/2024 dengan metode kuesioner yang disebarkan kepada mahasantri, baik secara daring maupun luring. Para responden yang berpartisipasi merupakan mahasantri aktif yang tinggal di Pesma KH Mas Mansur. Dari hasil survei yang diperoleh, sebanyak 119 mahasantri memberikan pandangan mereka mengenai transparansi keuangan dan kondisi sarana prasarana.

Dalam aspek keuangan, mayoritas mahasantri merasa bahwa informasi mengenai biaya dan sistem pembayaran telah disampaikan dengan cukup jelas. Namun, terdapat sebagian yang masih mengalami kesulitan dalam memahami administrasi keuangan. Sementara itu, proses pembayaran dinilai berjalan dengan baik oleh sebagian besar responden, meskipun masih ditemukan beberapa kendala yang perlu diperbaiki agar lebih mudah diakses oleh seluruh mahasantri.

Dari sisi sarana dan prasarana, tingkat kepuasan terhadap fasilitas kamar dan asrama menunjukkan hasil yang cukup baik, dengan skor rata-rata 3.61 pada skala Likert. Beberapa mahasantri menyampaikan bahwa mereka merasa nyaman dengan kondisi kamar, meskipun masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Selain itu, ruang belajar, mushola, kamar mandi, dan fasilitas pendukung lainnya juga mendapatkan evaluasi yang beragam, dengan sebagian besar mahasantri memberikan tanggapan positif. Namun, terdapat beberapa saran dan masukan yang menyoroti perlunya perbaikan dalam aspek tertentu, seperti kebersihan kamar mandi, ketersediaan air bersih, serta keamanan di lingkungan asrama.

Secara keseluruhan, survei ini menunjukkan bahwa kepuasan mahasantri terhadap aspek keuangan dan sarana prasarana berada dalam kategori cukup baik. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan, terutama dalam peningkatan transparansi sistem keuangan dan perbaikan infrastruktur di Pesma.

Sebagai langkah perbaikan, diperlukan upaya untuk menyediakan akses informasi yang lebih jelas terkait administrasi keuangan, memperbaiki sistem pembayaran agar lebih efisien, serta meningkatkan kualitas fasilitas asrama dan sarana pendukung lainnya. Selain itu, komunikasi yang lebih terbuka antara pengelola Pesma dan mahasantri perlu ditingkatkan agar aspirasi dan kebutuhan mereka dapat ditampung dan ditindaklanjuti dengan baik.

Sebagai bahan evaluasi lebih lanjut, laporan ini juga dilengkapi dengan dokumen hasil survei dan data pendukung yang dapat dijadikan referensi dalam menyusun strategi perbaikan ke depan. Diharapkan dengan adanya survei ini, kualitas layanan di Pesma KH Mas Mansur dapat terus meningkat demi memberikan kenyamanan dan fasilitas yang lebih baik bagi seluruh mahasantri.

Berikut ini merupakan dokumen laporan hasil survei kepuasan: ums.id/hasilsurveikepuasan23-24

Penulis: Muhammad Abdan Syakuro (Ketua Bidang Organisasi PK IMM KH Mas Mansur periode 2024)

Liminal space adalah konsep yang mengacu pada ruang-ruang transisi yang berada di antara dua kondisi, tempat, atau waktu. Dalam konteks dunia Arsitektur dan disain, Liminal Space merujuk pada area yang tidak digunakan/dimanfaatkan untuk ruang utama. Liminal Space lebih dikenal sebagai ruang transisi, seperti Lorong, tangga, lobi atau sekedar ruangan koosng diantara bangunan atau ruang lainnya. Namun, Liminal Space memiliki pengalaman yang lebih dalam dan luas, menjadi pengalaman emosional dan menumbuhkan persepsi natural manusia terhadap ruangan tersebut.

Kata “liminal” berasal dari bahasa Latin “limen,” yang berarti ambang atau batas. Liminalitas adalah fase tengah yang mencerminkan ketidakpastian dan transformasi. Dalam arsitektur, liminal space menjadi cerminan dari transisi fisik dan psikologis, sering kali menciptakan sensasi alienasi, keanehan, atau nostalgia.

