
Dauroh Hadist dan Tabligh Akbar : Upaya Tercapainya Output Mahasantri Pesma
Surakarta – Pondok Pesantren Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta sukses menggelar acara Dauroh Hadist yang ditujukan bagi mahasantri pesma semester 2 dan 4 sebagai upaya untuk memfasilitasi dalam menyelesaikan kewajiban hafal 20 hadits pilihan, sebagai bentuk upaya tercapainya salah satu output mahasantri Pesma, menjadi salah satu syarat mengikuti Akhirussanah dan mendekatkan diri pada sunnah Rasulullah SAW. Rangkaian acara dikemas dalam dua hari tanggal 10-11 Mei 2025. Acara diawali dengan sambutan dan dilanjutkan sesi menghafal hadist yang dilantunkan oleh mahasantri Pesma semester 2 dan 4 lalu menyetorkannya ke fasilitator masing-masing. Kegiatan Dauroh Hadits ini merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan Pesma dengan harapan mahasantri dapat mencapai target hafalan 20 hadits pilihan dan bisa mengamalkan
hadist dalam kehidupan sehari hari.
Terdapat 3 sesi dalam menghafal hadist, sesi pertama jam 09.00-12.00, sesi kedua jam
13.00-15.00, sesi ketiga jam 19.00-21.00. Hebatnya pada sesi kedua terdapat 15 mahasantri
baik Ikhwan maupun akhwat yang sudah menghafal melebihi target yakni sebanyak 45 hadist.
Salah satu diantaranya adalah mahasantri akhwat bernama Febby Ananda Yasmel, mahasiswi
program studi Farmasi semester 2. Febby mengungkapkan bahwa “Menurut saya Dauroh
Hadist ini sangat bermanfaat bagi kami mahasantri, karena dengan adanya Dauroh Hadist
dapat menambah pengetahuan dan menjadi reminder bahwa islam selalu memudahkan
umatnya dan tidak ada yang sia-sia dalam perjalanan hidup ini, itu mengenai pelajaran yang saya dapatkan dari menghafal beberapa hadist tersebut”. Saat SMA Febby menempuh Pendidikan di pondok dan saat menghafal hadist ia menggunakan metode mengingat arti dan bahasanya. Adapun tantangan yang ia hadapi dalam menghafal hadist, pada awalnya ia sempat merasa down karena banyak hadist yang baru diketahuinya dan bahasanya pun ada beberapa yang baru dipahami. Tetapi hal itu tidak membuat ia menyerah justru semangat untuk belajar dan percaya diri serta menikmati prosesnya. “Saya berharap untuk diri saya dan teman teman yang lain dapat memahami arti dari hadist-hadits yang sempat dihafalkan dan lebih paham bagaimana kita berdamai menjalani hari dengan menikmati prosesnya”, tegas Febby Ananda Yasmel, Selasa (13/05/25).
Acara Duroh Hadist ditutup dengan Tabligh Akbar, bertempat di masjid KH Mas Mansur yang
disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M. Kes (Wakil Rektor IV Bidang SDM, AIK & Sistem Informasi UMS). Kepanitiaan Tabligh Akbar ini dari IMM Pesma dan dibantu oleh Dewan Pengasuhan. Tabligh Akbar mengangkat tema “Menjaga Lima Perkara Sebelum Penyesalan Menyapa”, pemateri menyampaikan pesan yang bisa menjadi renungan untuk kita semua yakni “Nikmati masa muda sebelum masa tua, gunakan masa mudamu untuk beribadah jangan sampai menyesal di masa tua. Nikmati masa sehatmu sebelum masa sakitmu, jagalah Kesehatan karena kesehatan itu adalah harta yang paling utama. Nikmati masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, hidup itu seperti roda yang berputar bisa saja hari ini kita bisa menikmati harta dan kekayaan yang kita miliki tapi janganlah sombong seperti qorun. Nikmati masa luangmu sebelum masa sibukmu, gunakan waktu luang untuk ibadah dan kerja. Nikmati masa hidupmu sebelum datang masa matimu, janganlah engkau kufur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, selalu bersyukur, nikmat Allah itu tak terhitung, perbanyak lafadz tahlil tahmid sebagai bentuk rasa syukur”.
Acara Tabligh Akbar kali ini berbeda dengan tahun lalu karena digabung dengan rangkaian acara Daurah Hadist. Adapun target dari acara Tabligh Akbar, yaitu mahasantri Pesma, staff, Dewan Pengasuhan, masyarakat sekitar Pesma, forkompag dan bapak ibu pimpinan ranting muhammadiyah dan pimpinan ranting aisiyah (PRM PRA). Antusiasme peserta Tabligh Akbar yang sangat banyak dan panitia yang hebat karena dengan persiapan acara satu minggu. Di akhir acara semua peserta menikmati hidangan soto, kehangatan makanan dan rasa kebersamaan menyatu pada waktu itu. Semua manikmati hidangan sambil berceria ria. (Siti Nurul Hidayati)
