Berita

PESMA KH Mas Mansur Lockdown

Sejak ditetapkannya KLB (Kejadian Luar Biasa) Covid-19 di Kota Solo, Pesantren Mahasiswa Internasional KH Mas Mansyur UMS atau lebih dikenal dengan Pesma KH Mas Mansyur menerapkan sistem lockdown. Hal tersebut dilakukan guna antisipasi penyebaran Corona Virus Disease-19 (Covid-19).

 

Dilansir dari pabelan-online.com, ketika Solo dinyatakan KLB dan masuk zona merah, Pesma mulai menerapkan sistem lockdownyang sudah disiapkan secara matang dan detail.  “Sejak awal kami sudah mengadakan sosialisasi untuk pemberitahuan ini dan sudah dapat izin dari rektorat juga dewan pembina,” ujar Muamaroh selaku Direktur Pesma KH Mas Mansur melalui via Whatsapp, Rabu (1/4/2020).

 

Penerapan sistem lockdown di Pesma awalnya dimulai tanggal 20 Maret sampai 5 April 2020, dimana mahasantri tidak boleh keluar atau masuk Pesma selama dua pekan. Namun, setelah batas lockdown berakhir 5 April 2020, Pesma mengeluarkan edaran yang menginformasikan lockdown diperpanjang sampai 19 April 2020.

 

Selama masa lockdown, mahasantri diimbau untuk tidak keluar atau masuk Pesma dengan alasan apapun, menerapkan physicaldistancing, wajib mengikuti pemeriksaan kesehatan suhu badan maupun tensi setiap harinya, dan tetap melaksanakan salat serta mengaji di kamar masing-masing. Di Pesma sendiri juga menyediakan kamar khusus isolasi sekitar delapan hingga sepuluh kamar.

 

Aam (sapaan akrab direktur Pesma-red) berpesan untuk mahasantri yang berada di rumah agar tetap stay di rumah saja, sedangkan untuk mahasantri yang masih berada di Pesma dan dalam keadaan sehat dianjurkan untuk pulang, nantinya juga akan diberi surat keterangan sehat. Diharapkan  juga tetap menjaga kesehatan dan melakukan physical distancing.

 

Sukma Dwi Astatuti, salah satu mahasantri yang masih berada di Pesma mendukung sistem yang diterapkan Pesma, karena mengingat situasi pandemi Covid-19 saat ini. Pesma sendiri juga mencukupi kebutuhan mahasantrinya selama lockdown.

 

“Menurut saya sistem lockdown ini fine-fine saja karena kebutuhan juga sudah dipenuhi, yang biasanya makan dua kali sehari, sekarang jadi sehari tiga kali dan tidak ada biaya tambahan,” ujar Sukma ketika diwawancarai via Whatsapp oleh tim pabelan online, Selasa (31/3/2020).

Leave a Reply

Theme by Anders Norén