Konsep liminalitas tidak hanya ditemukan dalam arsitektur tetapi juga dalam psikologi dan peran sosial. Misalnya, masa peralihan seperti kelulusan, perubahan karier, atau pernikahan sering kali mencerminkan gagasan liminalitas ini. Liminalitas antara anak-anak dan dewasa, adalah hal yang dialami oleh seorang Remaja, karena dia berada diantara dua peran yang berbeda. Dalam konteks ini, liminal space dapat dianggap sebagai representasi fisik dari perubahan atau perjalanan hidup manusia.

Karakteristik Liminal Space

  1. Ambiguitas Fungsi Liminal space sering kali tidak memiliki fungsi yang jelas. Misalnya, lorong panjang di hotel atau ruang tunggu yang kosong dapat memberikan rasa ketidaknyamanan karena tidak dirancang untuk “diisi” secara aktif. Ruang seperti ini mengundang interpretasi bebas tetapi juga bisa menciptakan rasa kehilangan arah.
  2. Transisi Waktu dan Ruang Liminal space adalah tempat di mana seseorang berada di antara dua tujuan. Contohnya adalah terminal bandara, yang menjadi titik persinggahan antara keberangkatan dan kedatangan. Elemen transisi ini menciptakan pengalaman unik yang sering kali memengaruhi persepsi waktu pengguna.
  3. Kesadaran yang Tertunda Dalam beberapa kasus, pengguna liminal space mungkin mengalami perasaan seolah-olah waktu melambat. Ini terjadi karena kurangnya stimulus yang biasa ditemukan di ruang utama, seperti aktivitas manusia, suara, atau warna cerah. Akibatnya, ruang ini sering kali memunculkan perasaan meditatif atau melankolis.
  • Liminal Space
    Liminal space dapat terasa dalam fisik, psikis, temporal, kebudayaan, konsep, politik atau kombinasi dari beberapa hal tersebut.
  • Liminal Space secara Fisik
    Kita mungkin pernah menjadi seorang anak kecil, yang berjalan antara ruangan disebuah bangunan dan mencoba untuk selalu menginjak kaki tepat ditengah-tengah ubin, agar tidak terkena garis ubinnya. Garis ubin tersebut adalah Liminal Space diantara ubin. Contoh lainnya adalah Ketika kita berada di koridor yang menghubungkan dua ruangan, adalah sebuah Liminal Space. Jalan, bandara, kereta, dan terminal bis yang menghubungkan dua destinasi adalah ruang Liminal. Perasaan untuk tidak tinggal lama di tempat-tempat tersebut. Perasaan ketidakjelasan akan tumbuh, semisalkan kita terpaksa menunda penerbangan kita, Liminalitas akan sangat terasa, perasaan akan tidak nyaman pada ruangan itu, yang mengganggu tujuan awal dari perjalanan kita.
  • Liminal Space secara Psikis
    Melihat seorang remaja adalah perasaan yang liminal, mereka berada diantara dua kondisi sebagai anak-anak dan dewasa. Secara mental dan temporal mereka mengalami tahap kehidupan yang kanak-kanak dan dewasa. Terjebak dalam Liminal Psikologis memiliki sebuah konsekuensi, remaja tersebut tidak bisa menyebutkan bahwa diri mereka adalah anak-anak dan mereka juga tidak bisa menyebutkan bahwa diri mereka seorang yang telah dewasa. Menimbulkan Kebingungan akan identitas diri.
  • Ruang Liminal Aneh dan Tidak Nyaman
    Jika Anda membeli dan mempunyai toko di bandara, Anda mungkin akan merasa aneh selama beberapa minggu pertama untuk duduk di sana dan menjual barang kepada orang-orang. “Ngapain aku di sini? Ngapain buka toko di sini. Harusnya kalo di bandara yang nunggu penerbangan di sini terus pergi.” Ketika Anda melakukannya cukup lama, liminalitas tempat itu memudar. Tempat dan aktivitas yang berulang akan menjadi akrab dan mendapatkan bagian dalam hidup dan keseharian kita. Liminal Space itu akan lebur dan menghilang karena kedekatan kita dengan pengalaman ruang yang ada.
    Liminal space adalah elemen yang sering kali diabaikan dalam desain arsitektur tetapi memiliki potensi besar untuk memengaruhi pengalaman manusia. Dengan memahami dan mengintegrasikan karakteristik liminal space, arsitek dapat menciptakan ruang yang menghubungkan, merangsang, dan memengaruhi persepsi pengguna secara mendalam. Lebih dari sekadar ruang transisi, liminal space adalah perwujudan dari perjalanan, transformasi, dan makna yang mendalam.
Scroll to Top