Pesma UMS Perkuat Mental Akademik dan Semangat Scholarship Fighter

Foto 1: Muamaroh, Ph.D., dan Dr. Mujazin, S.Pd.,M.A., bersama 10 mahasantri lulusan cumlaude pada kegiatan Pembinaan Mahasantri PESMA Internasional KH Mas Mansur UMS.

SURAKARTA – PESMA Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pembinaan Mahasantri pada Senin (15/6) sebagai upaya memperkuat kesiapan akademik, spiritual, dan pengembangan diri mahasiswa. Kegiatan ini menghadirkan Muamaroh, Ph.D., Kepala PESMA Internasional KH Mas Mansur sekaligus penerima Beasiswa Dikti di Charles Darwin University, Australia.

Kegiatan pembinaan tersebut dirancang untuk membekali mahasantri dalam menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS), mempersiapkan diri meraih peluang beasiswa, menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, serta memberikan apresiasi kepada mahasantri yang telah menyelesaikan studi melalui syukuran wisuda.

Dalam sesi pembinaan akademik, mahasantri diajak meningkatkan kesiapan menghadapi UAS yang akan berlangsung pada akhir Juni hingga awal Juli 2026. Persiapan materi perkuliahan, evaluasi tugas dan kehadiran, menjaga kesehatan, serta menjunjung tinggi kejujuran akademik menjadi beberapa poin penting yang ditekankan sebagai bekal menghadapi masa ujian.

Selain itu, sesi Scholarship Fighter memberikan wawasan mengenai berbagai peluang beasiswa studi lanjut dan program pengembangan diri, baik di dalam maupun luar negeri. Berbagai program seperti LPDP, Australia Awards Scholarship, DAAD, Türkiye Scholarships, hingga program short course internasional diperkenalkan kepada peserta sebagai peluang yang dapat dipersiapkan sejak masa kuliah.

Pada sesi tersebut, mahasiswa didorong untuk membangun rekam jejak akademik dan nonakademik yang baik melalui peningkatan IPK, kemampuan bahasa asing, pengalaman organisasi, serta keterampilan menulis esai dan motivation letter. Kesiapan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi proses seleksi berbagai program beasiswa.

Memasuki sesi kajian 1 Muharram, peserta diajak memaknai Tahun Baru Hijriah sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik dan bertanggung jawab. Konsep hijrah yang dibahas tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual, tetapi juga mencakup penguatan mental, sosial, dan intelektual sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Melalui refleksi diri dan evaluasi capaian selama satu tahun terakhir, mahasantri didorong untuk memperbaiki kualitas ibadah, membangun lingkungan pergaulan yang positif, memperluas jejaring, serta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Penguatan kemampuan digital, soft skills, dan manajemen waktu juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter mahasiswa yang unggul dan adaptif.

Kegiatan pembinaan kemudian ditutup dengan syukuran wisuda bagi mahasantri program sarjana dan magister yang telah berhasil menyelesaikan studinya. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian akademik para wisudawan sekaligus motivasi bagi mahasantri lainnya untuk terus berprestasi dan menyelesaikan studi dengan baik.

Foto 2: Muamaroh, Ph.D., menyerahkan bingkisan apresiasi kepada Uwase Shakilla, mahasiswi Program Magister Manajemen, pada sesi syukuran wisuda dalam kegiatan Pembinaan Mahasantri Pesma KH Mas Mansur UMS.

Melalui kegiatan ini, PESMA Internasional KH Mas Mansur UMS terus memperkuat komitmennya dalam membentuk mahasantri yang unggul secara akademik, berkarakter Islami, serta memiliki kesiapan untuk berkontribusi di tingkat nasional maupun global. Dengan semangat hijrah dan budaya prestasi yang terus ditumbuhkan, Pesma berharap dapat melahirkan generasi yang adaptif, berintegritas, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Scroll to Top