PESMA KH MAS MANSUR UMS

Road to be Smart Moslems

Berita, ISO PESMA, Kisah Inspiratif

KBM PESMA UMS: Dampak Positif Belajar Bahasa Arab Untuk Masa Depan

Pesma.ums.ac.id – Departemen Pengajar International Student Organization (ISO) Pesma KH. Mas Mansur menyelenggarakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi Mahasantri Pesma KH. Mas Mansur UMS dengan Materi Bahasa Arab oleh Syaikh Asyraf dari Mesir.

Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas r.a. bersabda : “Cintailah bahasa Arab karena tiga hal, yang pertama karena aku berasal dari bangsa Arab, kedua Al-Quran berbahasa Arab, dan yang ketiga obrolan penduduk Surge dengan bahasa Arab”

Bahasa Arab memang menjadi salah satu bahasa yang wajib dipelajari bahkan dikuasai oleh seorang Muslim untuk memahami dan memaknai lebih baik kandungan isi Al-Qur’an. Syaikh Asyraf yang merupakan satu dari 40 utusan pengajar Bahasa Arab dari Mesir yang dikirim ke Indonesia untuk membantu mengajar Bahasa Arab di instansi pendidikan seperti pondok pesantren dan universitas. Disebar ke seluruh penjuru Indonesia dan organisasi.

Muhammadiyah mendapatkan 2 pengajar yang diantaranya ditugaskan untuk mengajar di UMS dan UMY. Di UMS, tugas utama Syaikh Asyraf adalah mengajar Bahasa Arab di Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq UMS dan Pesma UMS, karena bertempat tinggal di Pesma.

Kegiatan pembelajaran bahasa Arab ini ditujukan untuk seluruh Mahasantri Pesma KH. Mas Mansur dan dilaksanakan setiap ba’da shalat Maghrib pada hari Senin dan Selasa di Masjid KH. Mas Mansur. Muhammad Muchlasul Amal selaku Ketua Departemen Pengajaran ISO Pesma KH. Mas Mansur mengungkapkan, “Bahasa arab adalah bahasa Al-Qur’an jadi sudah sepatutnya kita sebagai orang beriman mempelajari bahasa Arab” ungkapnya.

Mempelajari bahasa Arab langsung dari Syaikh Asyraf yang berasal dari Mesir merupakan suatu kesempatan yang langka. Dewan Pengasuhan, Muhammad Yoga Oktama, S.pd., mengungkapkan, “Kesempatan belajar Bahasa Arab dengan diajar langsung oleh orang Arab adalah kesempatan yang sangat langka. Di Indonesia, jumlah pondok pesantren yang memiliki pengajar dari Arab tidaklah banyak. Sehingga kita perlu bersyukur bahwa Pesma memiliki Syaikh Asyraf dari Mesir. Oleh karena itu, dengan keberadaan Syaikh Asyraf di tengah-tengah kita, saya berharap kepada Mahasantri untuk lebih antusias dalam belajar Bahasa Arab. Tidak hanya dalam kegiatan KBM, Mahasantri harus proaktif belajar Bahasa Arab di luar forum dengan beliau. Para Mahasantri perlu percaya bahwa menguasai Bahasa Arab akan memberikakan dampak positif bagi karir Mahasantri di masa depan” ungkapnya. [ISO 2022 & Kang Aim]

“Sesungguhnya telah kami buatkan bagi manusia dalam Al-quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. (ialah) Al-quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.”

QS. Az-Zumar: 27-28

Leave a Reply

Theme by Anders Norén