
Akhirusannah Pesma KH Mas Mansur 2023: Evaluasi Dua Tahun Pembinaan Mahasantri
Surakarta, 6 Juli 2025 — Pondok Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar acara Akhirusannah Angkatan 2023 bertema “Fly Beyond the Limits to Conquer the Future” di Community Building Pesma, Ahad (6/7). Acara ini menjadi ajang evaluasi dan apresiasi bagi 50 mahasantri yang telah menyelesaikan masa pembinaan selama dua tahun. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan UMS, pengurus Pesma, wali mahasantri, dan tamu undangan lainnya. Direktur Pesma KH Mas Mansur, Muamarah, Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa Akhirusannah merupakan momen refleksi untuk mengukur sejauh mana pembinaan yang diberikan selama ini.
“Akhirusannah merupakan acara untuk mahasantri yang sudah dua tahun di Pesma dan menjadi ajang monitoring serta evaluasi sejauh apa yang sudah kami berikan,” kata Muamarah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah menyiapkan acara meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Dalam penjelasannya, Muamarah memaparkan tiga kategori hasil pembinaan Pesma, yaitu direkomendasikan, diizinkan, dan diluluskan. 
“Bagi yang mendapat kriteria diluluskan, mohon maaf tidak perlu bertemu pihak kami karena berarti Ananda memiliki catatan kegiatan dan jamaah yang kurang. Carilah tempat tinggal yang baik, dan jadikan dua tahun di Pesma sebagai modal untuk kehidupan kalian selanjutnya,” ujarnya. Muamarah menutup sambutannya dengan pesan yang menjadi prinsip pembinaan Pesma. “Pesma memang bukan tempat terbaik, tetapi Pesma merupakan tempat untuk orang-orang berproses menjadi baik,” tegasnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., yang menyoroti pentingnya pendidikan karakter melalui kehidupan di asrama. “Pendidikan karakter yang baik salah satunya terbentuk di pondok atau asrama. Nyaris tidak ada ruang atau tempat di asrama yang tidak bisa digunakan untuk sarana belajar,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa dua tahun masa pembinaan di Pesma menjadi modal penting bagi mahasantri. “Masa dua tahun ini sangat berguna, karena selain menjadi mahasiswa, kalian juga mahasantri—gelar yang tidak semua orang dapatkan. Mungkin banyak kekurangan yang kalian temui, tetapi kelak setelah keluar, kalian akan merasakan bahwa Pesma merupakan tempat yang baik,” tambahnya.
Dalam sesi laporan bidang akademik, Ahmad Arfian Hafis menyampaikan hasil capaian mahasantri angkatan 2023. Dari total 50 mahasantri, sejumlah penghargaan diberikan dalam beberapa kategori, antara lain: 
- IPK Kampus Terbaik,
- Mahasantri Teladan,
- Keaktifan Jamaah dan Organisasi, dan
- Kategori Khusus untuk mahasantri dengan perkembangan signifikan selama masa pembinaan.
Hafis menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para mahasantri dalam menjalani pembinaan akademik maupun spiritual.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Wali mahasantri yang hadir menyampaikan apresiasi atas perubahan positif yang terlihat pada anak-anak mereka. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan doa bersama, sesi foto, dan ramah tamah antara mahasantri, wali, dan pengurus Pesma. Panitia mencatat bahwa seluruh kegiatan berjalan lancar sesuai rencana.
Bagi Pesma KH Mas Mansur, Akhirusannah tidak sekadar seremoni penutup tahun pembinaan, tetapi juga sarana evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan di masa mendatang. Panitia berharap lulusan angkatan 2023 dapat menerapkan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama dua tahun pembinaan. Muamarah menekankan bahwa Pesma berkomitmen untuk terus menjadi ruang pembentukan karakter dan spiritualitas mahasantri. “Kami tidak mencari kesempurnaan, tetapi kami ingin memastikan setiap mahasantri yang keluar dari Pesma memiliki bekal karakter, ilmu, dan pengalaman untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Acara berakhir pada siang hari dengan harapan agar alumni Pesma KH Mas Mansur mampu menjadi generasi berprestasi dan berakhlak mulia di tengah masyarakat. (Liz)
