PESANTREN MAHASIWA KH. MAS MANSUR UMS

Road to be Smart Moslems

Berita, IMM PESMA, ISO PESMA, Kisah Inspiratif

PESMA UMS: Rihlah Pengurus Asrama Mahasiswa UMS

Pesma.ums.ac.id – Mengadakan Kegiatan Rihlah Bersama Staff, Dewan Pengasuhan, Mahasiswa Internasional, IMM dan ISO Pesantren Mahasiswa KH. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta di Umbul, Klaten.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.”

HR. An-Nasa’i

Berenang adalah salah satu olahraga yang dianjurkan untuk diajarkan pada anak-anak kita. Selain menjadi salah satu sunnah Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam, berenang juga banyak sekali manfaatnya. Kegiatan rihlah atau renang dilaksanakan hari sabtu, 03 juli 2022 dimulai berangkat bersama dari asrama menggunakan mobil dan sepeda motor menuju umbul tersebut.

Berenang adalah olahraga yang tidak berdampak, yang tidak memengaruhi persendian, jadi ini adalah aktivitas yang sempurna untuk dilakukan pada usia berapa pun. Salah satu tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk menghilangkan kejenuhan rutinitas. Selain itu untuk menjaga semangat belajar saat di Pesma yang sebagai unit pendukung dalam menuntut ilmu di UMS yang diharapkan dapat kembali mencerahkan lewat organisasi Muhammadiyah di daerah masing-masing mahasantri.

Akhir dari kegiatan tersebut dilanjutkan dengan makan bersama-sama dan arahan dari Ustadz Dodi Afianto sebagai pengarah kaderisasi mahasantri di Asrama UMS. Kemudian dilanjutkan pulang bersama ke Asrama.

Dari Abi Rafi’, dia bertanya,”Ya Rasulullah, apadaha ada kewajiban atas kita terhadap anak kita, sebagaimana kewajiban anak kepada kita?”. Rasulullah SAW menjawab,”Ya, hak anak atas ayahnya adalah diajarkan membaca, berenang dan memanah”.

1 Comment

  1. Dodi

    Kerutinan itu membawa hidup kehilangan warna dan melelahkan jiwa. Sekapan kerutinan membuat kreatifitas menyusut. Kerutinan itu harus dibongkar dan sesaat berganti peran. Keluar saja dari kerutinan beberapa saat, akan lebih baik kalau bisa piknik yang mencerdaskan, untuk menghirup udara baru yang menyehatkan

Leave a Reply

Theme by Anders Norén