PESMA KH MAS MANSUR UMS

Road to be Smart Moslems

Berita, Kisah Inspiratif

TARHIB RAMADHAN: Mari Gapai Keutamaan dan Keberkahan Bulan Ramadhan

Pesma.ums.ac.id – Sabtu, 19 Maret 2022 Tarhib Ramadhan (Welcome Ramadhan) dengan Agenda Pengajian Staff, Satpam, Kantin dan Cleaning Service Pesantren Mahasiswa KH. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta di Ruang Kelas B1 (Pesma Putri)

Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam apabila memasuki bulan Rajab berdoa: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan berkahilah kami di bulan Ramadhan.”

HR. Ahmad 2228

Istilah Tarhib Ramadhan sudah menjadi akrab di hati ummat Islam Indonesia. Setiap tahun menjelang datangnya bulan suci Ramadhan ummat menghadiri kegiatan bernama Tarhib Ramadhan. Kata tarhib berasal dari akar kata yang sama yang membentuk kata Marhaban. Sedangkan marhaban artinya selamat datang atau welcome. Maka Tarhib Ramadhan berarti Selamat Datang Ramadhan atau Welcome Ramadhan.

Seorang muslim perlu membangun sikap positif dalam menyambut kedatangan bulan istimewa Ramadhan. Bahkan berdasarkan sebuah hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam biasanya sejak dua bulan sebelum datang Ramadhan sudah mengajukan doa kepada Allah ta’aala dalam rangka Tarhib Ramadhan atau welcoming Ramadhan.

Tarhib Ramadhan merupakan kegiatan menyambut bulan ramadan dengan segala kesiapan, keluasan, serta kelapangan jiwa serta raga. Ustadz Dodi Afianto, M.Pd.I. sebagai pengisi menyampaikan nasehat dalam pengajian tentang keutammaan bulan ramadhan, diantaranya: Pertama, Allah SWT melipat gandakan pahala amal baik yang dilakukan. Kedua, menghapus segala dosa dan kesalahan – kesalahan. Ketiga, mengangkat martabat kita menjadi manusia yang demikian mulia. Keempat, malam qodar (lailatul qodar). Kelima, pembebasan dari neraka.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Bila tiba malam pertama bulan Ramadhan para syaithan dibelenggu, maksudnya jin. Dan pintu-pintu neraka ditutup dan tak satupun yang dibuka dan pintu-pintu surga dibuka dan tak satupun yang ditutup. Lalu ada penyeru yang menyerukan: ”Wahai para pencari kebaikan, sambutlah (songsonglah) dan wahai para pencari kejahatan, tolaklah (hindarilah).” Dan Allah ta’aala memiliki perisai dari api neraka. Dan yang demikian terjadi setiap malam.”

HR. Tirmidzi 618

Leave a Reply

Theme by Anders Norén