
Surakarta – Pondok Pesantren Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta sukses menggelar acara penyuluhan kesehatan yang ditujukan bagi mahasantri Pesma untuk lebih mengenal dan mencegah penyakit lambung dan pola hidup sehat sebagai gen z. Penyuluhan kesehatan ini dilaksanakan pada 9 Oktober 2025, bertempat di masjid KH Mas Mansur yang disampaikan oleh narasumber dr. Fathiyyatu Assa’diy Firda, S.Ked., M.K.M. Beliau mengajarkan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan pencernaan.
Sebagai mahasantri yang setiap hari selalu sibuk dengan aktivitas di kampus, organisasi, magang, volunteer, dan kegiatan di Pesma pastinya urusan kesehatan harus diperhatikan. Apalagi mahasantri yang aktif menjadi aktivis muda, setiap harinya pasti tidak terlepas dari kegiatan yang menguras tenaga dan pikiran. Hal tersebut dapat memicu pola hidup yang tidak sehat karena sering begadang dan stress akibat deadline tugas yang harus dikerjakan dan diselesaikan. Hingga lupa akan kepedulian kesehatan untuk diri sendiri. Melalui penyuluhan ini, narasumber dr. Fathiyyatu Assa’diy Firda, S.Ked., M.K.M mengajak mahasantri Pesma untuk lebih peduli terhadap keseimbangan antara aktivitas dan kesehatan tubuh, serta menekankan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat dengan memperhatikan waktu istirahat, mengatur pola makan, serta mengelola stress agar tubuh tetap bugar dan siap menjalani rutinitas di Pesma maupun kampus.

Berita yang sering muncul di platform media sosial TikTok akhir-akhir ini adalah penyakit yang banyak dialami mahasiswa, yaitu gangguan pencernaan di kerongkongan dan lambung. Tidak dipungkiri jika hal tersebut terjadi karena padatnya aktivitas yang membuat kurangnya waktu istirahat, stress, pola makan yang tidak teratur, dan sering begadang. dr. Fathiyyatu Assa’diy Firda, S.Ked., M.K.M memberikan tips cara mencegah gangguan pencernaan di kerongkongan dan lambung dengan cara sederhana yang dimulai dari diri sendiri dengan minum air hangat; menghindari makanan pedas, masam, kopi, manis; makan teratur atau sedikit tapi sering; menghindari stress, begadang, obesitas; mengunyah makanan hingga lembut; dan menghindari rokok.

Selain menjaga pola makan dan gaya hidup, dr. Fathiyyatu Assa’diy Firda, S.Ked., M.K.M juga menekankan pentingnya memperhatikan higienitas makanan sebagai langkah pencegahan utama gangguan pencernaan. Banyak kasus gangguan lambung yang sebenarnya dipicu oleh makanan yang kurang bersih atau tidak diolah dengan baik. Sebagai mahasantri yang sering makan di kantin, warung sekitar kampus, atau bahkan memasak sendiri, penting untuk memastikan bahan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan segar dan bersih. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, memastikan peralatan makan higienis, memasak makanan hingga benar-benar matang, memperhatikan tempat penyimpanan makanan harus tertutup dengan suhu dingin, serta menghindari makanan yang disimpan terlalu lama menjadi kebiasaan sederhana namun sangat berpengaruh. Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan menjaga kebersihan makanan, mahasantri tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga mendukung semangat belajar dan ibadah agar tetap optimal setiap harinya.
Penulis : Siti Nurul Hidayati
