PESANTREN MAHASIWA KH. MAS MANSUR UMS

Road to be Smart Moslems

Berita, Kisah Inspiratif

Kunjungan PESMA UMS: MoU Pembuatan Kartu Anggota Muhammadiyah

Pesma.ums.ac.id – Pesantren Mahasiswa Muhammadiyah KH. Mas Mansur UMS: Pimpinan dan Staff Melakukan Kunjungan ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta dalam Rangka MoU Pembuatan Kartu Anggota Muhammadiyah untuk Mahasantri Senior yang akan Menyelesaikan Studi di Pondok Mahasiswa UMS.

Dan hendaklah kalian selalu dalam khittahku : tidak menduakan Muhammadiyah dengan organisasi lain, tidak dendam, tidak marah dan tidak sakit hati jika dicela dan dikritik, tidak sombong dan tidak berbesar hati jika menerima pujian, tidak jubria (ujub, kikir, riya) mengobarkan harta benda, pikiran dan tenaga dengan hati ikhlas dan murni,bersungguh hati terhadap pendirian.

KH. Ahmad Dahlan

Kunjungan tersebut dilakukan Kamis, 28 Juli 2022 dari jajaran Direktur dan Staff/ Karyawan Pesantren Mahasiswa KH. Mas Mansur UMS dengan tujuan PP Muhamamdiyah dan Asrama Mahasiswa lainnya yang berada di wilayah Yogyakarta. Tujuan kunjungan ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk pembuatan KTA Muhammadiyah bagi mahasantri yang Akhirussanah.

Setiap anggota Muhammadiyah diharuskan membuat Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) atau Nomer Baku Muhammadiyah (NBM). Termasuk juga setiap warga negara yang bekerja dilingkungan amal usaha muhammadiyah diharuskan sudah masuk keanggotaan muhammadiyah dengan cara membuat kartu tanda anggota.

Kemudian dilanjutkan ke UNIRES UMY dan PERSADA UAD untuk silahturahmi dan menyampaikan undangan untuk acara digitalisasi (IT dan Media) untuk ASLAMA PTMA Se – Indonesia.

Dengan adanya kunjungan tersebut, Mahasiswa PESMA UMS saat keluar pesma setelah Akhirussanah diharapkan mempunyai KTA Muhammadiyah sebagai identitas yang bermanfaat saat berkehidupan di masyarakat kelak. [Kang Aim]

“Di masa yang akan datang, anak-anak warga Muhammadiyah tidak hanya akan tersebar di seantero tanah air, tapi akan tersebar ke seluruh dunia. Penyebaran anak-anak muda Muhammadiyah tersebut juga bukan semata-mata karena tugas keilmuan, melainkan juga akibat hubungan perkawinan.”

KH. Ahmad Dahlan

Leave a Reply

Theme by Anders Norén