Baitul Arqam untuk Membangun Karakter Mahasantri

Cetak Output Alumni Pesma yang Berkarakter, Pesma Mas Mansur Gelar Baitul Arqom untuk Mahasantri 2023

Surakarta – Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Mas Mansur sukses menggelar kegiatan Baitul Arqom (BA) bagi mahasantri angkatan 2023 pada Sabtu-Ahad, 17-18 Mei 2025. Acara yang berlangsung di Ruang Sidang Pesma KH Mas Mansur ini dihadiri oleh seluruh mahasantri angkatan 2023, dewan pengasuhan, serta staf Pesma. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk memperkuat komitmen, karakter, dan kompetensi mahasantri sebelum menyelesaikan masa studi di pesantren.  Baitul Arqom merupakan program wajib bagi mahasantri yang akan menempuh akhirusannah (penyelesaian studi) di Pesma KH Mas Mansur. Tahun ini merupakan kali kedua kegiatan ini diselenggarakan, dengan fokus pada penguatan materi keislaman, kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi tantangan di dunia kerja dan masyarakat.  Direktur Pesma KH Mas Mansur, Ibu Muamaroh, Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya mencetak alumni yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial. “Kami ingin mahasantri Pesma KH Mas Mansur tidak hanya pintar di kelas, tetapi juga mampu berkontribusi nyata di masyarakat dengan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan,” ujarnya.  Kegiatan BA dibagi menjadi beberapa sesi dengan tiga materi utama yang disampaikan oleh narasumber berkompeten di bidangnya:

1. Kompetensi Akademis Intelektual dan Sosial Kemanusiaan

Materi pertama disampaikan oleh Ibu Muamaroh, Ph.D., yang membahas tentang pentingnya kemampuan berpikir kritis di abad 21 serta kebutuhan dunia kerja di era modern. Beliau menekankan bahwa mahasantri harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai humanis dan keislaman.

2. Kompetensi Keagamaan dan Keberagaman

Materi kedua disampaikan oleh Ibu Mahasri, Kepala Bagian Kaderisasi dan Dakwah Biro Kemahasiswaan UMS sekaligus dosen Fakultas Agama Islam. Beliau menyoroti pentingnya pemahaman agama yang moderat dan toleran dalam menghadapi tantangan global. “Sebagai mahasantri Muhammadiyah, kalian harus menjadi garda terdepan dalam menjaga ukhuwah islamiyah dan kebhinekaan,” pesannya.

3. Kompetensi Keorganisasian dan Kepemimpinan

Materi terakhir disampaikan oleh Mas Toyib, alumni Pesma KH Mas Mansur yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Komisariat IMM dan International Student Organization (ISO). Ia berbagi pengalaman tentang pentingnya jiwa kepemimpinan dan keterampilan organisasi dalam membangun jaringan dan pengabdian masyarakat.

Kegiatan BA tidak hanya berisi ceramah, tetapi juga diskusi interaktif, refleksi diri, dan team building. Pada hari terakhir, para mahasantri juga akan melaksanakan outbond bersama. Para mahasantri diajak untuk mengevaluasi kembali komitmen mereka sebagai calon alumni yang diharapkan mampu menjadi agent of change di Masyarakat. Dengan diselenggarakannya BA ini, Pesma KH Mas Mansur berharap dapat terus mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman dengan integritas dan semangat berkemajuan. (Liz)

Scroll to Top