Berita

YUK, INTIP AKTIVITAS PESMA SELAMA LOCKDOWN RAMADHAN

Pesantren Mahasiswa KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (Pesma UMS) masih memberlakukan sistem lockdown ditengah-tengah Bulan Ramadhan. Meski demikian, tak menyurutkan semangat para mahasantrinya untuk tetap berfastabiqul khairot (berlomba-lomba dalam kebaikan_red) selama bulan alquran ini.

Setelah Pesma mengkarantina mandiri selama 14 hari sesuai prosedur dari pemerintah dan melihat kondisi mahasantrinya dalam keadaan sehat, maka Pesma memberanikan diri untuk melaksanakan kegiatan sholat berjamaah seperti biasa selama Bulan Ramadhan ini.

“Alhamdulillah setelah karantina mandiri mahasantri Pesma dalam keadaan sehat semua sehingga kegiatan sholat berjamaah dapat dihidupkan kembali,” Ujar Bisrul Khafid selaku mahasantri Pesma saat diwawancari melalui Telegram.

Aktivitas biasa yang dilakukan selama Bulan Ramadhan seperti membaca alquran di masjid atau mushola pestra (pesma putra_red) pun berjalan dengan lancar. Mereka yang masih tinggal di Pesma sangat memanfaatkan momen itu untuk lebih bercengkrama dengan alquran, bahkan ada yang sudah mengkhatamkannya sebanyak dua kali bahkan lebih.

Disisi lain, Mahasantri Pesma pun tak perlu bingung hendak berbuka dan sahur di mana juga dengan siapa, sebab selama lockdown Pesma telah memfasilitasi kebutuhan mahsantrinya dengan sangat baik. Mereka (mahasantri­_red) tetap mendapatkan makan sahur dan buka puasa yang disediakan oleh tim kantin Pesma, sehingga para mahasantri meski tuna asmara (jomblo_red) tak perlu risau akan buka dan sahur puasa sendirian sebab jumlah mahasantri yang masih tinggal di Pesma sebanyak 35 orang yang terdiri dari 29 ikhwan dan 6 akhwat yang akan makan di kantin bersama (kantin akhwat-ikhwat tempat terpisah).

“Pesma benar-benar sudah memberikan pelayanan terbaiknya. Semoga dari peristiwa ini Pesma juga mendapatkan balasan berupa kebaikan-kebaikan. Buat teman-teman mahasantri di Pesma semoga pasca ramadhan di masa covid-19 ini menjadi momen yang luar biasa untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Terakhir, harapan buat teman-teman yang ada di rumah sebisa mungkin memaksimalkan waktu bersama keluarga untuk birrul walidain, selain itu di rumah adalah waktu yang tepat untuk membuktikan bahwa diusia kita ini sudah siap untuk menjadi imam/berperan dalam kehidupan berumah tangga,” pesan Bisrul. Minggu, (10/5/2020).

Comments are Closed

Theme by Anders Norén