Berita

“Anda masa depan adalah anda sekarang.” –Muamaroh, Ph.D

Sharing Bersama Direktur Pesma Ibu Muamaroh, Ph.D.

Jumat, 9 Oktober 2020 Pukul 05.30 -06.00

Pada sharing bersama Direktur Pesma pertemuan ke 4 ini dibahas lebih dalam makna dari video yang telah disaksikan pada pertemuan sebelumnya. Video tersebut menceritakan seorang mahasiswa yang terlambat mengikuti ujian di kampusnya. Ia tampak menyesal karena kehilangan kesempatan mengikuti ujian. Namun, setelah ia teliti lagi, sebab keterlambatannya adalah karena kelalaiannya sendiri; begadang (main game), browshing, chatting dan pada akhirnya mengerjakan tugas yang baru selesai pukul 4 pagi. 

Ibu Direktur kemudian menjelaskan tentang tipe-tipe mahasiswa. Ada 5 tipe mahasiswa:

1. *Mahasiswa yang hanya kuliah*

Tipe mahasiswa ini hanya focus mengikuti kegiatan akademik di kampus. Tidak mengikuti kegiatan tambahan seperti organisasi mahasiswa kampus atau unit kegiatan mahasiswa yang banyak sekali manfaatnya. Alhasil, mahasiswa ini biasanya minim pengalaman dan hanya memiliki jaringan pertemanan yang terbatas. Tentu saja, hal ini terjadi karena ia hanya melewati 2 pintu setiap harinya; pintu kos dan pintu kelas. Sangat disayangkan jika mahasantri pesma menjadi tipe ini, karena dari organisasi itu dapat memberi banyak pengalaman dan pembelajaran untuk bekal hidup mahasantri kedepannya.

2. *Mahasiswa yang hanya aktif di organisasi*

Tipe mahasiswa ini berbanding terbalik dengan tipe mahasiswa yang hanya kuliah. Mahasiswa tipe ini justru terlalu aktif berjibaku dalam organisasi mahasiswa, baik organisasi mahasiswa intra maupun ekstra kampus. Akibatnya, mahasiswa tipe ini jarang mengikuti perkuliahan alias sering izin atau bahkan bolos. Tipe ini juga perlu dihindari. Karena bagaimanapun tujuan kuliah adalah belajar dan mendapatkan nilai yang baik itu adalah bukti tanggungjawab mahasantri pada orangtua.

3. *Mahasiswa yang  bekerja part time/full time*

Beberapa mahasiswa perlu mengambil kerja paruh waktu atau bahkan kerja penuh. Hal ini biasanya dilandasi oleh keterbatasan ekonomi atau keadaan yang memaksa mereka kuliah sembari bekerja. Meski ada juga yang beralasan ‘cari pengalaman’, ‘cari jaringan’, dan lain-lain. Jika memang karena keadaan, kuliah sambil kerja bisa menjadi pilihan selama yang bersangkutan sanggup membagi waku dan bertanggungjawab terhadap perkuliahannya. Meski pada kenyataannya kebayakan mahasiswa yang bekerja tergiur dengan dunia kerja; mendapatkan gaji dan lain sebagainya sampai-sampai kuliah pun terbengkalai.

4. *Mahasiswa yang hanya main-main*

Usia mahasiswa memang usia dimana mereka mengalami banyak perubahan dan hal-hal yang baru; teman baru, lingkungan baru, juga satus baru sebagai mahasiswa. Hal ini membuat banyak mahasiswa tergiur dengan aktifitas yang ‘menyenangkan’ seperti; nongkrong-nongkrong yang kurang jelas manfaatnya. Jadwal kuliah yang lebih fleksibel dibanding saat sekolah terkadang juga memberi kesempatan untuk ‘main’ yang lebih banyak. Bisa dipastikan jika lebih banyak bermain, tujuan kuliah tidak tercapai, pengalamanan dan pembelajaran hidup pun tidak dimiliki. Naudzubillah

5. *Mahasiswa yang aktif kuliah dan organisasi*

Nah, bisa dibilang tipe ini adalah tipe ideal. Saat mahasiswa mampu mengatur waktu antara kuliah dan organisasi. Aktif dalam perkuliahan namun juga meluangkan waktu untuk terlibat berbagai kegiatan organisasi. Karena masa kuliah adalah masa mencari apapun; pengalaman, skill, ilmu, bahkan relasi. ‘Menjadi aktifis yang berprestasi’ adalah keistimewaan yang bisa diraih dengan kegigihan dan disiplin mengatur waktu yang baik. 

Mahasantri pesma secara langsung dilatih untuk dapat menjadi mahasiswa yang ideal. Diawali dengan latihan mengatur waktu antara kegiatan kampus dengan kegiatan pesma. Maka, mahasantri pesma harus siap sibuk dan benar-benar berlatih mengatur waktu.

*”Ketika Anda menjadi mahasiswa/mahasantri hanya melakukan hal-hal remeh dan tidak bermanfaat, anda harus waspada, karena bisa jadi di masa yang akan datang Anda hanya melakukan hal-hal yang remeh dan tidak bermanfaat Ingat, anda  masa depan adalah anda sekarang” –Muamaroh, Ph.D*


Comments are Closed

Theme by Anders Norén