PESANTREN MAHASIWA KH. MAS MANSUR UMS

Road to be Smart Moslems

Berita, IMM PESMA, ISO PESMA, Kisah Inspiratif

Pelatihan Komunikasi dan Networking: Kuncinya Intelektual, Emosional dan Spritual

Pesma.ums.ac.id – Mengadakan Kegiatan Pelatihan Komunikasi dan Networking pada Hari Kamis, 04 Agustus 2022 Badha Magrib Bertempat di Masjid KH. Mas Mansur Pesantren Mahasiswa KH. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan Tema “create your part: brighten YOUth future through Communication Ethics”.

“Sebutkanlah apa-apa yang baik mengenai sahabatmu yang tidak hadir dalam pertemuan, terutama hal-hal yang kamu sukai terhadap sahabatmu itu sebagaimana sahabatmu menyampaikan kebaikan dirimu pada saat kamu tidak hadir”

Ibnu Abi Dunya

Komunikasi merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari oleh setiap manusia. Sebagai mahluk sosial, manusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi dengan manusia lainnya dengan berkomunikasi. Sedangkan secara sederhana networking adalah tentang bagaimana memelihara dan membangun jaringan dalam waktu jangka panjang dan saling menguntungkan satu sama lain. Networking sendiri dianggap penting bagi perkembangan karier karena memiliki banyak manfaat.

Pemateri pada kegiatan ini adalah Dr. H. Suranto. ST. MM. MAP menuturkan tentang karakter pemimpin yang baik diantaranya, sopan, disiplin, berani membaca, humoris, adil, jujur, dan mempunyai komunikasi yang baik. Selain itu mahasiswa harus mempunyai mental pemimpin berjuang seperti pion catur, pemimpin jangan lemah moralnya, pemimpin jangan lemah ilmunya, pemimpin jangan lemah fisiknya, pemimpin jangan lemah akhlaknya.

Kemudian pemateri memberikan motivasi keuntungan di pondok pesantren yaitu, untuk menggapai kesuksessan itu bukan hal kebetulan, kuncinya ( intelektual –emosional –spritual), karena anak memiliki potensi yang unik dalam proses pendidikan berasal dari rumah dan sekolah atau pondok.

Selain itu, pendidikan unggulan adalah lembaga pendidikan yang mamou membentuk karakter , meningkatkan bakat/potensinya , lebih unggul, cerdas dan berkarakter sesuai potensinya, diantara kuncinya adalah: kunci pertama adalah berani, kedua adalah usaha dan kerja keras ( merubah semuanya), ketiga optimis dan ikhtiar, keempat siap tidak putus asa.

Akhir dari kegiatan tersebut ditutup dengan doa dan dokumentasi oleh panitia. [Kang Aim]

Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah dibelakang mereka, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraannya)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar (qaulan sadida)”

QS. An Nisa ayat 9

Leave a Reply

Theme by Anders Norén