Meriah! Lomba 17 Agustusan Warnai HUT RI ke-80 di Pesma KH Mas Mansur UMS

Meriah! Lomba 17 Agustusan Warnai HUT RI ke-80 di Pesma KH Mas Mansur UMS

Pesma – Dalam rangka memeriahkan dan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar serangkaian lomba tradisional khas 17 Agustusan. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (16/08) ini diselenggarakan di halaman Masjid Pesma KH Mas Mansur dan berlangsung meriah dari pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Acara yang rutin diadakan setiap tahun ini menjadi ajang kebersamaan dan kekompakan antar mahasantri Pesma KH Mas Mansur. Namun, tahun ini ada nuansa yang berbeda dan semakin semarak karena lomba diikuti tidak hanya oleh mahasantri reguler, tetapi juga melibatkan mahasiswa peserta MSPP (Muhammadiyah Scholarship Preparation Program) dari berbagai daerah di Indonesia yang tengah menempuh studi di UMS, serta mahasiswa internasional yang tinggal di Pesma KH Mas Mansur.

Dengan peserta dari berbagai latar belakang daerah dan negara, suasana lomba pun menjadi lebih berwarna dan menunjukkan semangat persatuan dalam keberagaman, sejalan dengan semangat kemerdekaan Republik Indonesia. Berbagai perlombaan khas 17 Agustus menjadi bagian dari kegiatan ini, seperti lomba makan kerupuk, balap karung, estafet air, estafet tepung, hingga tarik tambang. Setiap lomba membawa suasana yang penuh semangat, canda tawa, dan sportivitas. Lomba makan kerupuk menjadi salah satu yang paling dinanti. Peserta harus berusaha memakan kerupuk yang digantung tanpa menggunakan tangan, yang tentu saja menimbulkan gelak tawa karena aksi-aksi lucu para peserta. Tak kalah seru, balap karung memicu persaingan sehat antar kelompok, dengan beberapa peserta bahkan terjatuh namun tetap bersemangat hingga garis akhir.

Estafet air dan estafet tepung menjadi ajang yang menguji kerja sama tim. Peserta harus mengoper air dan tepung dari satu orang ke orang lain dalam satu barisan tanpa boleh memutar badan, sehingga kekompakan dan strategi menjadi kunci kemenangan. Tak jarang air tumpah dan tepung berhamburan ke wajah peserta, menambah keceriaan suasana. Puncak kemeriahan ditutup dengan lomba tarik tambang, yang menjadi ajang adu kekuatan antar tim. Sorak-sorai penonton mewarnai setiap pertandingan, memberi semangat kepada peserta yang bertarung habis-habisan untuk meraih kemenangan.

Keterlibatan mahasiswa luar negeri dalam kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri. Mereka tampak antusias mengikuti perlombaan meski sebagian baru pertama kali merasakan atmosfer perayaan 17 Agustus khas Indonesia. Beberapa di antara mereka berasal dari beberapa negara di Afrika dan Timur Tengah. Menurut salah satu panitia, keikutsertaan mahasiswa internasional diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran budaya dan mempererat hubungan antarbangsa di lingkungan Pesma KH Mas Mansur. “Mereka sangat senang dan bersemangat. Ini pengalaman baru bagi mereka, dan kami senang bisa berbagi semangat kemerdekaan dengan saudara-saudara dari luar negeri,” ujar panitia pelaksana.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah simbolis kepada para pemenang dari masing-masing lomba. Meski hadiah tidak menjadi fokus utama, namun apresiasi terhadap partisipasi dan sportivitas peserta menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Kegiatan lomba 17 Agustusan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang semakin inklusif dan menjadi ajang silaturahmi antar mahasiswa dari berbagai latar belakang. Semangat gotong royong, kerja sama, dan kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini menjadi refleksi dari nilai-nilai yang diwariskan para pahlawan bangsa.

Dengan semangat kemerdekaan yang terus menyala, Pesma KH Mas Mansur UMS menunjukkan bahwa peringatan HUT RI bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga momentum mempererat persatuan dalam keberagaman, serta menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda, baik dari dalam maupun luar negeri. (Liz)

Scroll to Top